Bawa Pesan untuk Pemimpin, Ini Sejarah Seni Munding Ki Bowang yang Kesohor di Ciamis

Merdeka.com - Di Dusun Banjarwaru, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terdapat kesenian sarat makna bernama Munding Ki Bowang. Dalam setiap pertunjukannya, Munding Ki Bowang berupaya mencontohkan agar para pemimpin bisa mengayomi masyarakatnya.
Kesenian turun temurun itu ternyata begitu kesohor di Ciamis. Di sejumlah acara lokal, Munding Ki Bowang selalu ditampilkan masyarakat Banjarwaru dengan meriah. Bersamaan dengan ini, warga juga turut mengiringi permainan munding dengan menggunakan alat musik tradisional.
Salah satu warga sepuh di Dusun Banjarwaru, Warjid mengatakan jika kesenian ini merupakan penggambaran dari sosok Ki Bowang yang dahulu dikenal sebagai pahlawan di dusun tersebut.
“Menurut cerita orang-orang dulu, di Banjarwaru ada sosok pahlawan yang bernama Aki Bowang. Beliau dikenal oleh warga Banjarwaru sebagai tokoh pintar dan sakti mandraguna” terangnya, mengutip YouTube Dewa Art, Rabu (28/9).
Asal Usul Munding Ki Bowang
Kesenian Munding Ki Bowang ©2022 YouTube Kawali Keren/Merdeka.com
Menurut masyarakat Banjarwaru, kesenian ini terinspirasi dari sosok bernama Bowang yang dahulu begitu dihormati. Selain memiliki kesaktian, sosok yang biasa dipanggil Ki Bowang tersebut juga memiliki kepedulian antar sesama termasuk kondisi lingkungannya.
Di suatu masa, Ki Bowang mendapati kabar jika Dusun Banjarwaru diserang oleh sejumlah munding (dalam bahasa Sunda artinya kerbau) yang mengamuk ke wilayah pemukiman.
Masyarakat di sana tidak ada yang berani menanganinya. Dengan kemampuan yang dia punya, akhirnya Ki Bowang berinisiatif untuk menjinakkan kerbau-kerbau yang ngamuk tersebut.
Ki Bowang pun memiliki senjata untuk menjinakkan kerbau itu, dengan menggunakan ‘leugeut’ atau semacam getah tumbuhan yang amat lengket. Pembuatan leugeut itu dilakukan oleh masyarakat, atas arahan dari Ki Bowang.
Bawa Pesan untuk Pemimpin
Setelah kerbau-kerbau itu tidak berdaya, Ki Bowang kemudian menyembelih kerbau-kerbau itu dan membagikannya kepada masyarakat sekitar. Disebutkan warga Banjarwaru, Ki Bowang memiliki kepedulian akan kondisi warganya, termasuk fakir miskin. Pembagian daging ini diharapkan bisa membantu mereka.
“Ki Bowang begitu peduli kepada fakir miskin, itu dagingnya dibagikan ke masyarakat sedangkan dia hanya memakan jeroannya saja” ujar sesepuh Banjarwaru, Ilyas.
Saat ini, kesenian ini dimaknai oleh masyarakat bahwa terjaganya keamanan dan kenyamanan dalam suatu tatanan sosial dapat tercipta berkat jasa pemimpin yang peduli terhadap masyarakatnya.
Hal ini juga didukung oleh seluruh masyarakat yang juga bisa bergotong royong, demi menjaga keutuhan dan kesejahteraan bersama.
Penampilan Kesenian Munding Ki Bowang
Merujuk kanal YouTube Kawali Keren, pertunjukan Munding Ki Bowang akan diawali dengan tari-tarian oleh warga yang berdandan ala petani dan seakan tengah berada di sawah.
Kemudian secara tiba-tiba muncul rombongan kerbau yang berjalan beriringan dan langsung mengamuk di sana. Semakin cepat iringan musik, rombongan kerbau itu semakin berontak tidak terkendali.
Di saat suasana yang genting, muncul sosok Ki Bowang yang kemudian membawa pecut dan mencoba menenangkan kerbau-kerbau hingga akhirnya keadaan bisa dikendalikan.
Para penari sendiri mereka akan mengenakan pakaian tradisional khas Jawa Barat, dan yang laki-laki akan memakai baju khas pemuda Sunda. Warga turut antusias menyaksikan penampilan Munding Ki Bowang, dan saat ini kesenian tersebut telah menjadi agenda pariwisata rutin di Kabupaten Ciamis. (mdk/nrd)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya