20 Kata-kata Mutiara untuk Pendosa, Penuh Makna dan Menyentuh Hati
Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Baik dosa yang dilakukan secara sengaja ataupun tidak disengaja. Sebagai makhluk Allah yang dibekali dengan akal dan pikiran, dosa tersebut harus segera diobati dengan bertaubat. Caranya dengan istighfar memohon ampunan kepada Allah SWT dan tidak mengulangi lagi dosa yang dilak
Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa. Baik dosa yang dilakukan secara sengaja ataupun tidak disengaja. Sebagai makhluk Allah yang dibekali dengan akal dan pikiran, dosa tersebut harus segera diobati dengan bertaubat. Caranya dengan istighfar memohon ampunan kepada Allah SWT dan tidak mengulangi lagi dosa yang dilakukan.
Banyak dosa kerap membuat seseorang bisa berputus asa. Namun yakinlah jika Allah Yang Maha Pengampun akan mengampuni dosa yang dilakukan asalkan dengan bertaubat.
Berikut 20 kata-kata mutiara untuk pendosa yang penuh makna dan menyentuh hati. Ini ulasannya seperti dilansir mutiaraislam dan dari berbagai sumber.
1. "Sangat normal jika kita penuh dosa dan penuh dengan kekurangan, yang menjadi masalah adalah saat kita berhenti menyesali dosa-dosa yang kita lakukan dan tidak bertaubat kepada Allah."
2. "Aku malu saat dianggap baik padahal aku adalah pendosa yang hebat hanya saja Allah sedang menutup aibku."
3. "Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya." – (Q.S Az-Zumar: 53)
4. "Tangisan taubat seorang pendosa lebih Allah cintai daripada tasbihnya seorang yang sombong." -Ibnu Qayyim
5. "Salah satu dosa terburuk adalah seseorang yang menganggap remeh dosanya." – Abu Bakar As-Siddiq
6. "Dosa-dosamu boleh jadi sebesar kapal, tapi jangan pernah lupa bahwa rahmat Allah lebih besar daripada lautan."
7. "Kamu begitu banyak berbuat dosa dan Allah masih tetap baik kepadamu. Bayangkan jika kamu baik, rahmat dan kebaikan seperti apa yang akan Allah berikan kepadamu." – Ali bin Abi Thalib
8. "Kamu berbuat dosa? Allah akan mengampuni. Kamu khawatir? Allah yang memegang kendali. Kamu merasa sendirian? Allah selalu bersamamu." – Dr. Bilal Philips
9. "Setan tidak menang ketika kamu berbuat dosa, tapi setan meraih kemenangan ketika kamu berpikir bahwa Allah tidak akan mengampunimu."
10. "Perbuatan dosa yang membuatmu sedih dan menyesal lebih disukai oleh Allah daripada amalan baik yang membuatmu menyombongkan diri." – Ali bin Abi Thalib
11. Jika suatu malam kamu melihat seseorang berbuat dosa, keesokan harinya jangan memandangnya sebagai orang yang berdosa, mungkin saja pada malam harinya dia telah bertaubat sementara kamu tidak mengetahuinya." – Ali bin Abi Thalib
12. "Jangan meremehkan dosa kecil, karena kebakaran yang dahsyat bahkan bisa disebabkan oleh percikan api terkecil." – Ibnu Qayyim
13. Saat kita tergoda untuk berbuat dosa, ingatlah beberapa hal berikut: 1. Kematian 2. Allah sedang melihat 3. Malaikat akan mencatat."
14. "Kulihat dosa-dosaku seakan begitu besar. Tapi saat kusandingkan dengan ampunan-Mu, ternyata ampunan-Mu jauh lebih besar." – Imam Syafi’i
15. "Jauhilah perbuatan dosa karena itu menghancurkan hati, lakukanlah perbuatan baik karena itu mengundang ketenangan."
16. "Untuk bisa mendapatkan bunga paling indah, kamu harus berhati-hati menghindari duri. Begitu juga untuk sampai ke surga, kamu juga harus berhati-hati menghindari dosa." – Sheikh Ahmad Musa Jibril
17. "Semakin kuat dorongan keinginan untuk berbuat dosa, semakin besar pula pahala untuk meninggalkannya karena Allah."
18. "Jangan menganggap remeh dosa kecil, karena sesungguhnya gunung itu adalah tumpukan pasir." – Ali bin Abi Thalib
19. Surga dan neraka, keduanya diciptakan untuk orang-orang yang berbuat dosa. Surga diciptakan untuk para pendosa yang bertaubat, sementara Neraka diciptakan untuk para pendosa yang enggan bertaubat dari maksiat." – Syaikh Taufique Chaudry
20. "Sesungguhnya seorang mukmin itu memandang dosa-dosanya seakan-akan ia sedang duduk di bawah gunung dan ia khawatir gunung tersebut akan jatuh menimpanya. Sementara seorang pendosa memandang dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di depan hidung lalu ia mengusir lalat tersebut begitu saja." – Hadis