Dua Jenderal Turun Tangan, Cegah Konflik Usai Polisi Tembak Anggota TNI
Merdeka.com - Kabar mengejutkan datang dari Sulawesi Selatan. Seorang polisi diketahui menembak istrinya dan seorang anggota TNI. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (14/5) sekitar pukul 20.00 Wita.
Saat ini pihak TNI dengan Kapolda setempat sudah melakukan pemeriksaan. Serta koordinasi untuk meredam terjadinya konflik. Berikut ulasannya.
Polisi Tembak Istri dan Anggota TNI
-
Apa yang dilakukan TNI untuk mencegah pertikaian? Komandan Kompi (Danki) Alpha Mayor Inf Handi Wibowo segera melaksanakan prosedur tetap sebagai pasukan misi perdamaian PBB. Selanjutnya Danki Alpa melaporkan kejadian tersebut kepada Dansatgas dan menyiapkan Quick Reserve Team (QRT) yang berjumlah 23 personel untuk menghadang tank Markava milik Israel guna mencegah terjadinya pertikaian dengan tentara Lebanon.
-
Apa yang dilakukan TNI di kantor polisi? Sejumlah TNI tiba-tiba datang ke kantor Polisi Tuban dengan membawa massa yang cukup banyak. Mereka datang bukan tanpa tujuan. Prajurit TNI mengincar salah satu sosok pimpinan tertinggi di kantor Polisi tersebut, yaitu Kapolres Tuban, AKBP Suryono. Para prajurit TNI itu datang bukan dengan maksud buruk, sebaliknya, mereka datang dengan perasaan riang gembira. Membawa sebuah banner ucapan yang dibuat khusus untuk merayakan hari bahagia para anggota Polri.
-
Apa yang dilakukan TNI? Peristiwa penyiksaan yang dilakukan sejumlah prajurit TNI terhadap seorang warga Papua diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) viral di media sosial.
-
Dimana TNI-Polri melakukan patroli? 'Patroli ini kami lakukan agar personel TNI-Polri dapat menyampaikan woro-woro terkait kamtibmas secara door to door dengan menyambangi rumah warga, sekaligus membagikan sedikit bantuan sembako,'
-
Apa yang dilakukan TNI-Polri di Pemalang? 'Patroli ini kami lakukan agar personel TNI-Polri dapat menyampaikan woro-woro terkait kamtibmas secara door to door dengan menyambangi rumah warga, sekaligus membagikan sedikit bantuan sembako,'
-
Siapa yang diimbau TNI-Polri untuk menjaga keamanan? Mereka mengimbau agar warga berpartisipasi aktif dalam kegiatan siskamling.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Ibrahim Topo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Terkait insiden penembakan terhadap istri sendiri dan salah seorang anggota TNI.
"Kejadiannya benar, jam 8 malam kemarin," ujar Ibrahim.
Menunggu Kabar Terbaru
Sayangnya, belum ada penjelasan secara rinci terkait insiden tersebut demi membatasi isu yang rentan tersebar di telinga masyarakat. Namun pihak Polri dan TNI sudah berkoordinasi untuk mencegah terjadinya konflik.
"Kita agak membatasi informasinya. Apalagi terkait dengan motifnya, modusnya. Masalahnya, masalah kepekaan ini kita jaga. Karena rentan sekali isu-isu begini," papar Ibrahim.
Anggota Polisi Diperiksa
Saat ini pelaku penembakan, seorang polisi tersebut masih menjalani pemeriksaan. Guna mengetahui motif menembak istri sendiri dan anggota TNI, yang tidak disebutkan namanya.
"Anggotanya sudah diamanin di provost," ucap Ibrahim.
Korban Menjalani Perawatan
Beruntunglah kedua korban penembakan tersebut bisa selamat dan sudah menjalani perawatan medis.
"Semuanya selamat, mudah-mudahan mereka bisa sembuh lah. Dalam perawatan di rumah sakit semua," kata Ibrahim.
Merajut Solidaritas TNI POLRI
Guna meredam insiden penembakan menjadi isu yang berkembang, pihak TNI sudah melakukan koordinasi secara baik-baik. Pertemuan bersama Pangdam, Kapolda, dan Kapolres untuk tetap menjaga solidaritas TNI dan Polisi.
"Pihak TNI dengan kita sudah koordinasi, baik Pangdam dengan Pak Kapolda sudah berkoordinasi untuk meredam situasinya juga Pak Kapolres sama Pak Dandim," kata Ibrahim.
