Kapolres di Sumsel Setuju Larangan Kapolri Pamer Kekayaan
Kapolres di Sumsel Setuju Larangan Kapolri Pamer kekayaan. Menurut dia, pola hidup sederhana yang paling mudah diaplikasikan misalnya menggunakan sepeda motor ke kantor. Kendaraan itu dinilai lebih efisien, baik waktu maupun biaya.
Langkah Kapolri Jenderal Idham Aziz melarang anggotanya pamer kekayaan disambut positif sejumlah kapolres di jajaran Polda Sumatera Selatan. Mayoritas pimpinan terlebih dulu merealisasikannya sebagai contoh bagi anak buahnya.
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono menuturkan, instruksi tersebut merupakan pengingat bagi aparat keamanan untuk hidup sederhana dan tidak mengumbar kekayaannya di tengah masyarakat. Dirinya mendukung penuh langkah Kapolri karena bersifat positif.
-
Apa yang dilakukan polisi kepada warga di Palembang? Penyidik menetapkan Bripka ED, pengemudi mobil Toyota Alphard putih yang viral, sebagai tersangka karena melakukan pengancaman dengan pisau terhadap warga. "Setelah kami periksa secara maraton, kami tingkatkan ke penyidikan dan sudah ditetapkan sebagai tersangka," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah, Selasa (19/12). Tersangka Bripka ED dijerat Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman paling lama satu tahun penjara.
-
Siapa yang ditangkap oleh pihak kepolisian Polrestabes Medan? Iya benar, Pelaku pembunuh Fonda sudah ditangkap. Pelaku tertangkap di daerah Binjai dan kedua kakinya ditembak karena sempat melawan petugas,"
-
Kapan gadis tersebut melapor ke polisi? Korban merupakan warga Old City, Hyderabad. Dia berjalan sendirian ke kantor polisi dua tahun lalu dan mengajukan laporan terhadap ayahnya.
-
Bagaimana polisi tersebut disekap? Saat aksi percobaan pembunuhan itu dilakukan, korban memberontak sehingga pisau badik yang dipegang pelaku N mengenai jari korban dan mengeluarkan darah. "Selanjutnya tersangka N melakban kedua kaki agar korban tidak berontak.
-
Kapan Polri mengatur pangkat polisi? Hal itu sesuai dengan peraturan Kapolri Nomor 3 Tahun 2016 tentang Administrasi Kepangkatan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
-
Apa yang dilakukan penerus para jenderal polisi? Penerus Sang Jenderal Putra para Jenderal Polisi ini mengikuti jejak sang ayah.
"Saya sendiri sepakat. Anggota polri memang harus seperti itu, memang harusnya hidup sederhana," ungkap Dwi, Selasa (19/11).
Menurut dia, pola hidup sederhana yang paling mudah diaplikasikan misalnya menggunakan sepeda motor ke kantor. Kendaraan itu dinilai lebih efisien, baik waktu maupun biaya.
"Setidaknya dimulai dari hal kecil dan nantinya terbiasa," ujarnya.
Polisi Pelindung Masyarakat
Polres Lubuklinggau, kata dia, segera menerapkan dan mengevaluasi hasilnya. Propam dan setiap pimpinan di setiap sektor akan digerakkan untuk memantau aktivitas anggotanya di dalam kedinasan maupun ruang publik.
"Nanti kita evaluasi seperti apa hasilnya, dari situ bisa kelihatan. Saya sendiri sebagai pimpinan harus menjadi contoh bagi anggota saya," kata dia.
Sementara itu, Kapolres Musi Rawas AKBP Suhendro menilai instruksi ini merupakan salah satu bentuk cerminan polisi sebagai pelindung masyarakat. Kapolri ingin menyampaikan kepada publik bahwa salah satu program prioritasnya di masa awal kepemimpinan adalah melakukan reformasi internal, reformasi kultural diantaranya.
"Ini dimaksudkan karena anggota Polri itu pelindung dan pengayom masyarakat, harus menjauhi gaya hidup hedonis juga jangan sampai buta dengan tingginya jabatan," kata dia.
"Kami harus tampil sederhana, bersahaja, tidak memandang pangkat apapun," sambungnya.
Hal senada diungkapkan Kapolres Ogan Komering Ilir AKBP Donny Eka Syaputra. Pihaknya telah mensosialisasikan surat telegram Kapolri ke jajaran agar menjadi pedoman setiap anggota.
"Kami menyambut positif dan mensosialisasikannya," kata dia.
Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur AKBP Erlintang Jaya mengatakan, pada dasarnya setiap anggota harus patuh dan taat pimpinan, terlebih aturan itu ajakan berbuat baik. Dirinya pun telah mensosialisasikan kebijakan Kapolri kepada jajarannya.
"Hidup sederhana saja, enggak baik berlebih-lebihan, sederhana sajalah," tuturnya.
Diketahui, Mabes Polri menertibkan Surat Telegram Nomor : ST/30/XI/HUM.3.4./2019/DIVPROPAM tertanggal 15 November 2019 yang berisi peraturan disiplin anggota Polri, kode etik profesi Polri dan kepemilikan barang mewah oleh pegawai negeri di Polri. Surat telegram itu ditandatangani oleh Kadivpropam Polri Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo.
Surat telegram itu menyebut bahwa Polri meminta jajarannya untuk bersikap sederhana sejalan dengan cita-cita mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih.
Berikut isi dari Surat Telegram Nomor: ST/30/XI/HUM.3.4/2019/DIVPROPAM.
1. Tidak menunjukkan, memakai, memamerkan barang-barang mewah dalam kehidupan sehari-hari baik dalam interaksi sosial di kedinasan maupun di area publik
2. Senantiasa menjaga diri, menempatkan diri pola hidup sederhana di lingkungan institusi Polri maupun kehidupan bermasyarakat
3. Tidak mengunggah foto atau video pada medsos yang menunjukkan gaya hidup yang hedonis karena dapat menimbulkan kecemburuan sosial.
4. Menyesuaikan norma hukum, kepatutan, kepantasan, dengan kondisi lingkungan tempat tinggal
5. Menggunakan atribut Polri yang sesuai dengan pembagian untuk penyamarataan
6. Pimpinan kasatwil, perwira dapat memberikan contoh perilaku dan sikap yang baik, tidak memperlihatkan gaya hidup yang hedonis terutama Bhayangkari dan keluarga besar Polri
7. Dikenakan sanksi yang tegas bagi anggota Polri yang melanggar.