Tepis Dwifungsi TNI, Kasad Tegaskan Bos Baru Bulog Mayjen Novi Helmy Bukan Tentara Aktif
Helmy sudah tidak menjadi tentara sejak pengangkatan sebagai Dirut Perum Bulog.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menepis tudingan bangkitnya dwifungsi TNI buntut pengangkatan Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog.
Pengangkatan Helmy sebagai Dirut Perum Bulog menuai sorotan karena dianggap berstatus prajurit aktif. Helmy juga disebut sebagai Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Maruli menegaskan, Helmy sudah bukan tentara aktif. Dia menjelaskan, Helmy sudah tidak menjadi tentara sejak pengangkatan sebagai Dirut Perum Bulog.
“Sudah ditinggalin tentaranya. Sudah, sejak pengangkatan. Kalau sudah pengangkatan ya sudah enggak akan lagi dinas lagi, sudah di sana (di Bulog),” kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (13/2).
Maruli mengatakan, tidak ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia atau UU TNI terkait penunjukan Helmy sebagai Dirut Perum Bulog.
“Enggak lah. Kalau sudah di situ ya sudah selesai jadi tentara ya,” ujarnya.
Penunjukkan Helmy Sebagai Dirut Bulog Tak Asal-asalan
Maruli kemudian menegaskan, pengangkatan Helmy sebagai Dirut Perum Bulog tidak dilakukan secara asal-asalan. Melainkan karena didasarkan pengalaman Helmy.
"Beliau sudah pergi ke seluruh Indonesia kan, sudah pernah join dengan pertanian sama-sama ngecek, sama-sama meyakinkan hasil bumi masyarakat diterima Bulog. Bukan asal-asalan diangkat. Ya kan? Prosesnya udah panjang juga itu," ucap Maruli.
Maruli tak mempersoalkan adanya kritik atas pengangkatan Helmy. Dia mendorong agar publik melihat kinerja Helmy.
"Ya sekarang kan kita lihat saja dibuktikan kerja lah. Kan itu pengangkatannya sesuai proses. Kalau misalnya di nanti pelaksanaannya ada kekurangan ya berarti kan tidak baik," imbuh dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencopot Wahyu Suparyono sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Urusan Logistik (Bulog).
Posisi Wahyu diganti oleh Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya.Erick juga mencopot Direktur Keuangan Bulog Iryanto Hutagaol dan digantikan Hendra Susanto.
Pergantian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri (Kepmen) BUMN Nomor: SK-30/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025.