Fungsi Mikrotubulus pada Hewan dan Tumbuhan, Simak Penjelasannya

Merdeka.com - Mikrotubulus adalah organel sel di dalam sitoplasma berbentuk silender panjang dan berongga. Mikrotubulus sendiri memiliki diameter luar sekitar 25 nm dan diameter panjang 12 nm, yang terdiri dari molekul-molekul bulat protein yang disebut tubulin.
Adapun struktur dan fungsi mikrotubulus diatur oleh sekelompok protein yang dikenal sebagai Microtubule Associated Protein (MAPs). Di mana protein ini mengatur panjang pendeknya mikrotubul, susunan mikrotubul, dan fungsi-fungsi mikrotubul. Selain itu, mikrotubulus akan bertindak sebagai sabuk pada conveyer di dalam sel, uang akan membantu memindahkan butiran, vesikel, sel organel mitokondria dan kromsom melalui protein lampiran khusus.
Secara umum, fungsi mikrotubulus adalah untuk mempertahankan bentuk pada sel dan berperan di pergerakan sel. Selain itu, ada beberapa fungsi mikrotubulus lainnya yang penting untuk diketahui. Berikut fungsi mikrotubulus dan penjelasannya yang dilansir dari Microscope Master:
Menganal Struktur Mikrotubulus
©2020 Merdeka.com/ Wikimedia Commons
Seperti yang sudah diketahui, mikrotubulus adalah komponen sitoskeleton yang berbentuk seperti tabung. Mikrotubulus sendiri disusun oleh heterodimer alpha dan beta tubulin berupa struktur linier yang disebut dengan protofilamen.
Struktur dinding tabung mikrotubulus disusun oleh 13 protofilamen yang membentuk struktur silinder. Di mana struktur silinder tersebut memiliki diameter bagian luar 25 nm, sedangkan diameter bagian dalam 15 nm.
Selain itu, setiap mikrotubulus juga memiliki polaritas, yaitu ada ujung positif (+) dan negatif (-) sebagai tempat penambahan heterodimer untuk menambah panjang sioskeleton, sedangkan ujung negatif tertanam dalam struktur seperti cincin yang disusun oleh gamatubulin.
Fungsi Mikrotubulus
wikipedia.org
Salah satu fungsi mikrotubulus yang paling utama adalah sebagai struktural dalam sel dengan melibatkan banyak proses seluler, seperti mitosis, sitoknesis, dan vesikular. Saat bergerak ke mitosis, proses ini akan difasilitasi oleh sub kelompok mikrotubulus yang dikenal sebagai mikrotubulus astral.
Selain itu, ada beberapa fungsi mikrotubulus lainnya yang penting untuk diketahui. Berikut fungsi mikrotubulus dan penjelasannya, di antaranya sebagai berikut:
Mendukung Transportasi Bahan
Fungsi mikrotubulus adalah untuk mendukung transportasi bahan yang merupakan komponen utama dari flagel, silia, dan benang gelondong sel selama pembelahan. Mikrotubulus berperan penting dalam pembelahan sel karena setiap kromsom bergerak ke kutukan sumbing yang diikat oleh spindel mitosis yang dibuat terhadap mikrotubulus.
Tak hanya itu, fungsi mikrotubulus juga sebagai saluran untuk aliran bahan sitoplasma dalam sel yang merupakan komponen struktural silia dan flagela. Maka dari itu, mikrotubulus berperan penting dalam motilitas dan mendukung pergerakan kromsom selama pembelahan terhadap sel.
Penentu Arah Gerak Sel
Mikrobultus berperan penting dalam pergerakan sel, terutama dalam mengerahkan pergerakan sel dengan polimerisasi dan depolimerisasi serta sebagai pembentuk alat gerak silia dan flagela.
Salah satu gerakan yang dilakukan sel adalah crawling movement. Crawling movement dari sel mamalia seperti fibroblast pada jaringan ikat, tergantung pada kemampuannya untuk memanjangkan dirinya. Hasil pemanjangan tersebut, nantinya akan membentuk lamellipodia dan menempel pada permukaan subrstrat.
Penyusun Silia dan Flagela
Fungsi mikrotubulus selanjutnya, yaitu sebagai penyusun silia dan flagela. Dalam eukariota, susunan khusus mikrotubula bertanggung jawab untuk menggetarkan silia dan flagela.Ada banyak organisme eukariotik uniseluler yang bergerak di air dengan bantuan silia dan flagela, salah satunya sperma hewan. Di mana silia muncul dalam jumlah banyak pada permukaan sel. (mdk/jen)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya