Mantan relawan siap beri data kecurangan Teman Ahok ke KPK
Richard mengaku curiga dengan dana operasional Teman Ahok yang tidak ada habisnya.

Sekelompok orang mengaku bekas relawan membeberkan sejumlah kecurangan yang dilakukan Teman Ahok dalam mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Mereka juga mengaku curiga dengan dana operasional organisasi tersebut yang jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar.
Richard, mantan relawan Teman Ahok, mengungkapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprindik) untuk memeriksa Teman Ahok. Bahkan, mereka siap membeberkan sejumlah data operasional milik Teman Ahok.
"Kami berani ungkap ini karena sudah bicara dengan KPK. Kami siap berikan keterangan apabila dibutuhkan pihak berwenang, ada dana sekian terindikasi dari reklamasi. Mereka melakukan penyangkalan bahkan menantang untuk pembuktian, itu terserah mereka," ujar Richard saat menggelar konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (22/6).
Richard mengaku curiga, sebab Teman Ahok dalam menjalankan aktivitasnya seakan tidak pernah kehabisan dana. Padahal biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, seperti upah bagi para pengumpul KTP, hingga membayar fasilitas-fasilitas lainnya.
"Kalau kita hitung-hitung bisa lebih Rp 2,5 miliar, gampang kok matematikanya, belum ditambah fasilitas rekan-rekan, koran berapa? Biaya operasional berapa?" pungkasnya.
Baca juga:
Eks relawan bongkar borok Teman Ahok kumpulkan KTP
PDIP sayangkan cara Teman Ahok galang dukungan KTP
Taufik sebut duit miliaran Teman Ahok dari jual kaos dongeng belaka
'Jika ada aliran dana ke Teman Ahok, Basuki lakukan 2 pelanggaran'
Jika diminta KPK, PPATK siap cek transaksi Rp 30 M ke Teman Ahok