Penyebab Sering Kencing, Kenali Bahayanya Bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Merdeka.com - Sering buang air kecil atau kencing dapat mengganggu rutinitas normal seseorang, mengganggu siklus tidur, dan menjadi tanda-tanda beberapa gangguan kesehatan. Gejala sering kencing bisa mengindikasikan beberapa kondisi kesehatan yang lebih serius.
Sebenarnya ada banyak kondisi yang menyebabkan sering kencing. Beberapa di antaranya didasarkan pada usia, jenis kelamin atau keduanya.
Penyebab sering kencing yang berlebihan dapat dibagi menjadi beberapa sub kategori. Yang pertama terkait dengan peningkatan volume total produksi urin (juga dikenal sebagai poliuria).
Kedua, terdapat disfungsi dalam berkemih dimana ada masalah dengan penyimpanan dan pengosongan urin. Akhirnya, mungkin ada inkontinensia urin di mana ada kehilangan urin yang tidak disengaja.
Sering kencing mungkin merupakan gejala diabetes atau dapat terjadi akibat obat-obatan seperti diuretik. Jika frekuensi kencing meningkat di malam hari, hal itu dapat disebut sebagai nokturia (harus buang air kecil di malam hari).
Banyak wanita hamil juga mengalami peningkatan kebutuhan untuk kencing. Berikut adalah beberapa penyebab sering kencing yang harus Anda ketahui.
Mengenal Kondisi Sering Kencing
Kencing atau buang air kecil adalah cara tubuh membuang cairan limbah. Urin mengandung air, asam urat, urea, dan racun serta limbah yang disaring dari dalam tubuh.
Ginjal memainkan peran penting dalam proses ini. Urin tetap berada di kandung kemih sampai mencapai titik penuh dan keinginan untuk buang air kecil. Pada titik ini, urin dikeluarkan dari tubuh.
Kebanyakan orang buang air kecil antara 6 dan 7 kali selama 24 jam. Frekuensi buang air kecil dapat didefinisikan sebagai kebutuhan untuk buang air kecil lebih dari 7 kali dalam jangka waktu 24 jam sambil minum sekitar 2 liter cairan.
Di beberapa titik atau fase dalam hidup Anda, seperti selama kehamilan, Anda mungkin perlu buang air kecil dengan lebih sering. Sering buang air kecil bisa merupakan gejala normal dari sesuatu seperti kehamilan dan biasanya berlalu setelah melahirkan.
Namun, penyebab sering kencing atau buang air kecil dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan lainnya yang lebih serius seperti diabetes, sindrom kandung kemih yang terlalu aktif, ISK atau masalah prostat.
Penyebab Sering Kencing
Buang air kecil adalah proses yang kompleks, melibatkan berbagai aktivitas di sistem tubuh. Berbagai perubahan dapat membuat sistem saluran kemih lebih aktif.
Penyebab sering kencing bisa jadi berbasis pada gaya hidup, seperti minum terlalu banyak cairan setiap hari. Terutama jika minuman yang dikonsumsi mengandung kafein atau alkohol.
Namun, penyebab sering kencing juga bisa menjadi tanda masalah ginjal atau ureter, masalah kandung kemih, atau kondisi medis lainnya. Seperti diabetes mellitus, diabetes insipidus, kehamilan, atau masalah kelenjar prostat.
Penyebab sering kencing lainnya meliputi:
Gejala yang Harus Diwaspadai
Salah satu gejala utama poliuria adalah sering buang air kecil. Jika muncul gejala lain, maka sebaiknya Anda berobat ke dokter.
Sementara itu, nocturia adalah kebutuhan untuk buang air kecil di malam hari, selama siklus tidur. Ini bisa menjadi gejala diabetes insipidus atau diabetes mellitus.
Gejala lain yang mungkin perlu perhatian lebih lanjut termasuk:
Jika ada gejala lain, atau jika frekuensi buang air kecil sampai memengaruhi aktivitas dan kualitas hidup Anda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Karena, sering kencing dapat mengindikasikan infeksi ginjal. Jika tidak diobati, hal ini dapat merusak ginjal secara permanen.
Selain itu, bakteri yang menyebabkan infeksi berpotensi memasuki aliran darah, menginfeksi area lain dari tubuh.
Cara Mengatasi Sering Kencing
Beberapa penyebab sering kencing telah dijelaskan di atas. Kini, Anda bisa mulai untuk melakukan langkah pencegahan agar frekuensi buang air kecil tidak berubah menjadi sesuatu yang serius. Caranya, mulai dengan makan makanan bergizi seimbang dan pertahankan gaya hidup aktif.
Anda juga perlu membatasi asupan alkohol dan kafein dan memotong makanan yang bisa mengiritasi kandung kemih atau bertindak sebagai diuretik, seperti cokelat, makanan pedas, dan pemanis buatan.
Makan makanan berserat tinggi juga bisa membantu mengurangi sembelit. Ini secara tidak langsung dapat meningkatkan aliran urin melalui uretra, karena rektum sembelit dapat memberikan tekanan pada kandung kemih, uretra, atau keduanya. (mdk/edl)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya