Aktivitas Merapi Meningkat, Banyak Warga Bandel dan Enggan Mengungsi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Camat Kemalang mengingatkan warga yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi agar segera mengungsi. Hal tersebut karena peningkatan aktivitas gunung berapi yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, selama lebih dari sepekan ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten melalui Camat Kemalang mengingatkan warga yang ada di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi agar segera mengungsi. Hal tersebut karena peningkatan aktivitas gunung berapi yang ada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, selama lebih dari sepekan ini.
Plt Camat Kemalang, Sudiyono mengakui selama ini masih banyak warga yang enggan mengungsi, terutama di Desa Sidorejo. Sementara di dua desa lainnya, Balerante dan Tegalmulyo, justru banyak pengungsi yang naik ke wilayah rawan atau di desanya untuk beraktivitas. Baik bertani, berladang maupun mencari pakan ternak.
Terhadap warga yang masih bandel, pihaknya terus melakukan pendekatan. Bahkan peringatan dilakukan, baik kepada kepala desa maupun warga.
"Kita sudah dari kemarin melakukan pendekatan. Petunjuk dari Pak Sekda, itu kita disuruh memberi surat peringatan (SP). Kalau ada warga yang bandel terus, itu kepala desa yang harus bertanggung jawab," ujar Sudiyono, Jumat (8/1).
Untuk tahap awal, pemerintah didampingi Muspika, BPD (Badan Permusyawaratan Desa) maupun tokoh masyarakat akan melakukan upaya persuasif. Yakni membujuk warga untuk segera mengungsi.
"Awalnya kita lakukan upaya persuasif. Tapi nanti ending-nya, setelah beberapa kali akan diberikan SP 1, SP 2 dan SP 3. Akan kita lakukan eksekusi kalau dia itu masih bandel. Kita lakukan upaya yang terakhir, tapi jangan sampai ada tindakan yang sifatnya pemaksaan," katanya.
"Untuk yang tidak mau, ya harus membuat pernyataan, berita acara, harus bertanggung jawab secara pribadi," imbuhnya menandaskan.
Dia menambahkan, pemerintah telah berupaya melakukan hal-hal yang positif sesuai dengan Peraturan Bupati No 7 tahun 2014.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut, dalam beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan. Hal tersebut ditandai dengan munculnya sinar saat malam tahun baru lalu hingga semburan lava pijar pada Selasa (5/1) malam.
Kendati demikian BPPTKG belum menaikkan status gunung berapi teraktif di Indonesia tersebut. Status Merapi yang masih siaga, membuat warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Kecamatan Kemalang, Klaten yang semula sudah mengungsi, kembali melakukan aktivitas seperti biasa.
Baca juga:
Gunung Merapi Mengeluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran dan 19 Lava Pijar
Penampakan Guguran Lava Pijar Gunung Merapi
Aktivitas Merapi Meningkat, Jumlah Pengungsi di Klaten Terus Bertambah
Gunung Merapi Keluarkan 10 Kali Guguran Lava Pijar pada Malam Jumat
Warga Klaten Masih Nekat Cari Rumput di Puncak Merapi
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Pertama, Ini Kata BPPTKG