Konflik TNI dan Polisi Sebelumnya
Konflik antara abdi negara TNI dengan Polisi pernah terjadi sebelumnya di Tapanuli Utara, tepatnya di Jalinsum Desa Salangkitang, Pahae Jae.
Keributan antara Danki A Yonif 123/RW Kapten Inf Ridwan dengan Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot Soala Gogo Nababan, Kamis (27/2).
Berawal saat Ridwan melintas di daerah kemacetan, usai bertugas dari tugas dari Mako Yonif 123/RJW di Tapanuli Selatan. Adanya kecelakaan tunggal yang menganggu lalu lintas, Ridwan berencana mengambil jalan pintas.
"Anggota kita ini kelihatannya buru-buru mengambil jalur pintas dengan melawan arah. Inilah yang menyebabkan kesalahpahaman yang berefek pada kejadian ini," ucap Mayjen Sabrar.
Kapolsek Pahae Jae Ngaku Ditampar TNI
Sempat bersitegang antara Ramot dan Ridwan. Kapolsek Pahae Jae, Ramot mengaku sudah ditampar oleh Ridwan. Warga sekitar yang tahu ikut mengamuk.
Ridwan segera diamankan oleh Personel Koramil 25/Pahae dari amukan masa. Akhirnya Ramot dan Ridwan dimediasi oleh Babinsa Ramil 25/Pahae Jae.
Personel TNI pukuli polisi dan rusak mapolsek di Tapanuli Utara ©2020 Merdeka.com
Tindak Tegas Anggota yang Bersalah
Panglima Kodam I Bukit Barisan, Mayjen Sabrar Fadhilah segera memeriksa setiap personel yang terlibat dalam insiden tersebut. Dia juga akan bertindak tegas pada anggota yang bersalah.
"Nantinya akan berkelanjutan pada proses hukum yang tepat, tentunya berdasarkan pemeriksaan," kata Sabrar menegaskan.
Setelah melalui mediasi dan jalur damai dilakukan terhadap pihak-pihak terkait, untuk saling meminta maaf.
"Alhamdulillah sudah selesai. Yang melakukan sudah bertemu dengan yang dianiaya dan sudah meminta maaf," tambahnya.
Solidaritas Demi Keutuhan NKRI
Kapolda Sumut Martuani telah menugaskan Kabid Propam Polda Sumut untuk melihat lokasi kejadian. Sedangkan Pangdam I Bukit Barisan memerintahkan Komandan Pomdam dan Assintel ke sana. Dia berharap sesama abdi negara, meski beda seragam tetap sama-sama NKRI demi merajut solidaritas.
"Mudah-mudahan ke depan kita bisa merajut soliditas TNI Polri. Baju yang kita kenakan ini hanya warnanya saja yang berbeda karena sebenarnya kita NKRI," tutupnya. (mdk/kur)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya
Kapolda telah menyampaikan permohonan maafnya kepada TNI
Baca Selengkapnya"Komandan wilayah Polda Papua Barat dan TNI telah bertemu untuk komunikasi dan menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik,"
Baca SelengkapnyaKapolda Papua Barat Irjen Johnny Eddizon Isir menegaskan situasi sudah kondusif usai bentrok aparat di Pelabuhan Sorong.
Baca SelengkapnyaBentrok bermula dari teguran prajurit TNI kepada anggota Brimob di lokasi
Baca SelengkapnyaSehingga, Agung menegaskan tidak perlu bagi KPK memandang dalam operasi senyap atau OTT takut informasinya bocor.
Baca SelengkapnyaBentrokan antara anggota Brimob Polri dan prajurit TNI Angkatan Laut (AL) di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, telah diredam.
Baca SelengkapnyaBelum diketahui apa motif dari dua anggota tersebut yang ikut dalam aksi penyerangan tersebut.
Baca SelengkapnyaMabes Polri angkat suara terkait insiden pengeroyokan yang dilakukan sejumlah anggota Brimob terhadap seorang anggota TNI di Sumut.
Baca SelengkapnyaPanglima perintahkan dua jenderal periksa anggota TNI yang geruduk Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara.
Baca SelengkapnyaLima prajurit TNI terluka akibat bentrok yang terjadi di ruang tunggu keberangkatan pelabuhan Kota Sorong
Baca SelengkapnyaSebuah video memperlihatkan anggota TNI dan Polisi nyaris adu jotos, akhirnya damai setelah dua komandan turun tangan.
Baca SelengkapnyaBentrokan Brimob dengan TNI AL diredam melalui proses mediasi para pimpinan Polri dan TNI
Baca Selengkapnya