Akhirnya Bebas dari Penjara, Ini Kisah Pilu di Balik Kasus Rey Utami

Merdeka.com - Pada 2019 lalu, ada sebuah kasus yang melibatkan beberapa nama selebritas Tanah Air. Publik lebih mengenalnya dengan kasus ‘Ikan Asin’. Kasus itu bermula dari video kolaborasi Galih Ginanjar bersama Rey Utami dan Pablo Benua yang diunggah di kanal Youtube-nya.
Dalam video tersebut, Galih Ginanjar yang merupakan mantan suami dari Fairuz Arafiq, terdengar mengatakan hal-hal tak pantas mengenai sang mantan istri. Ia terdengar seolah menghina sang mantan istri.
Video tersebut viral dan menyebar di media sosial. Akhirnya, Fairuz merasa tak terima dan melaporkan hal tersebut ke polisi. Hingga akhirnya, ketiganya divonis bersalah dan harus mendekam di penjara.
Usai menjalani masa tahanan selama 16 bulan penjara, akhirnya Rey Utami dapat menghirup angin segar. Saat menjadi bintang tamu di sebuah acara talkshow yang dibawakan oleh Ruben Onsu, ia menceritakan kisah pilu di balik kasus yang menyeretnya itu. Penasaran? Simak kisah berikut:
Banyak Pelajaran yang Bisa Dipetik
©2020 Merdeka.com/youtube Trans TV
Di awal perbincangan, Ruben Onsu pun menanyakan apa pelajaran yang di dapatnya dari kasus ‘Ikan Asin’ yang menyeretnya tersebut. Rey Utami mengatakan banyak hal yang bisa ia ambil dari adanya kasus tersebut.
“Banyak ya yang pasti. Terutama harus lebih hati-hati lagi memilih narasumber, memilih editor. Karena kan ini aku divonis bersalah karena menjadi pembawa acara yang memfasilitasi narasumber untuk melakukan sebuah tindakan pidana,” jawabnya.
Berusaha Menjadi Lebih Baik
Tak hanya itu, Rey Utami juga mengaku ingin menjadi sosok yang lebih baik dari sebelumnya. Apalagi, kini ia telah memutuskan untuk berhijab.
“InsyaAllah aku akan berusaha jadi orang yang lebih baik lagi. Apa lagi kan sekarang aku udah pake hijab ya,” ucapnya.
Kisah Pilu
©2020 Merdeka.com/youtube Trans TV
Rey Utami juga menceritakan kisah pilu di balik kasus yang menyeretnya. Berada di penjara selama 16 bulan membuatnya susah bertemu sang buah hati.
“Rindu banget. Apalagi lagi pandemi gini kan nggak ada besukan. Jadi ya kalau kangen cuma bisa cium bajunya,” tutur Rey Utami.
Print Foto Agar Sang Anak Tak Lupa
©2020 Merdeka.com/youtube Trans TV
Rey Utami pun menceritakan bahwa saat ia masuk tahanan, buah hatinya masih sangat kecil. Ia bahkan meminta keluarganya untuk mencetak fotonya agar sang anak tak lupa dengan mamanya.
“Anak aku di rawat keluarga. Bahkan aku minta sama keluarga buat ngeprint foto aku. Biar dia inget terus sama wajah mamanya. Jadi pas aku keluar nggak lupa. Saat aku masuk tahanan masih umur dua tahun. Jadi, mau nggak mau harus stop asi. Karena memang SOP-nya nggak boleh bawa bayi masuk ke dalem,” ucapnya sambil menahan tangis. (mdk/asr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya