Jaga rasa di Jagakarsa

Merdeka.com - Letaknya di pojok selatan Jakarta dan berbatasan dengan Depok, Jawa Barat. Tempat paling tersohor di daerah itu adalah Setu Babakan dan Ciganjur. Setu Babakan diketahui sebagai pusat budaya Betawi, sedangkan Ciganjur dikenal lantaran nama mendiang presiden keempat Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur.
Jagakarsa begitu orang menyebut. Wilayah ini merupakan salah satu Kecamatan di Jakarta Selatan. Jagakarsa menaungi Kampung Kandang, Kampung Ciganjur, Kampung Cipedak, Kampung Srengseng Sawah, Kampung Kelapa Tiga, dan Kampung Jagakarsa.
Tamin, penduduk asli setempat, bercerita Jagakarsa diambil dari nama seorang panglima utusan dari Raja Mataram Sultan Agung. Dia adalah Raden Tubagus Jagakarsa Surobinangun. Raden Jagakarsa mendiami Jagakarsa dan menikahi puteri Kerajaan Padjajaran. Dari perkawinan itu, Raden Jagakarsa memiliki dua putra, yaitu Raden Mas Mohammad Kahfi dan Raden Mas Aria Kemang Yudhanegara.
Nama tengah Raden Surobinangun kemudian menjadi cikal bakal nama Jagakarsa. "Kalau tanya nenek-nenek di sini atau orang tua di sini pasti bilangnya Jaga Raksa. Maklum, orang Betawi suka potong huruf," kata Tamin saat berbincang dengan merdeka.com di kediamannya, Gang Keramat, Senin kemarin. Tamin merupakan juru kunci ke-12 makam keramat Jagakarsa.
Nama anak Raden Jagakarsa, Mohammad Kahfi, kini menjadi nama jalan mulai dari Ciganjur hingga Lenteng Agung. Jalan Mochamad Kahfi I terletak di Ciganjur hingga Cipedak menuju Tanah Baru, Depok. Sedangkan Jalan Mohamad Kahfi II menghubungkan Cipedak hingga Lenteng Agung melintasi Kampung Srengseng Sawah.
Tidak ada catatan kapan Raden Jagakarsa hijrah ke daerah itu. Menurut Tamin, berdasarkan cerita dari sesepuhnya dulu, Raden Jagakarsa mulai membangun wilayah di selatan Jakarta itu dari Kampung Kandang hingga Sawangan, Depok, pada 1526. Lalu pada 1550, putranya, Raden Mas Mohammad Kahfi, dilantik sebagai adipati. Mohammad Kahfi memiliki wilayah dari Kampung Kandang hingga kawasan Tanah Baru, Kota Depok.
Konon Mohammad Kahfi memiliki singgasana di pinggiran Srengseng Sawah. Keraton itu berada kebun sancang dan sekarang di sana berdiri Universitas Indonesia. "Kabarnya dia punya kantor, nah itu adanya di hutan UI. Tapi bekas-bekasnya saat UI dibangun nggak ada," ujarnya.
Sancang adalah tanaman berdaun kecil agak bulat berwarna hijau serta tebal mengkilap. Pohon sancang biasanya di jadikan bonsai.
Muin, 66 tahun, kelahiran Jagakarsa membenarkan nama kampungnya diambil dari Raden Tubagus Jagakarsa Surobinangun. Nama kampungnya itu dikenal dengan nama Jaga Raksa berarti tempat aman. "Raksa artinya kan aman," kata Muin saat ditemui di Jalan Belimbing, tepat di depan kantor Kelurahan Jagakarsa.
Namun Tamin punya arti lain soal nama Jagakarsa. Menurut cerita turun temurun, Jagakarsa bermakna menjaga perasaan. Istilah pesan sesepuh dulu untuk saling menjaga perasaan agar tidak menyakiti orang lain. "Kalau kita menyakiti orang akan berbalik. Jadi kita kudu jaga perasaan," kata Tamin.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya