Sosok Rahmat Saleh, Dulu Jualan Es Kini Jadi Anggota DPR Wakili Sumbar
Rahmat Saleh rupanya pernah merasakan kehidupan yang memprihatinkan.

Anggota DPR RI Rahmat Saleh bertekad membangun Sumatera Barat (Sumbar). Dia juga terus menggelorakan program Sumbar Cerdas. Politisi muda yang duduk sebagai wakil rakyat di DPR RI periode 2024 -2029 ini merasa memiliki banyak tanggung jawab.
Dia merasa harus kritis menyikapi kebijakan pemerintah maupun saat menggodok berbagai rancangan undang-undang yang selanjutnya akan ditetapkan sebagai undang-undang, bersikap amanah dan tak terlibat praktik korupsi.
Bukan hanya itu, salah satu hal yang juga terpenting menurut Rahmat adalah tak melupakan daerah pemilihan sebagai lumbung suara yang mengantarnya ke Senayan.
“Menyerap aspirasi hingga membangun daerah pemilihan tentu saja menjadi taggung jawab moral para legislator di DPR RI. Termasuk saya akan berusaha membangun Sumatera Barat lebih baik seperti diharapkan masyarakat setempat,” ucap politisi PKS asal derah pemilihan Sumatera Barat 1 ini, Kamis (29/01).
Atas dasar itulah, Rahmat Saleh bertekad untuk terus melanjutkan program Sumbar Cerdas yang telah diinisiasinya sejak menjabat anggota DPRD Sumbar dari tahun 2014 hingga 2024.
Dia meyakini program Sumbar Cerdas, merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Sumatera Barat. Dengan statusnya kini sebagai anggota DPR RI yang ditugaskan di Komisi II, dia meyakini mampu mengawal program tersebut untuk menjangkau lebih banyak masyarakat di Sumatera Barat.
“Program ini sudah terbukti membantu banyak SMA dan SMK di Sumbar, baik dalam peningkatan kualitas individu maupun perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program yang bagus ini tentu akan kita teruskan,” tegasnya.
Rahmat Saleh bercerita, semasa masih menjabat sebagai anggota DPRD Sumbar, program Sumbar Cerdas telah membantu 187 SMA dan SMK di Sumatera Barat. Di tahun 2024, Rahmat menyebut program tersebut diperkirakan menjangkau 75 sekolah dengan alokasi dana sekitar Rp2,5 miliar yang bersumber dari pokok-pokok pikiran (pokir).
Pernah Jualan Es
Meski kini duduk di kursi Senayan, Rahmat Saleh rupanya pernah merasakan kehidupan yang memprihatinkan. Terlahir dari keluarga tak mampu, politisi handal PKS ini pernah membantu menopang ekonomi keluarga dan pendidikannya.
Rahmat Saleh merupakan putra dari pasangan Bismar dan Susanti yang lahir di tanggal 27 April 1983. Sejak kecil, mentalnya sudah terbentuk.
Ketidakjelasan pendapatan diperoleh sang ayah yang berprofesi sebagai buruh serabutan tak lantas membuat dirinya patah arang untuk mengenyam pendidikan tinggi.
Agar dapat terus bersekolah, Rahmat Saleh mengorbankan masa bermain yang umumnya dirasakan anak-anak sebayanya. Saat menjadi pelajar SMP, sebelum berangkat sekolah dia menyempatkan diri berjualan es di pagi hari.
Tak hanya itu, dia juga menjadi buruh cuci mobil sejak sore hingga malam. Hebatnya, kesibukan mencari uang tak lantas membuat pendidikannya terbengkalai. Terbukti, meski sekolah sambil bekerja, nilai rapor Rahmat Saleh tetap bagus dan bahkan selalu meraih juara umum saat duduk di bangku SMAN I KOTO XI Tarusan Pesisir Selatan.
Selepas SMA di tahun 2001, Rahmat Saleh melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah di Universitas Andalas (Unand) jurusan farmasi. Berbagai prestasi ditorehkan Rahmat Saleh semasa kuliah, di antaranya memenangkan lomba karya tulis mahasiswa (LKTM) tingkat universitas di tahun 2004 hingga menjadi finalis tingkat nasional di ajang yang sama.
Di tahun 2005, Rahmat saleh terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi ke 2 tingkat Universitas Andalas. Selain itu, Rahmat Saleh pernah menjadi utusan Universitas Andalas dalam 8 besar finalis Kontes Inovasi Bisnis Indonesia tahun 2005.
Sementara pengalaman berorganisasi Rahmat Saleh di antaranya sebagai Gubernur BEM Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unand periode 2004–2005 dan menjadi pengurus BEM tingkat universitas di tahun berikutnya.
Di tahun 2007 saat masa kuliahnya hamper berakhir, ia dipercaya oleh Rektor Unand ketika itu, Musliar Kasim untuk menjadi pimpinan pengelola Asrama Mahasiswa Unand.
Di tahun yang sama, Rahmat Saleh memasuki babak baru kehidupannya dengan menikahi Maesaroh, alumnus S1 dan S 2 Universitas Indonesia. Dari pernikahannya, Rahmat Saleh dikaruniai 6 orang Anak, yakni Aisyah Saleha, Abdurrahman Saleh, Ahmad Aljabari Saleh, Rabia Saleha, dan Ahmad Algifari Saleh, dan Sofia Saleha.
3 tahun mengelola Asrama Mahasiswa Unand, Rahmat Saleh meletakkan jabatannya dan mulai merintis bisnis Ritel Pakaian Bayi, bisnis salon muslimah, kuliner dan bisnis property. Dia juga mulai terjun ke dunia politik dengan Partai Keadilan Sejahtera sebagai pilihannya.
Di Pileg 2024, Rahmat Saleh ditugaskan PKS untuk maju sebagai calon Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari daerah pemilihan Kota Padang dan berhasil lolos. Dia meneruskan statusnya sebagai anggota DPRD Provinsi Sumbar di periode 2019- 2024.
Meski terbilang politisi muda, Rahmat Saleh telah dipercaya sebagai pimpinan strategis di alat kelengkapan dewan dan panitia khusus pembahasan peraturan daerah. Tak hanya menjabat sebagai sekretaris Fraksi PKS 2014-2019, di tahun tahun 2016 Rahmat Saleh dipercaya sebagai pimpinan komisi II (bidang ekonomi), dan tahun 2018 terpilih sebagai pimpinan komisi V (bidang Kesra).
Di tengah kesibukannya melaksanakan tugas DPRD, Rahmat saleh juga aktif sebagai mubaligh, seperti mengisi kajian rutin kelompok pemuda, majelis taklim, khatib jumat dan hari raya hingga pemateri di program rohani stasiun TV di Sumbar.
Menangkan Anies-Cak Imin di Sumbar
Di masa Pemilu serentak 2024, selain maju sebagai Caleg DPR RI, Sekretaris Umum DPW PKS Sumatera Barat ini ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) di Sumbar.
Kendati gagal terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, namun perolehan suara pasangan nomor urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Sumbar jauh mengungguli dua pasangan lainnya.

Berdasarkan rekapitulasi nasional Pilpres 2024 KPU yang dibacakan Ketua KPU Sumbar Surya Efitrimen saat rapat rekapitulasi nasional di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/3). Anies-Cak Imin memperoleh 1.744.042 suara atau 55,54% dari total suara sah di Provinsi Sumbar.
Sementara pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berada di urutan kedua dengan perolehan 1.217.314 suara. Pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjadi juru kunci di Provinsi Sumbar dengan perolehan hanya 124.044 suara.
Perolehan suara yang sangat signifikan ini membuktikan bahwa TKD AMIN di bawah kepemimpinan Rahmat Saleh berhasil memberikan kejutan besar di Sumatera Barat (Sumbar). Pasalnya, dalam dua perhelatan Pilpres sebelumnya di Sumatera Barat, Prabowo selalu unggul dari kandidat capres lainnya, yakni Joko Widodo (Jokowi).
Pada tahun 2019, pasangan Prabowo-Sandi menang telak dengan perolehan 85,95% atau 2.488.733 suara dari pasangan Jokowi-Ma'ruf yang hanya meraih 407.761 suara. Sedangkan para Pilpres sebelumnya, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Radjasa memperoleh 76,9 persen atau 1,797,505 suara dan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dengan raihan 23,1 persen atau 539,308 suara.
“Keunggulan suara secara signifikan untuk pasangan AMIN di Sumbar merupakan bukti kerja dari seluruh tim TKD dan kepercayaan masyarakat yang sangat baik. Meski pasangan AMIN gagal menjadi pemenang Pilpres 2024, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Sumatera Barat yang sudah memilih pasangan Capres Cawapres AMIN,” kata Rahmat Saleh.
“Insya Allah para legislator terpilih dari TKD AMIN akan meneruskan amanah dari masyarakat, termasuk saya yang berhasil lolos ke Senayan dari Dapil 1 Sumbar. Salah satu yang akan saya teruskan yaitu program Sumbar Cerdas.” Imbuh pria yang terpilih sebagai anggota DPR RI dengan perolehan 67.522 suara ini dengan yakin.
Selamatkan Sekolah
Salah satu kebahagiaan dirasakan sebagai wakil rakyat dikatakan Rahmat Saleh saat melihat orang lain mampu memperoleh pendidikan layak. Dia merasa miris saat mendengar infomasi akan ditutupnya SMA Negeri 9 Solok Selatan karena jumlah siswanya lebih sedikit dibandingkan tenaga pendidik di tempat itu.

Saat itu di tahun 2022, hanya 11 siswa yang bersekolah di SMA Negeri 9 Solok Selatan dengan jumlah guru sebanyak 22 orang. Kurangnya siswa di SMA tersebut lantaran lokasi yang berada sangat jauh dari pemukiman warga.
“Ketika itu tahun 2022, sekolah itu lokasinya agak ke pedalaman. Sehari sebelum saya berkunjung, pihak dari Dinas Pendidikan sudah datang ke sekolah itu dan mengatakan rencana penutupan,” kenang Rahmat Saleh.
“Saya berpikiran pendidikan yang akan merubah Indonesia menjadi negara maju. Kalau sekolah mau ditutup, apa kata sejarah pendidikan Sumbar nanti,” sambungnya.
Singkatnya, Rahmat Saleh mendatangi sekolah tersebut dan menawarkan solusi agar pihak sekolah membuat asrama bagi siswa. Dengan langkah itu, para murid yang akan bersekolah di SMA Negeri 9 Solok tak akan terkedala akses transportasi lagi.
Dengan bantuan anggaran dana pokok pikiran (pokir) senilai hampir Rp2,5 miliar yang diserahkan oleh Rahmat Saleh, sekolah itu membenahi diri dengan membangun asrama putra dan asrama putri, sarana prasaran asrama, laboratorium komputer, alat-alat kesenian, lapangan olah raga, pagar asrama serta gerbang sekolah.
Di awal tahun 2024, tepatnya tanggal 9 Januari, SMAN 9 Solok Selatan kini resmi berpredikat sebagai SMA Unggul berasrama. Sebagai penghargaan atas dedikasinya kepada dunia pendidikan, terutama di wilayah Lasuang Batu, Kabupaten Solok Selatan itu, tokoh adat setempat menganugerahi Rahmat Saleh dengan gelar kehormatan Malin Bandaro Sati.
Dedikasi Rahmat Saleh dalam membangun Sumatera Barat juga diganjar penghargaan Tokoh Muda Penggerak Perubahan oleh Universitas Mohammad (UM) Natsir Bukittinggi di bulan Desember 2024.