Kementerian BUMN Usul PLN Dapat PMN Rp8,2 Triliun di 2022
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT PLN sebesar Rp 8,2 triliun di tahun 2022. Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan, PMN ini ditujukan untuk membantu struktur keuangan dan struktur modal PLN.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) untuk PT PLN sebesar Rp 8,2 triliun di tahun 2022. Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan, PMN ini ditujukan untuk membantu struktur keuangan dan struktur modal PLN.
"Karena dalam beberapa tahun mendatang kurang lebih akan ada 20 GW yang akan masuk ke sistem PLN terutama yang berasal dari IPP (independent power producer/produsen listrik swasta)," ujar Pahala dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI secara daring, Kamis (8/7).
Selain itu, PLN juga mendapatkan penugasan untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di 5 destinasi pariwisata super prioritas, yaitu Danau Toba, Likupang, Labuan Bajo, Borobudur dan Mandalika. Pengembangan ini membutuhkan dana sebesar kurang lebih Rp 800 miliar.
Lalu, PLN juga akan mengembangkan jaringan transmisi dan distribusi untuk gardu listrik dan smart grid, mengingat dalam beberapa tahun mendatang, pembangunan dan pengembangan pembangkit akan didorong berbasis energi baru dan terbarukan (EBT).
"Hal ini tentunya membutuhkan pengembangan smart grid, karena sifat dari pembangkit EBT yang intermitensinya tinggi. Oleh karena itu kita usulkan tambahan PMN Rp 8,2 triliun," kata Pahala.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
BNI Diusulkan Dapat PMN Rp7 Triliun di 2022
Erick Thohir Usul PMN Rp72 Triliun untuk 12 BUMN di 2022
Menteri Erick Ingin Penugasan BUMN Bebas Kepentingan Politik
Menteri Erick: Setiap Rupiah Modal Negara Harus Akuntabel, Transparan dan Efektif
Direksi dan Komisaris BUMN Terancam Kena Sanksi Jika Langgar Regulasi soal PMN
Kemenkeu: Penyertaan Modal ke BPUI Bukan Semata-mata untuk Menyelamatkan Jiwasraya