Kota Ternate Dilanda Banjir
Kota Ternate dan sejumlah daerah lainnya di Maluku Utara (Malut) dilanda banjir akibat luapan air dari drainase dan kali mati, menyusul cuaca ekstrem disertai hujan dengan intensitas lebat.
Kota Ternate dan sejumlah daerah lainnya di Maluku Utara (Malut) dilanda banjir akibat luapan air dari drainase dan kali mati, menyusul cuaca ekstrem disertai hujan dengan intensitas lebat.
Prakirawan Cuaca pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Baabullah Ternate Dewi Makhrantika Madiong menyatakan, banjir di Malut itu akibat tingginya intensitas hujan sedang hingga lebat.
-
Di mana banjir di Cirebon timur terjadi? Banjir di wilayah Cirebon timur ini kemudian viral di media sosial pada Rabu (6/3). Dalam video yang beredar terlihat sejumlah karyawan kesulitan mengevakuasi kendaraan roda dua miliknya yang terparkir di area pabrik.
-
Siapa saja yang terdampak oleh banjir? Dampak banjir sangat luas dan kompleks, melibatkan aspek kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Banjir sering kali menyebabkan penyakit yang disebarkan melalui air, seperti kolera dan leptospirosis, yang dapat menyebar dengan cepat di antara populasi yang terdampak. Dari sisi ekonomi, banjir dapat menghancurkan tanaman pangan, merusak infrastruktur, dan menghentikan aktivitas bisnis, mengakibatkan kerugian finansial yang signifikan.
-
Apa saja dampak yang ditimbulkan oleh banjir? Banjir tidak hanya menghancurkan rumah dan infrastruktur, tetapi juga mengakibatkan kerugian ekonomi yang signifikan. Pertanian, yang sangat bergantung pada kondisi cuaca, sering kali paling terdampak.
-
Bagaimana rahang tentara Bizantium dijahit? Tindakan medis tersebut mampu menyatukan dua fragmen besar rahang.
-
Bagaimana Tari Petake Gerinjing menggambarkan bencana banjir? Salah satu contoh gerakannya yaitu kain yang bergoyang-goyang menyerupai gelombang air. Gerakan tersebut seolah-olah menggambarkan kondisi banjir bandang saat itu.
-
Siapa yang menangani banjir di Jakarta? Dia menjelaskan, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat. "Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," ujar dia.
Menurut dia, berdasarkan pantauan angin di lapisan 3.000 feet, terdapat angin konvergen di wilayah Malut diakibatkan adanya palung yang terbentuk di Samudera Pasifik sebelah timur laut Malut dan Typhoon “CHANTU” (980 HPA, MAX 65KT) di bagian utara semakin menjauhi wilayah Filipina.
"Kondisi tersebut diiringi dengan tingginya anomali suhu muka laut sebesar 1 - 3 °C di wilayah perairan Malut dan adanya gelombang tipe low frequncy di Wilayah Malut," ujarnya dilansir Antara, Rabu (15/9).
Selain itu, nilai kelembapan udara (RH) di wilayah Maluku Utara pada lapisan 850mb, 700mb dan 500mb berkisar antara 80-100% serta nilai SOI yang cukup signifikan (+8.0) juga mempengaruhi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia Timur cukup signifikan.
Kondisi tersebut yang menyebabkan terbentuknya awan konvektif (Cumulonimbus) yang mengakibatkan terjadinya hujan sedang hingga lebat di wilayah Malut.
Oleh karena itu, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini oleh MEWS BMKG Ternate sebanyak dua kali dalam grup media sosial, baik whatsApp maupun facebook menyusul hujan deras sejak pukul 13.50 wit dan di update pkl 15.55 WIT yang berlangsung hingga 18.25 WIT
Dia menyebut, respons lanjut oleh penerima peringatan dini, yaitu meneruskan informasi BMKG kepada anggota yang sedang bertugas untuk meningkatkan kewaspadaan dan dalam tindakan penanganan kejadian.
BMKG juga meminta masyarakat untuk tetap tenang, namun terus waspada dengan terus memonitor perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca melalui berbagai kanal, di antaranya website www.bmkg.go.id, media sosial facebook Stamet Sultan Baabullah Ternate atau BMKG Malut, instagram @bmkg_malut maupun melalui youtube BMKG Malut, Aplikasi mobile phone INFO BMKG yang dapat diinstal dari Play Store atau Apple Store.
Dia menambahkan, apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat lagi, masyarakat diminta untuk menjauh dari tubuh air, misal sungai, pantai, danau, embung dan waduk, serta dari lereng rawan longsor.
Selain itu guna mencegah terjadinya banjir semakin memburuk pada waktu berikutnya, masyarakat disarankan untuk bekerja sama membersihkan saluran irigasi di setiap kelurahan.
Untuk Kota Ternate sendiri, banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terpantau dari citra radar dan satelit yang terjadi sejak pukul 15.00 wit hingga pukul 17.00 wit pada Selasa (14/9) sore di Kota Ternate dengan lokasi kejadian, seperti Kampung Pisang, Pasar Gamalama dan Pasar Higienis/pasar tradisional setelah terjadi banjir.
Sementara dampak berdasarkan laporan warga, banjir menggenangi jalan raya dan masuk ke rumah dan pertokoan warga setempat dan mengganggu akses jalan raya serta kerugian ekonomi yang belum bisa ditaksir besarannya.
Baca juga:
Banjir di Kepulauan Yapen dan Nabire Papua, Jembatan Terputus
Palangka Raya Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Banjir
BMKG Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorolofi di 4 Provinsi
18 Bencana Terjadi di Tasikmalaya dalam Dua Hari
48 Desa di Wajo Sulawesi Selatan Terendam Banjir