Fungsi Hormon Progesteron Pada Wanita dan Pria, Bantu Sistem Reproduksi
Fungsi hormon progesteron pada wanita dan pria sangat penting guna mendukung perkembangan organ reproduksi.

Fungsi hormon progesteron pada wanita dan pria sangat penting guna mendukung perkembangan organ reproduksi. Dalam tubuh, terdapat beberapa hormon yang membantu menjalankan beberapa fungsi tubuh. Seperti hormon estrogen dan progesteron.
Keseimbangan kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh amatlah penting bagi manusia. Jika jumlah kedua hormon ini terlalu rendah atau terlalu tinggi, baik pada wanita maupun pria, maka dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Namun, pada pria biasanya kadar hormon progesteron dalam tubuhnya cenderung lebih rendah dibanding wanita.
Pada wanita, hormon progesteron juga memiliki fungsi yang sangat penting. Salah satunya mengatur siklus menstruasi. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat dari hormon progesteron? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari Hellosehat dan berbagai sumber, Rabu (22/12/2021):
Apa itu Hormon Progesteron?
Sebelum membahas tentang hormon progesteron, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian tentang hormon. Hormon sendiri merupakan zat kimia dalam tubuh yang membantu mengoordinasikan berbagai fungsi tubuh.
Yang dimaksud fungsi tubuh meliputi metabolisme, pertumbuhan, perkembangan, emosi, suasana hati, waktu tidur, tekanan darah, hingga sistem reproduksi.
Di dalam tubuh manusia, ada berbagai macam hormon yang memiliki fungsi masing-masing. Salah satunya ialah progesteron. Pada wanita, hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal dan korpus luteum, yaitu kelenjar endokrin sementara di ovarium yang diproduksi tubuh setelah ovulasi.
Fungsi Hormon Progesteron Pada Wanita
Berikut adalah fungsi-fungsi dari hormon progesteron pada wanita:
1. Atur Siklus Menstruasi dan Pembuahan
Fungsi hormon progesteron yang pertama ialah mengatur siklus menstruasi. Di tengah siklus menstruasi, tubuh memproduksi hormon luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH) untuk mendukung proses pelepasan sel telur (masa ovulasi) dari folikel ovarium.
Setelah sel telur dilepaskan, korpus luteum terbentuk dan mulai memproduksi progesteron. Pada fase ini, fungsi hormon progesteron adalah membantu mempersiapkan tubuh wanita untuk berjaga-jaga jika ada potensi kehamilan.
Progesteron bekerja dengan cara menebalkan dinding rahim (endometrium) untuk menerima sel telur yang telah dibuahi oleh sperma. Bersamaan dengan hal itu, progesteron juga memberi pesan pada tubuh agar tidak berovulasi.
Bila tidak ada pembuahan yang terjadi (tidak hamil), korpus luteum akan rusak dan kadar progesteron akan menurun. Perubahan ini kemudian memicu terjadinya menstruasi kembali.
Namun, ketika terjadi kehamilan maka tubuh akan memproduksi prosgesteron tingkat tinggi yang menyebabkan tubuh tidak berovulasi. Ini yang membuat wanita berhenti menstruasi selama kehamilan.
2. Melancarkan Menstruasi
Wanita yang memiliki kadar progesteron rendah akan mengalami siklus menstruasi yang tidak normal. Progesteron yang rendah juga dikaitkan dengan ketidaksuburan. Ini karena tidak adanya progesteron tidak akan lingkungan yang tidak tepat untuk telur yang dikandung untuk tumbuh. Wanita yang memiliki kadar progesteron rendah dan berhasil hamil berisiko lebih tinggi mengalami keguguran atau persalinan prematur.
3. Menyusui
Progesteron merupakan hormon yang dapat melancarkan produksi ASI. Progesteron membantu merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI yang akan digunakan untuk menyusui bayi.
Pada bulan kelima atau keenam kehamilan, payudara mampu memproduksi ASI sepenuhnya. Seperti pada masa pubertas, estrogen mengontrol pertumbuhan saluran, dan progesteron mengontrol pertumbuhan tunas kelenjar.
4. Seksualitas
Hormon progesteron ternyata juga bisa memengaruhi hasrat seksual pada wanita. Biasanya, terjadi pada sebelum dan sekitar ovulasi. Pada masa itu, tingkat hormon progesteron, estrogen, dan testosteron wanita juga sedang meningkat.
5. Masa Pubertas
Bersama hormon estrogen, progesteron juga berperan pada perkembangan seksual di masa pubertas (remaja). Hal ini termasuk perkembangan payudara, pelebaran panggul, peningkatan aktivitas kelenjar keringat dan kelenjar minyak di kulit, serta pertumbuhan bulu di kemaluan dan ketiak.
Fungsi Hormon Progesteron Pada Pria
Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa hormon progesteron juga ada pada tubuh pria. Hanya saja, kadarnya tidak setinggi yang dimiliki oleh wanita. Kadar progesteron dalam tubuh pria terbilang rendah. Meski demikian, hormon ini tetap memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu membantu proses spermiogenesis guna mematangkan sperma.
Progesteron juga berperan dalam proses pembentukan testosteron. Fungsi lain dari hormon ini pada pria adalah memengaruhi sistem saraf pusat dan kekebalan tubuh, serta merangsang penambahan berat badan dan nafsu makan.
Cara Meningkatkan Hormon Progesteron
Pada wanita, hormon progesteron memang sangat penting demi menunjang perkembangan sistem reproduksi. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merangsang pertumbuhan hormon tersebut, di antaranya:
1. Mengendalikan Berat Badan
Berat badan berlebih disebut dapat memicu tubuh menghasilkan hormon lain, seperti estrogen menjadi lebih tinggi. Hal ini tentu dapat memicu ketidakeseimbangan rasio dengan progesteron.
2. Kelola Stres
Stres dapat merangsang tubuh menghasilkan hormon kortisol atau hormon stres. Hal ini juga memicu ginjal mengubah hormon seperti progesteron menjadi kortisol. Maka dari itu, Anda harus mampu mengetahui cara mengendalikan stres.
3. Olahraga Secukupnya
Olahraga merupakan aktivitas yang sebenarnya sangat baik untuk tubuh. Hanya saja, apabila berlebihan, olahraga dapat memberikan efek bumerang bagi kesehatan. Olahraga berlebihan malah dapat memicu stres pada tubuh yang akan menghasilkan hormon stres.
4. Menggunakan suppositoria
Cara meningkatkan hormon progesteron lainnya adalah menerima suppositoria progesteron. Suppositoria akan dimasukkan ke tubuh wanita melalui vagina. Suppositoria progesteron juga disebutkan memberikan efek lain, yakni meningkatkan kesehatan jaringan di rahim dan berperan dalam masa kehamilan.
Selain mencoba beberapa cara meningkatka hormon progesteron, ada beberapa makanan yang disebut mampu meningkatkan produksi hormon tersebut, seperti:
- Brokoli
- Kubis
- Bunga kol
- Kale
- Kacang-kacangan
- Labu
- Bayam
- Biji-bijian serealia utuh