Bukan Buah yang Jadi Sebab Adam dan Hawa Diusir dari Surga, Benarkah?

Merdeka.com - Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT. Semua manusia di muka bumi merupakan keturunan Adam dan Hawa. Namun, Al-Qur’an mengatakan bahwa Adam dan Hawa adalah penghuni surga yang kemudian diusir ke dunia karena melanggar aturan.
Aturan tersebut merupakan larangan untuk memakan buah yang disebut sebagai buah khuldi. Buah ini sering ditafsirkan oleh ulama dengan berbagai bentuk. Salah satunya mengatakan bahwa buah khuldi adalah buah yang bentuknya mirip dengan buah kurma.
Apakah benar bahwa buah khuldi adalah benar-benar buah? Atau hanya sebuah makna kiasan saja? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasannya sebagai berikut.
Ayat Nabi Adam Memakan Buah Khuldi
©2022 Merdeka.com
Ayat yang menggambarkan situasi Nabi Adam melanggar aturan dengan memakan buah khuldi itu tertulis dalam Q.S. Al-A’raf ayat 20-22.
Artinya: “Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka berdua agar menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan (setan) berkata, ‘Tuhanmu hanya melarang kamu berdua mendekati pohon ini agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga).
Dia (setan) bersumpah kepada keduanya, ‘Sesungguhnya aku ini benar-benar termasuk para penasihatmu. Dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah) pohon itu, tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga.
Tuhan menyeru mereka, ’Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?” (QS. al-A’raf [7]: 20-22).
Apakah Nabi Adam Diusir dari Surga karena Buah Khuldi?
©2023 Merdeka.com/
Ayat di atas menjelaskan tentang bagaimana Nabi Adam dan Hawa dihasut oleh setan untuk memakan buah yang dilarang oleh Allah SWT di surga. Buah tersebut adalah buah khuldi.
Buya Syakur Yasin menjelaskan tentang Nabi Adam diusir dari surga karena melanggar aturan memakan buah khuldi. Namun, buah khuldi bukanlah seperti buah yang selama ini dibayangkan oleh orang-orang. Buah khuldi hanyalah sebuah kiasan.
“Kemudian lagi, masuk akal nggak, kalau buah khuldi itu betul-betul buah, mana ada buah bisa melupakan kita lupa ingatan lupa segala-gala? Surga yang penuh dengan kenikmatan terlupakan hanya karena sepotong buah. Ini pasti, kita tergoda itu karena lebih hebat,” tutur Buya Syakur.
Apa itu Buah Khuldi?
Buya Syakur menjelaskan bahwa proses Nabi Adam memakan buah khuldi di surga adalah dalam keadaan tidak berpakaian alias telanjang. Al-Qur’an menggambarkan bahwa setan membisikkan kepada keduanya agar menampakkan aurat mereka.
Buya Syakur menafsirkan bahwa buah khuldi yang dimaksud oleh Al-Qur’an adalah perilaku seksual. Buah khuldi merupakan kiasan untuk menyampaikan suatu kalimat yang kurang indah untuk diucapkan.
“Ini bahasa buah khuldi itu adalah seksual sebetulnya. Itu kalimat indah untuk mengungkapkan sesuatu yang kurang pantas diucapkannya,” terang Buya Syakur.
Selain itu, yang dimaksud sebagai syajarah atau pohon di surga itu merupakan sebuah simbol. Artinya pohon yang nantinya akan berketurunan, atau juga disebut sebagai pohon keluarga. (mdk/mff)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya