Ayah Brigadir J ke Kuat Maruf dan Bripka RR: Lihat Sini Biar Saya Lihat Bola Matamu
Bripka RR dan Kuat Maruf sebelumnya meminta maaf kepada keluarga Brigadir J dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Bripka Ricky Rizal Wibowo alias RR dan Kuat Maruf meminta maaf kepada kedua orangtua Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Permintaan maaf itu dilakukan keduanya dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Usai keduanya meminta maaf, Samuel Hutabarat ayah dari Brigadir J memerintahkan keduanya untuk menatapnya yang saat itu masih menjadi saksi dalam persidangan.
-
Apa sanksi yang diterima Ferdy Sambo? Ferdy Sambo diganjar sanksi Pemecetan Tidak Dengan Hormat IPTDH).
-
Siapa yang memimpin Sidang Kode Etik Polri untuk Ferdy Sambo? Demikian hasil Sidang Kode Etik Polri yang dipimpin jenderal di bawah ini: As SDM Polri Irjen Wahyu Widada.
-
Siapa Fredy Pratama? "Enggak (Tidak pindah-pindah) saya yakinkan dia masih Thailand. Tapi di dalam hutan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa, Rabu (13/3).
-
Bagaimana proses Sidang Kode Etik Polri untuk Ferdy Sambo? Demikian hasil Sidang Kode Etik Polri yang dipimpin jenderal di bawah ini: As SDM Polri Irjen Wahyu Widada.
-
Apa yang dilakukan Fredy Pratama? Nur Utami berubah sejak menikah dengan pria berinisial S, yang dikenal sebagai kaki tangan gembong narkoba Fredy Pratama.
-
Dimana Fredy Pratama bersembunyi? Bareskrim Polri mengungkap lokasi dari gembong narkoba Fredy Pratama yang ternyata bersembunyi di pedalaman hutan kawasan negara Thailand.
"Buat RR dan Kuat tolong lihat ke sini, biar saya lihat bola matamu," kata Samuel dalam sidang, Rabu (2/11).
"Tolong lihat ke sini, saya berharap buat kalian berdua tadi sudah minta maaf," sambungnya.
Saat itu, Samuel ingin kedua terdakwa tidak dapat terbawa dengan arus atau skenario yang telah dibuat oleh Ferdy Sambo.
"Tapi saya berharap dan keluarga besar berharap janganlah niat berdua itu terbawa arus, paham itu?" ujar dia.
"Kalian sudah bisa baca tulis, jangan terbawa arus kalau Anda berdua terbawa arus Anda dimakan arus, paham?" tambahnya.
Kuat Maruf
Terdakwa kasus kematian Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kuat Maruf melakukan permintaan maaf kepada keluarga korban. Permintaan maaf ini dilakukan dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Yosua dan semoga almarhum Yosua diterima di sisi tuhan yang maha esa, serta keluarga besar diberi ketabahnan dan kesabaran," kata Kuat sambil bergetar di dalam sidang, Rabu (2/11).
Saat itu, ia berharap agar kasus yang menjeratnya itu dapat diproses di Pengadilan untuk menentukan perkaranya.
"Dan saya berharap biar proses pengdilan yang akan menentukan salah atau tidaknya saya," ujarnya.
Kepada keluarga, ia mengaku tidak mempunyai niatan untuk melakukan apa yang didakwa kepada dirinya dalam kasus ini.
"Karena demi Allah, saya tidak ada niat seperti yang didakwakan kepada saya," tutupnya.
Ricky Rizal
Bripka Ricky Rizal Wibowo alias RR mengungkapkan rasa penyesalannya kepada keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Hal ini disampaikannya pada saat sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Saat itu, Ricky Rizal yang didampingi kuasa hukumnya menyampaikan rasa dukanya atas meninggalnya Brigadir J.
"Mohon izin yang mulia, terima kasih, dalam kesempatan ini saya bisa ketemu langsung dengan keluarga besar almarhum Brigadir Yosua," kata Ricky Rizal, Rabu (2/11).
"Saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya abang saya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat semoga almarhum diterima di sisi Tuhan yang Maha Esa kepada keluarga diberikan kekuatan dan kesabaran," sambungnya.
Sama seperti Kuat Maruf, Ricky Rizal juga saat itu memohon maaf kepada kedua orangtua Brigadir J atas kejadian yang menimpa korban.
"Saya juga berharap kepada ibu Rosti Simanjuntak dan bapak Samuel Hutabarat serta keluarga besar almarhum Yosua untuk dapat memberikan maaf atas kebodohan dan ketidaktahuan saya pada saat terjadi situasi saat itu, terima kasih Yang Mulia," tutupnya.
(mdk/gil)