Hindari Membuang Lima Bahan Dapur Ini ke Wastafel agar Saluran Tidak Tersumbat
Kenali lima jenis bahan yang sebaiknya tidak dibuang ke wastafel dapur untuk menjaga saluran air tetap bersih, lancar, dan bebas dari bau.

Pernahkah Anda mengalami masalah wastafel yang tersumbat dan mengeluarkan bau tidak sedap? Salah satu faktor utama yang menyebabkan hal ini adalah kebiasaan membuang berbagai bahan dari dapur ke saluran air secara sembarangan. Bahan-bahan seperti minyak, ampas kopi, sisa makanan, serta kulit buah dapat menumpuk di dalam pipa dan berpotensi menyebabkan penyumbatan yang serius. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya akan mengakibatkan aliran air yang terhambat, tetapi juga memunculkan bau tidak sedap yang bisa mengganggu kenyamanan.
Selain itu, masalah ini dapat berujung pada biaya perbaikan yang cukup tinggi. Berdasarkan informasi yang dirangkum oleh Merdeka.com dari berbagai sumber pada Kamis, (27/3/2025), penting untuk mengetahui bahan-bahan yang sebaiknya tidak dibuang ke wastafel dapur agar tetap bersih dan lancar. Mari kita simak daftar lengkapnya di bawah ini!
Minyak dan Lemak Sisa Gorengan Menjadi Penyebab Utama Tersumbatnya Pipa
Minyak akan tampak cair ketika dalam keadaan panas, tetapi setelah mendingin, ia akan mengeras dan menempel di dalam pipa. Penumpukan lemak ini dapat mengakibatkan aliran air terhambat, bahkan berpotensi menyebabkan penyumbatan total.
Solusi: Sebaiknya, kumpulkan minyak dalam wadah yang tertutup dan buang dengan cara yang aman, atau daur ulang minyak tersebut untuk digunakan sebagai lilin atau sabun.
Ampas Kopi Mungkin Tampak Sepele, Tetapi Sebenarnya Memiliki Potensi Risiko yang Signifikan

Ampas kopi memiliki sifat yang tidak larut dalam air, sehingga cenderung menggumpal di saluran pembuangan. Ketika ampas kopi bercampur dengan minyak atau lemak, kondisi ini bisa semakin memperparah masalah penyumbatan.
Solusi: Anda dapat memanfaatkan ampas kopi sebagai pupuk untuk tanaman atau sebagai scrub alami yang efektif. Dengan cara ini, Anda tidak hanya mencegah penyumbatan, tetapi juga memberikan manfaat tambahan bagi lingkungan dan kebersihan rumah.
Serpihan Kulit Telur dapat Menyebabkan Terjadinya Penyumbatan
Kulit telur dapat terakumulasi bersama lemak dan sabun, sehingga membentuk gumpalan keras di dalam pipa saluran. Selain itu, bagian dalam kulit telur yang licin juga dapat menempel pada saluran air, menyebabkan penyumbatan.
Solusi: Anda bisa menghancurkan kulit telur dan memanfaatkannya sebagai pupuk untuk tanaman atau sebagai pakan untuk burung.
Makanan Bertepung yang Menyerap Air Meliputi Nasi, Tepung, dan Pasta

Tepung, nasi, dan pasta memiliki kecenderungan untuk menyerap air dan menjadi lengket, sehingga dapat membentuk massa padat di dalam pipa. Apabila bahan-bahan ini sering dibuang ke wastafel, maka akan mengendap dan sulit larut dalam air.
Solusi: Sebaiknya, buang sisa makanan yang mengandung tepung ke tempat sampah atau gunakan sebagai pakan ternak.
Kulit Buah dan Sayuran Dapat Menutupi Serta Menyumbat Saluran
Beberapa bahan seperti kulit pisang, kentang, jeruk, dan serat sayuran seperti seledri dapat menyumbat pipa. Akibatnya, aliran air menjadi melambat dan berpotensi menyebabkan penyumbatan total.
Solusi: Manfaatkan kulit buah dan sayuran tersebut untuk dijadikan kompos atau pakan hewan.
Risiko Limbah Dapur yang Menumpuk di Saluran Air
Penyumbatan pada saluran pembuangan dapat mengakibatkan air meluap serta menimbulkan aroma tidak sedap. Penumpukan limbah dapur dapat menarik berbagai hama, seperti kecoa dan tikus, yang tentunya akan mengganggu kenyamanan rumah.
Apabila pipa mengalami penyumbatan yang parah, perbaikan yang diperlukan bisa sangat mahal. Oleh karena itu, menjaga kebersihan saluran pembuangan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan agar masalah ini tidak terjadi.
Berikut Adalah Beberapa Cara Efektif untuk Mencegah Wastafel Tersumbat
Cara mencegah wastafel tersumbat:
- Gunakan saringan pada wastafel untuk menangkap sisa-sisa makanan dan limbah kecil.
- Pastikan untuk membersihkan pipa secara berkala menggunakan air panas atau kombinasi cuka dan baking soda.
- Selain itu, hindarilah menuangkan minyak serta lemak ke dalam wastafel agar tidak terjadi penyumbatan.
Dengan menerapkan kebiasaan baik ini, Anda dapat menjaga saluran pembuangan tetap bersih dan berfungsi dengan baik.
Pilihan Ramah Lingkungan untuk Mengatasi Limbah Dapur
Daur ulang minyak bekas dapat dimanfaatkan untuk membuat lilin atau sabun. Selain itu, sisa makanan juga bisa digunakan sebagai pakan ternak atau bahan untuk membuat kompos.
Dengan memanfaatkan limbah dapur, kita dapat membuat eco-enzym yang berguna untuk berbagai kebutuhan rumah tangga. Melalui langkah-langkah ini, kita berkontribusi dalam mengurangi jumlah limbah dan menjaga kelestarian lingkungan.