Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Laskar Bali dan Baladika datangi Polresta Denpasar serahkan sajam

Laskar Bali dan Baladika datangi Polresta Denpasar serahkan sajam Laskar Bali dan Baladika serahkan senjata tajam. ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Puluhan massa dari dua organisasi masyarakat besar di Bali, Baladika dan Laskar Bali, mendatangi Mapolresta Denpasar, Bali, Selasa (22/12). Mereka menyerahkan senjata tajam yang diminta oleh polisi, usai bentrokan berdarah pekan lalu.

Kedua anggota ormas itu langsung memasuki halaman Polresta, sambil dikawal ketat puluhan anggota Sabhara. Kedatangan para pria berbadan gempal ini guna memenuhi kesepakatan bersama, guna menyerahkan senjata tajam jelang Natal dan Tahun Baru.

"Ini kelanjutan di Polda Bali. Kami hanya melaksanakan ranah dari butir yang ada, yaitu penyerahan senjata yang masih dipegang masing masing ormas," kata Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Denpasar, Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana, di Mapolresta Denpasar, Selasa (22/12).

Di hadapan kedua ormas, Sudana mengatakan, pertemuan merupakan kedua kalinya itu, setelah di Mapolda Bali, supaya menjadikan mereka berdamai serta punya rasa malu bertikai sesama warga Bali.

"Tolong yah, sudah tujuh bulan saya menjabat sebagai Kapolresta. Dan ini pertemuan kalian yang ketiga kalinya, mohon ini yang terakhir," ujar Sudana.

laskar bali dan baladika serahkan senjata tajamLaskar Bali dan Baladika serahkan senjata tajam ©2015 merdeka.com/gede nadi jaya

Dikatakan Sudana, dari total senjata tajam diserahkan seluruhnya berjumlah 120 buah. Dia menambahkan, dengan adanya pertikaian berdarah pekan lalu, banyak turis lokal dan asing enggan berkunjung ke Pulau Dewata.

"Kabar yang saya dengar, dengan kejadian kemarin (Kamis lalu), banyak orang yang mau datang ke Bali akhirnya dipending dan mengalihkan turnya," ucap Sudana.

Sudana meminta supaya kedua ormas itu tidak mengulangi perbuatan mereka. "Jujur kita malu. Saya mohon dengan hormat tidak ada lagi yang seperti ini. Dampaknya luar biasa. Jangan nanti orang Bali hanya bisa berucap, tapi pelaksanaannya beda," lanjut Sudana.

Pantauan di lokasi, usai menyerahkan senjata tajam dan mendengar petuah dari Sudana, anggota ormas itu langsung membubarkan diri. Nampak di antara mereka saling bersalaman dan berpelukan. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP