Koalisi Jokowi minta Setnov gantikan Fadli pimpin rapat RUU Pemilu
Koalisi Jokowi minta Setnov gantikan Fadli pimpin rapat RUU Pemilu. Partai-partai pendukung pemerintah menilai jalannya sidang di bawah kepemimpinan Fadli berjalan lamban dan berlarut-larut. Pihaknya mendoakan Novanto untuk kuat memimpin rapat meski baru saja ditetapkan tersangka kasus e-KTP oleh KPK.
Partai-partai pendukung pemerintah akan meminta Ketua DPR Setya Novanto mengambil alih rapat paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu dari tangan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Ada sekitar 6 partai yang mengupayakan Novanto menjadi Ketua Umum, di antaranya PDIP, Golkar, NasDem, Hanura, PPP, dan PKB.
"Kalau sekarang yang pimpin Pak Setnov. Pak Setnov, kemudian di paripurna kita minta Pak Setnov untuk pimpin," kata Sekretaris Fraksi Partai Hanura Dadang Rusdiana di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).
Dadang mengatakan partai-partai pendukung pemerintah menilai jalannya sidang di bawah kepemimpinan Fadli berjalan lamban dan berlarut-larut. Pihaknya mendoakan Novanto untuk kuat memimpin rapat meski baru saja ditetapkan tersangka kasus e-KTP oleh KPK.
"Tadi kan enggak beres-beres. Kalau Pak Setnov saya sampaikan Pak Setnov mohon diberikan kekuatan dan kesabaran makanya dia kuat sekarang," ujarnya.
4 Partai yakni PAN, PKS, Gerindra, dan Demokrat meminta rapat paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu ditunda hari Senin (20/7). Dadang menganggap permintaan itu karena Gerindra dan Demokrat memiliki kepentingan di Pemilihan Presiden 2019.
Sebab, Gerindra berencana kembali mengusung Ketua Umum Prabowo Subianto. Kemudian, Demokrat berambisi mengusung Agus Harimurti Yudhoyono. Oleh karenanya, kata Dadang, perdebatan soal ambang batas pencalonan presiden akan sulit menemukan titik temu.
"Sulit mereka. Mereka enggak akan bisa. Pak Prabowo itu kan firm 0 persen, Demokrat juga sama. Demokrat punya kepentingan Agus Yudhoyono. Sulit. Makanya ini mau dibolak-balik enggak akan ketemu," tegasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menegaskan dirinya akan tetap memimpin rapat paripurna tersebut. "Saya masih pimpinan," ujarnya.