Dendam dikeroyok, pemulung tusuk kuli panggul hingga tewas di Tanah Tinggi

Merdeka.com - Sukarta (60), akhirnya diringkus tim Reskrim Polsek Tangerang setelah berusaha kabur, usai menikam rekannya, Narna (48), kuli panggul di pasar Induk Tanah Tinggi, kota Tangerang pada Rabu (3/10) malam kemarin.
Kapolsek Tangerang (Benteng) Kompol Ewo Samono menerangkan, masih melakukan pemeriksaan terhadap kakek yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung di pasar induk Tanah Tinggi itu.
"Kami dapat laporan semalam ada penusukan yang dilakukan pelaku terhadap korbannya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh warga yang melihat, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal di RSUD Tangerang," ucap Ewo, Kamis (4/10) di Mapolsek Benteng.
Polisi yang mendapati identitas pelaku langsung melakukan pengejaran, beruntung tak sampai 24 jam, pelaku yang menancapkan pisau ke perut korbannya, berhasil diamankan.
Menurut Kapolsek, peristiwa penusukan itu, diawali rasa sakit hati pelaku terhadap korban yang merasa pernah dikeroyok pelaku dan sejumlah rekannya.
"Kejadiannya saat korban sedang beristirahat di TKP, tiba-tiba pelaku datang untuk menanyakan dirinya dikeroyok. Saat itu juga terjadi keributan korban dengan pelaku. Pelaku yang emosi mengambil pisau dan langsung menusuk perut korban, hingga korban tergeletak bersimbah darah," ucapnya.
Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya