Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cerita lengkap mahasiswi Indonesia tewas tenggelam di Jerman

Cerita lengkap mahasiswi Indonesia tewas tenggelam di Jerman Mahasiswa asal Malang yang tewas di Jerman. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Shinta Putri Dina Pertiwi (26), seorang WNI asal Malang tewas tenggelam saat berenang di Danau Trebgas Badesse, Bayreuth, Bavaria, Jerman. Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke Indonesia keesokan harinya, setelah urusan administrasi diselesaikan.

Shinta yang berkuliah di Universitas Bayreuth, Jerman meninggal dunia Kamis (9/8). Korban menempuh pendidikan jurusan kedokteran di Universitas Leipzig, sebelum kemudian melanjutkan konsentrasi pendidikan spesialis forensik di Universitas Bayreuth

Berikut cerita lengkap mahasiswa Indonesia yang tewas tenggelam di Jerman:

Korban dan teman-temannya akan berenang

Sebelum ditemukan tewas, korban awalnya bersama-sama temannya berenang. Ada seorang teman korban tidak ikut berenang. Saksi khawatir setelah dua jam menunggu korban tak juga terlihat. Akhirnya saksi melaporkan kejadian tersebut pada petugas, sebelum dilanjutkan ke kepolisian setempat.

Rabu (8/8) pukul 16.30 atau Kamis waktu Indonesia, kepolisian mulai melakukan pencarian hingga pukul 01.30 dini hari, tetapi tidak membuahkan hasil. Jenazah ditemukan keesokan harinya, Kamis (9/8) sekitar pukul 5 sore.

Polisi bersama KJRI Frankfurt lakukan autopsi

Setelah mendapat laporan WNI meninggal, kepolisian setempat melakukan pencarian dan autopsi jenazah. Sesuai ketentuan di Jerman, apabila jenazah meninggal selain di rumah sakit atau di rumah, maka perlu dilakukan proses autopsi sebelum jenazah dimakamkan. Semua proses itu ditangani oleh otoritas pemerintah Jerman.Selain itu, pada 10 dan 11 Agustus, KJRI Frankfurt mendatangi Bayreuth untuk menemui pihak Kepolisian dan aparat lokal serta melakukan koordinasi dengan Kantor Catatan Sipil setempat untuk memperlancar proses penerbitan surat kematian korban. Selanjutnya, KJRI Frankfurt mengunjungi apartemen korban dan menemui petugas apartemen untuk mengurus surat kematian.

Korban bisa dipulangkan ke Indonesia

Hasil autopsi yang dikeluarkan oleh pihak keamanan setempat, korban dinyatakan meninggal murni karena kecelakaan. Hasil autopsi disampaikan Selasa (14/8) pukul 15.00 WIB melalui teman-teman korban.Selanjutnya jenazah akan segera dipulangkan ke Kota Malang, dengan biaya pemulangan ditanggung oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) hingga jenazah sampai di Jakarta. Selanjutnya dari Jakarta ke Malang akan diambil alih oleh keluarga.

Almarhummah berencana menikah setelah wisuda

Almarhummah berencana wisuda pendidikan spesialis forensiknya sebelum melangsungkan pernikahannya. "Desember besok rencananya wisuda, terus mau menikah juga. Rencana seperti itu, tapi Allah berkehendak lain," kata Ummi Salamah, ibu kandung korban.Usai wisuda pendidikan spesialisnya, almarhummah Shinta juga berencana melanjutkan kuliah di jenjang doktor. Karena itu setelah nikah berencana langsung kembali lagi ke Jerman. Almarhummah berencana menikah dengan pria asal Kota Malang yang sedang menempuh pendidikan S-3 di Jerman. Pernikahan direncanakan berlangsung di Kota Malang.Calon suami Shinta semula menempuh ilmu di ITB, kemudian saat saat survei mencari tempat kuliah di Jerman dipertemukan dengan Shinta. Shinta kebetulan jadi guidenya untuk mendampingi. Keduanya penyuka klub sepak bola Arema.

(mdk/has)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP