Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Daerah Cegah Virus Corona Merebak

Cara Daerah Cegah Virus Corona Merebak RSPI Sulianti Saroso. ©2020 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Virus corona menjadi momok di seluruh dunia. Lebih dari 4.000 orang meninggal dunia karena terinfeksi virus Codic-19 ini. Namun hampir 69.000 orang bisa sembuh dari virus mematikan itu.

Indonesia sendiri baru mengkonfirmasi terdeteksi kasus corona pada 2 Maret 2020. Di hari yang sama, Presiden Joko Widodo langsung mengumumkan dua orang dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Dua minggu berjalan, virus corona menyebar sangat cepat. Pada Selasa (16/3), pemerintah memastikan 134 orang terinfeksi virus corona, 8 berhasil sembuh, 5 meninggal Dunia.

Orang lain juga bertanya?

Mengantisipasi virus terus menggerogoti masyarakat, sejumlah kepala daerah langsung mengambil kebijakan:

DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung menutup sejumlah destinasi wisata selama dua pekan. Lokasi wisata yang ditutup yakni, Ancol, Kebon Binatang Ragunan, Monas, dan museum. Pemprov DKI juga menghentikan sementara car free day hingga dua pekan ke depan.

Selain itu, Anies memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah di DKI Jakarta. Termasuk menunda pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

"Bagi peserta Ujian Nasional hari Senin besok juga ujian sekolah diputuskan ditunda. Berlaku selama 2 minggu. Dan kami akan mereview di akhir pekan kedua untuk melihat perkembangannya," kata Anies dalam jumpa pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Sabtu (14/3).

Sehari berselang, Anies mengeluarkan kebijakan baru. Dia membatasi jumlah penumpang naik ke transportasi umum di Jakarta. Seperti Transjakarta, MRT dan LRT. Dari sebelumnya kapasitas penumpang dalam gerbong transportasi umum sebanyak 300 orang dikurangi menjadi 60 orang.

Sebelum masuk stasiun ataupun halte, Anies mewajibkan penumpang menjalani pengecekan suhu tubuh. Bila ditemukan penumpang memiliki suhu tinggi akan langsung dipisahkan.

"Bagi mereka yang memiliki suhu tubuh 38 derajat celcius akan ditempatkan di ruang tertentu untuk ditangani lebih jauh," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu kemudian mengurangi jumlah bus, rangkaian kereta serta jadwal keberangkatan. Kebijakan ini menuai kontroversi karena memicu kepadatan penumpang di titik-titik tertentu. Warga terpaksa berdesakan bahkan mengantre panjang untuk menunggu kesempatan naik transportasi umum.

Jawa Barat

Untuk mencegah penyebaran virus Covid-19, pemerintah provinsi Jawa Barat berupaya mengembangkan aplikasi berbasis android dan IOS. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pihaknya sedang berupaya mempercepat pengoperasian aplikasi yang dikembangkan bersama tim Jabar Digital Service. Melalui aplikasi tersebut, nantinya masyarakat Jawa Barat bisa melapor apabila mengalami atau menemukan orang terdekat dengan gejala Covid-19.

Dengan adanya aplikasi tersebut, masyarakat tidak perlu repot untuk menelpon atau mengecek website pemerintah. Ridwan Kamil juga mengklaim fasilitas di aplikasi akan memuat informasi update secara masif tentang kondisi terkini penyebaran virus corona.

"Jadi, nanti kalau sudah selesai aplikasinya bisa di-download. Warga yang menemukan informasi tinggal sampaikan via HP-nya tanpa harus menelepon atau ngecek website. Kemudian juga blasting informasi dari kami harian, update, sebaran, itu akan ada di aplikasi Covid-19 Jawa Barat ini," imbuhnya.

Selain meluncurkan aplikasi, Pemprov Jawa Barat juga mengimbau masyarakat untuk tetap peduli terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Caranya melakukan tes secara berkala untuk mengetahui apakah terpapar virus corona atau tidak. Terlebih jika memiliki riwayat kontak dengan pasien positif atau telah bepergian dari negara terjangkit Covid-19.

"Mulai kemarin kita sudah melakukan tes proaktif. Jadi, tidak menunggu dulu orang bergejala, masuk rumah sakit baru dicek. Hasilnya positif atau negatif (diserahkan) ke pemerintah pusat. Tapi kita melakukan tes proaktif melalui labkesnya Jawa Barat berkoordinasi dengan Fakultas Kedokteran Unpad dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi ITB," pungkasnya.

Jawa Tengah

Sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meliburkan kegiatan belajar mengajar seluruh sekolah di Jateng selama dua minggu. Keputusan tersebut mencakup seluruh jenjang pendidikan mulai dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA sederajat.

Selain kegiatan belajar mengajar, Ganjar mengatakan beberapa kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah besar juga dibatalkan seperti Car Free Day, Jateng bershalawat, kemah, study tour sampai kegiatan Pekan Olahraga Daerah. Ganjar juga melarang pengelola masjid di wilayah Jawa Tengah untuk menggunakan karpet.

"Jadi jangan pakai karpet dulu, lantai masjid juga dibersihkan dengan dilap dulu dengan disinfektan," kata Ganjar.

Sehari setelahnya, politikus PDI Perjuangan ini menolak 24 kapal pesiar untuk berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. Kapal-kapal tersebut diminta untuk bisa mengatur ulang rute perjalanan.

Menurut Ganjar, kesepakatan penolakan kapal pesiar yang akan merapat ke Semarang berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait corona di Jateng.

"Kami memutuskan kapal-kapal pesiar tidak boleh merapat ke Semarang. Saya minta kapal yang ke sini nanti rute-rutenya bisa kembali ke tujuan awal," kata dia.

Sumatera Selatan

Setelah virus corona merebak di sejumlah daerah di Tanah Air, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru langsung menetapkan status waspada. Meski demikian, Pemprov Sumsel tidak meliburkan sekolah dalam waktu tertentu karena dinilai belum diperlukan.

Herman Deru menjelaskan, penetapan status itu berdasarkan masukan dari seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengingat Indonesia sudah terjangkit virus corona.

"Status Sumsel kita tetapkan waspada Corona. Kita antisipasi sedini mungkin penyebarannya," katanya, Senin (16/3).

Herman Deru juga memerintahkan Satuan tugas (Satgas) Pencegahan Corona Sumsel bekerja maksimal agar virus corona tidak masuk ke wilayahnya. Satgas Pencegahan Corona disiagakan bukan hanya untuk menangani kasus corona tetapi juga memastikan stok bahan pokok, perlengkapan kesehatan di rumah sakit atau di pasaran, serta mengajak masyarakat agar tetap tenang dan waspada.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP
Sejarah 2 Maret: Kasus Pertama Virus Covid-19 di Indonesia
Sejarah 2 Maret: Kasus Pertama Virus Covid-19 di Indonesia

Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melaporkan kasus pertama virus Covid-19, menandai awal dari pandemi yang memengaruhi seluruh masyarakat.

Baca Selengkapnya
Jokowi ke Menkes soal Kasus Covid-19: Amati Betul Secara Detail Perkembangannya Seperti Apa
Jokowi ke Menkes soal Kasus Covid-19: Amati Betul Secara Detail Perkembangannya Seperti Apa

Informasi Jokowi terima dari Menkes, kasus Covid-19 masih dalam kondisi yang baik meski memang ada kenaikan.

Baca Selengkapnya
Dinkes DKI Temukan 2 Kasus Kematian Covid-19
Dinkes DKI Temukan 2 Kasus Kematian Covid-19

Dua kasus kematian baru dari pasien Covid-19 pada Desember 2023.

Baca Selengkapnya
Didominasi Varian JN.1, Begini Situasi Covid-19 di Indonesia
Didominasi Varian JN.1, Begini Situasi Covid-19 di Indonesia

Kasus Covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Kenaikan terjadi sejak dua pekan terakhir saat Singapura dihantam lagi badai Covid-19.

Baca Selengkapnya
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Ini Imbauan Kemenkes RI
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Ini Imbauan Kemenkes RI

Kemenkes mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan. Selain itu, tidak lupa pakai masker di keramaian dan rajin mencuci tangan .

Baca Selengkapnya
2 Kasus Covid-19 Baru Terdeteksi di Palembang, Warga Diminta Kembali Biasakan Prokes
2 Kasus Covid-19 Baru Terdeteksi di Palembang, Warga Diminta Kembali Biasakan Prokes

Kasus Covid-19 bisa meluas jika masyarakat tidak mengindahkan pola hidup sehat dan menjaga jarak

Baca Selengkapnya
Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, IDI Minta Masyarakat Pakai Masker Lagi
Kasus Covid-19 Kembali Meningkat, IDI Minta Masyarakat Pakai Masker Lagi

PB IDI mengimbau masyarakat untuk menerapkan lagi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menghindari kerumunan.

Baca Selengkapnya
Data Kasus Covid-19 di Indonesia Sepekan Terakhir
Data Kasus Covid-19 di Indonesia Sepekan Terakhir

Terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

Baca Selengkapnya
Menkes Ungkap Asal Usul Omicron EG.5 Pemicu Kenaikan Covid-19 di RI
Menkes Ungkap Asal Usul Omicron EG.5 Pemicu Kenaikan Covid-19 di RI

Saat ini, Omicron EG.5 mendominasi di tengah kenaikan kasus Covid-19.

Baca Selengkapnya
Penyebaran Covid-19 Varian JN.1 di Indonesia Naik Jadi 41 Kasus
Penyebaran Covid-19 Varian JN.1 di Indonesia Naik Jadi 41 Kasus

Penemuan kasus yang dihimpun per tanggal 6-23 Desember 2023 sebanyak 5 kasus.

Baca Selengkapnya
Kasus Covid-19 Ditemukan pada 11 Daerah di Jateng
Kasus Covid-19 Ditemukan pada 11 Daerah di Jateng

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengungkapkan kenaikan kasus Covid-19 di wilayahnya.

Baca Selengkapnya
Menkes Budi: Kasus Covid-19 di Indonesia Jelang Natal dan Tahun Baru 2024 Tak Mengkhawatirkan
Menkes Budi: Kasus Covid-19 di Indonesia Jelang Natal dan Tahun Baru 2024 Tak Mengkhawatirkan

Budi juga menganjurkan masyarakat untuk kembali menggunakan masker saat mengakses tempat-tempat yang rawan.

Baca Selengkapnya