Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Becce Laung, kudapan 'usil' tapi istimewa

Becce Laung, kudapan 'usil' tapi istimewa Becce Laung. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Penganan khas Bugis Makassar ini unik. Buat menikmatinya harus didampingi teh, kopi, atau paling tidak air putih. Sebab, hidangan akrab dijadikan camilan dalam segala suasana ini rawan membikin orang tersedak.

Itulah Becce Laung, nama kudapan itu dalam bahasa Bugis. Namun, warga Makassar lebih mengenalnya dengan nama sakko-sakko, yang artinya tersedak.

Becce Laung berbahan dasar beras. Cukup 200 gram, ditambah 1/4 kelapa muda, dihilangkan kulit arinya, dan diparut memanjang, serta satu sendok teh garam. Cara membuatnya, beras itu mesti direndam semalaman, tiriskan, lalu giling hingga halus. Kemudian masukkan parutan kelapa dan garam buat menambah rasa, dan campur hingga merata.

Lantas, adonan itu disangrai hingga warnanya kecoklatan, dan wujudnya sudah seperti butiran-butiran. Sebab, beras giling atau tepung itu membungkus parutan-parutan kelapa. Angkat, lantas sajikan bersama gula pasir. Jangan ketinggalan teh, kopi, atau air putih buat berjaga-jaga sebelum tersedak.

Fajar Djuanda, salah seorang warga Makassar pengusaha katering Marasa mengatakan, Becce Laung ini tahan lama. Bahkan, anak-anak kuliah era 1990-an kerap menjadikannya bekal kembali ke kota setelah pulang kampung.

Karena mampu bertahan lama itu juga, kata Fajar, Becce Laung kerap dijadikan bekal oleh jamaah haji tempo dulu. Saat itu perjalanan ke tanah suci masih menggunakan kapal laut. Apalagi pelayaran buat berhaji memakan waktu.

"Sebenarnya hampir semua daerah di Indonesia punya panganan seperti Becce Laung ini. Misalnya Betawi dan Sunda, hanya saja penamaannya berbeda. Soal nama Becce Laung sendiri dari versi Bugisnya, tidak ada kisah pastinya. Mungkin saja karena biasanya yang membuat panganan ini perempuan, sehingga dinamakan Becce, karena Becce dalam bahasa Bugis itu artinya perempuan atau gadis. Sementara kata Laungnya itu artinya lama. Mungkin karena panganan ini tahan lama atau awet. Sementara dari versi bahasa Makassar dengan nama Sakko-sakko, yang artinya kesedak, karena jika menikmatinya memang orang kerap kesedak," tutur Fajar.

Menurut Fajar, ada trik lagi buat menikmati Becce Laung itu.

"Jangan hirup udara lewat hidung kalau lagi menyuapi Becce Laung ini. Bisa-bisa tepungnya ikut terhirup," kata Fajar. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP