Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dulunya Megah, Begini Kondisi Istana Bahran Jejak Kerajaan Kotapinang di Labuhanbatu

Dulunya Megah, Begini Kondisi Istana Bahran Jejak Kerajaan Kotapinang di Labuhanbatu Penampakan Istana Bahran Peninggalan Kerajaan Kotapinang. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Sumatra Utara memiliki berbagai peninggalan-peninggalan sejarah yang tentunya menarik untuk diulas lebih mendalam. Salah satu peninggalan masa kerajaan di Kabupaten Labuhanbatu yaitu Istana Bahran.

Dulunya, Istana Bahran dibangun sekitar tahun 1927 sampai tahun 1933. Kerajaan yang didirikan oleh Barata Sinomba Putra dari Sultan Alamsyah Syaifuddin sekitar tahun 1630. Bangunan Istana Bahran sendiri terlihat megah dan bergaya meditranean yang terinspirasi saat Sultan sedang mengenyam pendidikan di Mesir.

Sayangnya, pada tahun 1946, Istana Bahran hancur akibat adanya Revolusi Sosial, sehingga Sultan beserta dengan keluarganya terpaksa melarikan diri untuk menghindari amuk massa yang mengancam nyawa mereka.

Simak ulasan jejak peninggalan Kerajaan Kotapinang yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Sejarah Kerajaan Kotapinang

penampakan istana bahren peninggalan kerajaan kotapinang

Istana Bahran tempo dulu (Doc: labuhanbatuselatankab.go.id) ©2023 Merdeka.com

Melansir dari labuhanbatuselatankab.go.id, didirikannya Istana Bahran ini tak lepas dari Batara Sinomba atau Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sakti yang merupakan putra dari Sultan Alamsyah Syaifuddin yang berasal dari Kerajaan Pagaruyung.

Kemudian, Sultan Batara Sinomba menikah dengan seorang putri setempat dan dikaruniai dua orang anak. Tak lama berselang, ia menikah kembali dengan seorang setempat lainnya dan memperoleh satu orang anak. Namun, istri keduanya ini memengaruhi Sultan agar anaknya menjadi calon penerus raja nantinya.

Pada akhirnya Sultan Batara Sinomba dibunuh berkat bantuan Kerajaan Aceh, Sultan Mangkuto Alam Putra, anak dari istri pertamanya yang naik tahta menjadi pemimpin Kerajaan Kotapinang.

Nasibnya Kini

penampakan istana bahren peninggalan kerajaan kotapinang

Kondisi Istana Bahran saat ini (Doc: cagarbudaya.sumutprov.go.id) ©2023 Merdeka.com

Sebagai salah satu bukti kekuasaan Kerajaan Kotapinang di Labuhanbatu, kini kondisi bangunan Istana Bahran sudah sangat memprihatinkan. Keberadaan istana ini mulai hilang sejak masa Revolusi Sosial pada tahun 1946. Dimana puncaknya setiap kerajaan di Sumatra runtuh.

Melansir dari brilio.net, Istana Bahran tempo dulu terlihat sekali bangunan yang megah, modern, dan ikonik. Nampak atap bangunan tersebut memiliki tiga tingkatan yang menjadi ciri khas bangunan tersebut. Hal inilah yang membuktikan bahwa Kerajaan Kotapinang sempat berjaya.

Namun, saat ini kondisinya sangat tidak terawat. Beberapa komponen bangunan sudah hancur dan hanya tersisa anak tangga dan juga pondasi-pondasi. Secara keseluruhan, Istana Bahran sendiri sudah ditumbuhi rerumputan yang mengelilingi bangunan dan sudah tidak terlihat seperti Istana yang berdiri kokoh.

Wacana Pemugaran

penampakan istana bahren peninggalan kerajaan kotapinang

Kondisi Istana Bahran layaknya bangunan tua biasa (Doc: brilio.net) ©2023 Merdeka.com

Demi menjaga kelestarian peninggalan sejarah di Kabupaten Labuhanbatu, pemerintah setempat sempat merencanakan pemugaran Istana Bahran untuk mendongkrak potensi wisata di kawasan tersebut.

Namun, hingga saat ini kondisinya tidak berubah dan tidak diketahui secara pasti jika bangunan tersebut telah dipugar oleh pemerintah setempat. Sebagai salah satu situs sejarah, berkaca dari kondisinya sudah tidak layak untuk dijadikan potensi wisata khususnya di kawasan tersebut.

Seperti bangunan tua pada umumnya, kemungkinan besar masyarakat tidak mengetahui bahwa bangunan tersebut dulunya sangat berpengaruh dan menjadi saksi peradaban kerajaan di Kabupatan Labuhanbatu. (mdk/adj)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP