Penipu modus mualaf mencari sumbangan diduga cabuli anak di bawah umur

Merdeka.com - Kepolisian Resor Metro Bekasi menjerat Imanuel Fajar Wibowo Putra, peminta sumbangan yang dituduh menyerang ustaz dengan pasal berlapis. Sebab, pria asal medan itu diduga melakukan penipuan, penculikan, dan kekerasan seksual terhadap anak.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan, tersangka melakukan penipuan dengan modus mualaf untuk mencari sumbangan ke masjid-masjid di berbagai wilayah mulai dari Pulau Sumatera, Jawa Barat, dan Jakarta. Modalnya dengan surat keterangan mualaf.
"Uang sumbangan yang didapat untuk bermain game, dan makan. Dalam sehari bisa mendapatkan uang mulai dari Rp 100 ribu sampai dengan Rp 200 ribu," kata Candra, Jumat (23/2).
Selain penipuan, kata dia, Imanuel juga dijerat dengan undang-undang perlindungan anak. Ini ditengarai, tersangka menculik WN (15), anak di bawah umur yang diajak menemani mencari sumbangan keliling masjid. WN adalah warga Tangerang, Banten yang dibawa sejak setahun dua bulan lalu.
"WN dijanjikan diberi uang setiap bulan Rp 1 juta, kemudian dibawa mencari sumbangan," kata dia.
Setiap ingin pulang, WN kata Candra, selalu dihalangi, bahkan diintimidasi. WN juga diduga mendapatkan kekerasan fisik, dan kekerasan seksual. Soalnya, tersangka diduga mengidap kelainan seksual.
Kasus itu terbongkar setelah Imanuel datang ke rumah ustaz Ridwan di Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi pada Rabu (23/2). Gara-gara tak diberi sumbangan, Imannuel mengumpat dengan kata tak sopan, sehingga santri di sana tersinggung.
Alhasil, Imanuel diamankan warga, sempat dipukuli. Bahkan, masyarakat yang terpengaruh isu penyerangan ulama oleh orang gila mengaitkan tersangka adalah orang gila, bahkan isu kebangkitan PKI. Video penangkapan itu pun viral di media sosial.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya