Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

10 Minuman Tradisional yang Populer di Musim Hujan

10 Minuman Tradisional yang Populer di Musim Hujan Ilustrasi angsle. ©Shutterstock

Merdeka.com - Musim hujan seperti sekarang ini identik dengan udara dingin. Tubuh jadi rentan penyakit. Paling enak menyeruput makanan panas berkuah atau minuman hangat.

Hujan yang mengguyur deras hampir setiap hari juga membuat makanan yang dijual para pedagang kaki lima laris manis. Terutama yang berupa minuman hangat, baik yang modern maupun racikan resep tradisional.

Apa saja minuman hangat tradisional yang laris manis di musim hujan? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Wedang Tahu

ilustrasi wedang tahu

Ilustrasi wedang tahu Shutterstock

Di beberapa daerah jajanan ini disebut kembang tahu atau tahwa. Tetapi di Semarang ia lebih populer dengan nama wedang tahu. Wedang tahu terdiri dari tahu sutera yang disajikan hangat dengan kuah jahe.

Wedang tahu sebenarnya merupakan hidangan peranakan, versi Indonesia dari kuliner Tionghoa bernama tauhue.

2. Wedang Uwuh

ilustrasi wedang uwuh

Ilustrasi wedang uwuh Instagram/mjsetiabudi

Minuman ini merupakan salah satu kuliner khas Yogyakarta. Penampilannya mirip dengan bir pletok asal Betawi. Tetapi wedang uwuh disajikan tanpa disaring. Rempah-rempah daun dan batangan yang ikut disajikan dalam gelas membuatnya tampak seperti uwuh (sampah). Biasanya dijual di angkringan juga.

3. Bajigur

ilustrasi bajigur

Ilustrasi bajigur Instagram/prtwiayud

Bajigur adalah minuman khas dari tanah Sunda. Minuman yang terbuat dari gula aren, kopi, dan santan ini biasa dijajakan di gerobak kaki lima. Selain menjual bajigur, biasanya tersedia juga minuman bandrek, kacang, singkong, ubi, dan pisang yang direbus serta jajanan ringan lain.

4. Angsle

ilustrasi angsle

Ilustrasi angsle Shutterstock

Angsle merupakan sajian sejenis kolak asal Malang. Makanan ini biasanya dijual pada malam hari saja. Satu porsi angsle terdiri dari isian yang beragam. Antara lain ketan, kacang hijau, putu mayang, potongan roti, mutiara, dan pacar cina.

Kuahnya terbuat dari santan yang sudah direbus bersama pandan dan vanili. Kadang ditambahkan pula jahe. Beberapa pedagang juga melengkapinya dengan serabi atau kolang-kaling.

5. Sarabba

ilustrasi sarabba

Ilustrasi sarabba Instagram/arhy_saputra96

Kalau orang Sunda punya bajigur, Makassar punya sarabba. Minuman penghangat tubuh asli Bugis ini merupakan salah satu jajanan murah-meriah khas pinggir jalan di Makassar.

Bahan-bahannya mirip dengan bajigur, tetapi lebih kaya rempah. Beberapa pedagang sarabba bahkan menambahkan hingga sembilan macam rempah untuk menambah aroma dan sensasi hangatnya.

Kadang sarabba juga disajikan bersama telur mentah. Telur ayam kampung dimasukkan ke dalam gelas, lalu diguyur sarabba yang masih panas. Untuk teman bersantap biasanya disediakan pula aneka gorengan.

6. Bir Pletok

ilustrasi bir pletok

Ilustrasi bir pletok Instagram/callista.food

Kalau yang satu ini birnya orang Betawi. Meskipun namanya bir, tetapi minuman ini sama sekali tak mengandung alkohol. Minuman ini memang disajikan seperti bir yang hobi diminum para penjajah Belanda saat udara dingin, tetapi bahan penghangatnya terbuat dari 100 persen rempah-rempah. Warna merahnya berasal dari kayu secang.

7. STMJ

ilustrasi stmj

Ilustrasi STMJ Instagram/njajan.tulungagung

STMJ merupakan singkatan susu, telur, madu, dan jahe. Minuman ini cukup mudah ditemukan di berbagai tempat di Malang. Adanya komposisi jahe pada minuman ini membuatnya dapat langsung menghangatkan tenggorokan dan perut ketika diminum. Ditambah lagi bahan dasarnya yang dari susu membuatnya tak hanya sekedar menghangatkan saja, namun juga membuat perut yang keroncongan menjadi terisi dan menepis hawa dingin.

8. Teh Talua

ilustrasi teh talua

Ilustrasi teh talua Instagram/makan.donk

Teh talua atau teh telur adalah minuman khas yang konsep penyajiannya mirip dengan teh tarik asal Malaysia. Selain sebagai penghangat tubuh, teh talua juga berfungsi sebagai minuman penambah tenaga. Minuman ini bisa dijumpai di restoran-restoran Padang. Biasanya disajikan bersama potongan jeruk nipis. Ada pula yang ditambahkan campuran pinang muda.

9. Ronde

ilustrasi ronde

Ilustrasi ronde 2017 Merdeka.com/Febrianti Diah Kusumaningrum

Ronde merupakan salah satu wedang atau minuman tradisional khas Jawa. Rasanya merupakan perpaduan dari pedas dan manis terutama jika diseruput ketika masih panas. Sama seperti pada STMJ, adanya jahe membuat minuman satu ini dapat menghangatkan tubuh. Isiannya terdiri dari kuah jahe, kacang, serta bola-bola ketan yang berisi gula merah dan menjadi ciri khas dari minuman satu ini.

10. Bandrek

ilustrasi bandrek

Ilustrasi bandrek Instagram/taukotembung

Selain bajigur, urang Sunda juga punya bandrek sebagai minuman hangat di saat cuaca dingin. Bahan utama minuman ini adalah jahe dan gula merah. Kadang dilengkapi juga dengan berbagai rempah seperti merica, pandan, atau serai. Susu, kelapa kerok, dan telur ayam kampung juga bisa ditambahkan ke dalam minuman ini untuk meningkatkan khasiatnya.

Nah, demikian uraian singkat mengenai aneka minuman tradisional khas musim hujan. Boleh dicoba kalau Anda sedang menginginkan sajian hangat.

(mdk/tsr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP