Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda Kaltim: Kapolres jangan tutup-tutupi anggota yang terlibat narkoba

Kapolda Kaltim: Kapolres jangan tutup-tutupi anggota yang terlibat narkoba narkoba. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - BNN Provinsi Kalimantan Timur menangkap 4 terduga pengedar sabu, di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (27/1) sore lalu. Seorang di antaranya, personil Polres Kutai Timur, berpangkat Brigadir. Kapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol Priyo Widyanto meminta para Kapolres tidak menutup-nutupi personelnya yang terlibat kasus narkoba.

Dalam proses hukum yang berjalan di BNN Provinsi Kalimantan Timur, para Kapolres yang berada di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur, baik di Kalimantan Timur sendiri, maupun di Kalimantan Utara, diminta untuk menghormati proses hukum.

"Tidak usah ditutup tutupi lah saya pikir," kata Brigjen Pol Priyo, ditanya wartawan saat berada di Hotel Bumi Senyiur, Jalan Pangeran Diponegoro, Samarinda, Jumat (2/2) sore.

Pernyataan Priyo, menjawab adanya Kapolres yang membantah personel bersangkutan yang diduga terlibat kasus narkoba dan ditangani BNN Provinsi Kaltim, adalah anggotanya. "Karena sudah diperiksa, ditangani BNN, ya kita lihat saja. Kan prosesnya di BNN," sebut Priyo.

Priyo juga memastikan, siapapun personel di jajaran Polda Kalimantan Timur, hingga Polres dan Polresta, yang terlibat kasus narkoba, akan mendapatkan perlakuan hukum yang sama di mata hukum, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Jadi tidak ada pilih kasih," tegas Priyo.

Diketahui, sebelumnya, empat orang terduga pengedar sabu dibekuk petugas BNN Kalimantan Timur, di Samarinda. Seorang diantaranya driver ojek online wanita, dan seorang lagi anggota Polres Kutai Timur berpangkat Brigadir, dengan barang bukti 50,05 gram sabu. Keempatnya meringkuk di penjara BNN.

Sebagaimana disampaikan Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjen Pol Raja Haryono, keempat terduga pengedar itu dibekuk Sabtu (27/1) sore, sekitar pukul 16.30 Wita di Jalan Arif Rahman Hakim. Sebelumnya, petugas BNN mengendus, rencana transaksi sabu di Samarinda.

Keempat terduga adalah 3 warga Samarinda masing-masing driver ojek online Anita Anggreani (28), Santi Astuti (27) dan Surya Saputra. Sedangkan Brigadir Dimas Dermawan, diketahui sebagai anggota Polres Kutai Timur.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP