Perkembangan Tubuh Batita Ternyata Berhubungan dengan Perkembangan Otak
Dokter spesialis anak Ahmad Suryawan meminta orangtua memerhatikan pertumbuhan fisik anak. Selain berat badan, perhatikan juga lingkar kepala dan tinggi badan terutama pada bayi di bawah tiga tahun (batita).
Pertumbuhan anak terutama pada tiga tahun pertama sangat penting bagi perkembangannya di masa mendatang. Pertumbuhan tinggi badan ini tak hanya berhubungan dengan kesehatan namun juga dengan perkembangan kognitif.
Dokter spesialis anak Ahmad Suryawan meminta orangtua memerhatikan pertumbuhan fisik anak. Selain berat badan, perhatikan juga lingkar kepala dan tinggi badan terutama pada bayi di bawah tiga tahun (batita).
"Studi para ahli membuktikan bahwa lambatnya pertumbuhan tinggi badan pada anak usia 12 sampai 36 bulan mempunyai kaitan dengan skor kognitif dan prestasi sekolahnya," kata dokter yang akrab Wawan ini.
"Anak yang lebih tinggi cenderung mempunyai skor kognitif yang lebih tinggi. Kemampuan kognitif ini termasuk kemampuan untuk berpikir dan memecahkan masalah," sambungnya.
Untuk bisa meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak harus didukung dengan nutrisi yang lengkap dan seimbang.
"Usia ini menjadi kunci utama untuk memaksimalkan fungsi otak. Apabila nutrisi tersebut terpenuhi dengan baik hingga batas usia 6 tahun maka otak akan menghasilkan hormon dengan baik untuk kepentingan fungsi fisik dan reproduksinya nanti," katanya.
Namun, tak cuma nutrisi saja, perlu stimulasi eksternal juga agar anak tumbuh kembang dengan baik.
"Selain kebutuhan nutrisi, anak juga perlu mendapatkan stimulasi eksternal dari orang tua untuk mengasah kemampuan motorik melalui gerak-gerak yang disesuaikan dengan kebutuhannya," tandas Wawan.
Reporter: Dian Kurniawan
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Terlalu Overprotektif pada anak Bisa Buat Perkembangan Terhambat
Perhatian dan Pembentukan Mental pada Anak Bisa Bantu Mereka Atasi Bullying
7 Makanan yang Bisa Membantu Tinggi Anak Bertambah Pesat
Pastikan Anak Mengonsumsi Makanan Kaya Omega-3 Pada Seribu Hari Pertama
Begini Cara Hentikan Kebiasaan Mengisap Jempol pada Anak
Sederet Tanda yang Ditunjukkan Tubuh Ketika Kamu Kekurangan Zat Besi
Ini Penyebab Bayi Memiliki Kebiasaan Mengisap Jempol