Tak semua orang minat hijrah ke Jakarta

Merdeka.com - Fenomena urbanisasi kerap terjadi di Jakarta pasca musim mudik lebaran. Para pemudik membawa sanak saudara mereka dari kampung halaman untuk menjajal peruntungan di Ibu kota. Namun, ternyata ada juga warga luar daerah yang tak berminat mengadu nasib di Jakarta.
Wawan (23) salah satu pemudik yang baru saja kembali dari Tulungagung, mengatakan saudara dan teman-temannya tak tergiur datang ke Jakarta karena merasa betah di kampung halamannya. Apalagi tidak ada jaminan mereka akan mendapatkan pekerjaan yang baik.
"Enggak (tidak membawa sanak saudara) dia pada malas enakan di kampung. Kalau mau kerja disini juga belum ada lowongannya," kata Wawan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (29/6).
Sejalan dengan Wawan, menurut Nila (40), warga Ciledug yang baru saja kembali dari Malang, keluarga dan temannya enggan hijrah lantaran padatnya penduduk di Jakarta. Terlebih lagi, lapangan pekerjaan tersedia cukup banyak di Malang.
"Ya mereka lebih betah di kampung. Di Jakarta kan ramai, panas lagi. Lagian di Malang juga nyari kerja engga susah-susah banget," terangnya.
pantauan medeka.com, pemudik yang kembali dari kampung halaman sudah mulai memadati gerbang kedatangan stasiun Senen, Jakarta Pusat, sejak pukul 10.30 WIB.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya