Dikenal Angker, Ternyata Begini Isi Rumah Tua di Kaliurang

Merdeka.com - Di obyek Wisata Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, ada sebuah rumah tua yang terkenal angker. Dari luar, rumah tua itu sudah menunjukkan kesan horror.
Cat bangunannya banyak yang telah mengelupas. Beberapa bagian telah ditumbuhi lumut dan tumbuhan merambat. Lokasinya pun sedikit tersembunyi jauh dari jalan.
Dilansir dari kanal YouTube Joe Kal, bangunan itu dikenal dengan nama Pesanggrahan Sarjanawiyata Kaliurang. Menurut cerita yang beredar di kalangan masyarakat, tempat itu pada awalnya didirikan pada zaman Belanda sebagai villa tempat peristirahatan.
Setelah Belanda angkat kaki dari Indonesia, bangunan itu diambil alih oleh Kraton Yogyakarta dan digunakan sebagai balai pertemuan. Namun, sejak masih aktif digunakan, bangunan itu terkenal angker.
“Penampakan-penampakan di sini sudah ada sejak rumah ini masih aktif digunakan sebagai villa. Jadi kadang di sini ada suara-suara seperti hentakan sepatu, suara orang mandi, penampakan noni Belanda, dan sebagainya,” ungkap Sukisman, penjaga pesanggrahan yang dikutip dari YouTube Trans7 Official.
Lalu seperti apa potret bagian dalam bangunan itu? Berikut selengkapnya:
Terdiri Dari Dua Lantai
©Youtube TRANS 7
Bangunan Pesanggrahan Sarjanawiyata terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah, terdapat dua buah kamar dan sebuah ruang tamu. Sementara itu di lantai atas terdapat satu buah kamar.
Pada salah satu kamar di lantai bawah, terdapat beberapa ranjang bertingkat yang terbuat dari kayu. Lantai satu dan lantai dua itu sendiri terhubung dengan tangga dengan pegangan yang sudah berkarat dan lantai tangga yang licin.
Ruangan dan Balkon di Lantai Dua
©Youtube TRANS 7
Di lantai dua, terdapat ruangan yang cukup luas dan sebuah balkon yang berada di luar ruangan. Menurut Sukisman, ruangan luas itu dulunya dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan.
Pada salah satu sudut ruangan yang luas itu, terdapat sebuah kursi kayu dengan rangka besi yang sudah rusak. Kursi itu seolah menjadi satu-satunya benda yang teronggok sendirian di ruangan yang luas itu.
Tempat Paling Menyeramkan
©Youtube TRANS 7
Di lantai dua, ada satu kamar tidur dan satu kamar mandi yang berada dalam satu ruangan. Kamar itu menjadi kamar yang paling lembab dan paling pengap di antara kamar-kamar lainnya di bangunan itu.
Sementara itu, kamar mandi di dalam ruangan itu juga sudah dipenuhi lumut. Menurut Sukisman, ruangan itulah yang menjadi ruangan paling menyeramkan di bangunan itu.
“Di sini biasanya ada penampakan orang mandi dan noni Belanda. Selain itu di tangga menuju lantai dua juga suka terdengar suara hentakan sepatu,” kata Sukisman.
Tidak Digunakan Pasca Erupsi Merapi
©Youtube TRANS 7
Sukisman bercerita, bangunan itu sempat direnovasi pada tahun 1985. Namun sejak 1994, bangunan itu tidak lagi digunakan karena erupsi Gunung Merapi. Letusan gunung yang cukup kuat membuat beberapa bagian di rumah ini mengalami kerusakan.
“Orang tua saya dulu berprofesi sebagai penjaga villa ini. Dulunya villa ini dimiliki oleh dr. Sutomo, seorang dokter gigi asal Yogyakarta. Sekarang rumah ini beralih ke seorang pemilik yang juga sebagai penyelenggara sebuah universitas swasta di Yogyakarta,” kata Sukisman dikutip Merdeka.com dari YouTube Trans7 Official pada Senin (27/7). (mdk/shr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya