Dua kakak beradik ditelan ombak Pantai Rantai Wulung saat mancing

Merdeka.com - Dua kakak beradik ditelan ombak Pantai Rantai Wulung, Kondang Merak, Kabupaten Malang, saat asyik memancing. Korban Dani Oktafianto (30) dan Tedi Wahyu Febrianto (22) hingga saat ini masih dalam proses pencarian.
Korban dihantam ombak besar saat sedang memancing di sebuah tebing karang. Dahsyatnya ombak membuat keduanya terjatuh dan terseret ke tengah laut.
Awalnya, kedua korban pergi memancing bersama ayahnya, Didik Junianto (55) dan saudaranya yang lain, Galuh Septiadi Wijaya (15). Namun ayah dan adik paling bontotnya itu selamat, karena saat memancing berada di sisi yang aman.
"Memang ombak pantai selatan ini sulit diprediksi, kadang tiba-tiba datang ombak besar, karakternya begitu," kata Muji Utomo, Ketua PMI Kabupaten Malang, Jumat (23/9).
Awalnya, ayah dan anak tersebut berangkat memancing bersama dari rumahnya di Jalan MT Haryono Gang 21 RT 04 RW 06 Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Mereka berangkat berboncengan mengendarai dua sepeda motor, Kamis (22/9) dini hari menuju pantai Rantewulung Desa Bandungrejo.
Sekitar pukul 06.00 WIB, rombongan tiba di Pantai Kondang Merak dan menitipkan sepedanya. Keempatnya langsung menuju Pantai Patok Rantai Wulung dengan berjalan kaki yang berjarak 1,5 Km.
Pukul 09.00 WIB, rombongan sampai lokasi tebing Patok Rantai Wulung sebelah timur. Tempat tersebut dipilih untuk memancing bersama-sama.
Karena suasana panas, dua korban pindah mencari tempat yang lebih teduh. Tetapi sekitar pukul 10.00 WIB, tiba-tiba datang ombak besar menghantam yang mereka tercerai berai.
Dua korban terjatuh ke laut dan terseret ke tengah, sementara dua lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan bebatuan.
Dua korban sempat berenang dan masih sempat berteriak minta tolong pada ayah dan adiknya. Sementara dua korban selamat juga sempat memberikan sebatang kayu untuk menyelamatkan diri.
Kedua korban selamat sempat selanjutnya ke Kondang Merak meminta pertolongan warga. Beberapa nelayan sempat membantu pencarian tetapi tidak membuatkan hasil.
Sampai dengan saat ini dua orang korban tersebut masih belum diketemukan. Korban masih dalam pencarian tim SAR yang dibantu masyarakat sekitar.
Perlu diketahui, rombongan korban tersebut masuk pantai wisata tidak menggunakan tiket alias ilegal.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya