Protes tak kunjung diperbaiki, warga Riau tanam pohon pisang di tengah jalan rusak

Merdeka.com - Warga protes atas kondisi jalan Provinsi Riau dari arah simpang Bukit Gondrong menuju Jambatan Sultan Syarif Hasyim, Perawang, Kabupaten Siak. Kondisinya rusak berat. Meski sudah berulang kali warga berteriak meminta diperbaiki pemerintah Provinsi Riau.
"Kerusakan jalan itu terlihat dari aspal yang hilang, jalanan berlobang, dan lumpur kuning dalam timbul ke permukaan. Akibatnya, arus lalu lintas yang memanfaatkan jalur tersebut menjadi terganggu," ujar Kapolres Siak AKBP Barliansyah kepada merdeka.com, Senin (25/12).
Menurut Barliansyah, jalan rusak itu juga akan mengganggu aktivitas libur panjang dan Perayaan Natal serta menjelang tahun baru. Banyaknya kendaraan tonase besar yang melintas di jalan tersebut, juga semakin memperparah kondisi jalan.
"Tadi Dinas PU Siak sudah datang membawa batu kerikil untuk menimbun jalan yang berlobang. Kalau Dinas PU Provinsi Riau belum ada berbuat sampai sekarang," kata Barliansyah.
Barliansyah menyebutkan, Minggu sore tadi, sebuah truk besar ambles persis di tengah jalan, menyebabkan arus lalu lintas dari dua arah menjadi terhenti. Mobil masyarakat berukuran kecil harus satu per satu bergantian untuk bisa lewat.
"Sebagai bentuk protes, warga yang kesal akhirnya menanam pohon pisang di jalan yang rusak," kata Barliansyah.
Sebelum jalan tersebut semakin parah rusaknya, pihak Pemerintah Kabupaten Siak dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Turakim, sudah berusaha membantu dengan menambah batu kerikil atau sirtu, sebanyak 20 mobil. Namun, karena muatan kendaraan banyak yang overload dan hujan, jalan semakin parah rusaknya.
"Beberapa waktu lalu, anggota Polsek Tualang dan warga sekitar sudah melakukan semenisasi dengan dana iuran, di satu titik jalan yang rusak, tapi tak tahan lama, karena truck yang lewat muatannya besar," ucap Barliansyah.
Adi, salah seorang warga setempat mengatakan jalan itu baru saja dilakukan pemeliharaan oleh Dinas PU Provinsi Riau. Menurut Adi, untuk pemeliharaan itu uang rakyat yang dihabiskan sebesar Rp 10 miliar dan anggarannya masuk dalam APBD tahun 2017 ini.
"Kan di papan proyek tertulis Rp 10 Miliar. Tapi, uang sebanyak itu seperti menabur garam dalam laut saja. Soalnya, baru saja diperbaiki sudah rusak lagi," kata Adi.
Sementara itu, Kadis PU Turakim Siak, Irving Kahar, mengaku pihaknya hanya bisa membantu dan itu sudah dilakukannya dengan menimbun jalan menambah base B atau batu kerikil.
Meskipun sudah dibantu namun akibat curah hujan yang tinggi dan melintasnya kendaraan bertonase berat, jalan tersebut kembali rusak.
"Kalau untuk memperbaiki jalan itu, jelas bukan kewenangan kita. Sebab, itu jalan provinsi," ucap Irving.
Terpisah, Kadis PU Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto saat dikonfirmasi merdeka.com belum menjawab. Pesan singkat yang dikirim juga belum berbalas. (mdk/rzk)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya