Cara Mengecek Asam Urat dengan Jari: Fakta dan Mitos
Mengecek asam urat dengan tepat, ketahui juga seputar fakta dan mitosnya.

Asam urat merupakan senyawa alami yang dihasilkan oleh tubuh sebagai hasil samping dari pemecahan zat purin. Dalam kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan diekskresikan melalui ginjal bersama urine.
Namun, ketika kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi, dapat terbentuk kristal-kristal yang menumpuk di persendian, menyebabkan peradangan dan rasa nyeri yang dikenal sebagai penyakit asam urat atau gout.k
Asam urat sebenarnya memiliki fungsi penting dalam tubuh sebagai antioksidan alami yang melindungi sel-sel dari kerusakan. Namun, kadar yang berlebihan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Simak ulasannya:
Mitos Mengecek Asam Urat dengan Jari
Beredar informasi di masyarakat bahwa asam urat dapat dideteksi dengan cara sederhana menggunakan jari tangan. Metode ini melibatkan menekuk jari-jari tangan hingga menyentuh telapak tangan. Konon, jika seseorang tidak dapat menekuk jarinya dengan sempurna, hal ini dianggap sebagai indikasi adanya masalah asam urat.
Namun, penting untuk diketahui bahwa metode ini tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak dapat diandalkan untuk mendiagnosis asam urat. Beberapa alasan mengapa cara mengecek asam urat dengan jari ini tidak akurat antara lain:
- Asam urat tidak selalu memengaruhi sendi jari tangan. Penyakit ini dapat menyerang berbagai sendi di tubuh, termasuk kaki, lutut, dan siku.
- Kesulitan menekuk jari dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, seperti arthritis reumatoid atau cedera sendi.
- Tidak semua orang dengan kadar asam urat tinggi mengalami gejala yang sama atau memiliki kristal asam urat di sendi jari.
- Fleksibilitas jari dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti usia, aktivitas fisik, dan genetik.
Oleh karena itu, mengandalkan metode ini untuk mendiagnosis asam urat dapat menyebabkan kesalahan diagnosis dan penanganan yang tidak tepat. Penting untuk memahami bahwa diagnosis yang akurat hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan medis yang tepat.
Metode Akurat untuk Mengecek Asam Urat

Untuk mengetahui kadar asam urat dalam tubuh secara akurat, diperlukan pemeriksaan laboratorium. Ada dua metode utama yang digunakan untuk mengecek asam urat:
1. Tes Darah
Tes darah merupakan metode yang paling umum dan akurat untuk mengukur kadar asam urat. Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel darah dari vena, biasanya di lengan.
Sampel darah kemudian dianalisis di laboratorium untuk mengukur konsentrasi asam urat. Hasil tes biasanya tersedia dalam beberapa jam atau hari, tergantung pada fasilitas laboratorium.
Keunggulan tes darah:
- Memberikan hasil yang akurat dan terukur
- Dapat mendeteksi kadar asam urat sebelum munculnya gejala
- Memungkinkan pemantauan perubahan kadar asam urat dari waktu ke waktu
2. Tes Urine
Selain tes darah, pemeriksaan kadar asam urat juga dapat dilakukan melalui tes urine. Metode ini melibatkan pengumpulan sampel urine selama 24 jam. Prosedurnya adalah sebagai berikut:
- Pasien diminta untuk membuang urine pertama di pagi hari dan mencatat waktunya
- Selama 24 jam berikutnya, semua urine dikumpulkan dalam wadah yang telah disediakan
- Wadah urine disimpan di tempat yang sejuk, biasanya di dalam kulkas
- Setelah 24 jam, sampel urine diserahkan ke laboratorium untuk dianalisis
Tes urine dapat memberikan informasi tambahan tentang bagaimana ginjal memproses dan mengeluarkan asam urat dari tubuh. Namun, tes ini umumnya kurang sensitif dibandingkan dengan tes darah untuk mendiagnosis asam urat.
Selain dua metode utama di atas, ada juga alat tes asam urat portabel yang dapat digunakan di rumah. Alat ini mirip dengan alat tes gula darah, di mana sampel darah diambil dari ujung jari menggunakan jarum kecil.
Meskipun praktis, hasil dari alat portabel ini sebaiknya dikonfirmasi dengan tes laboratorium untuk diagnosis yang lebih akurat. Penting untuk diingat bahwa interpretasi hasil tes asam urat harus dilakukan oleh profesional medis.
Mereka akan mempertimbangkan hasil tes bersama dengan riwayat medis, gejala, dan faktor risiko lainnya untuk memberikan diagnosis dan rencana pengobatan yang tepat.
Interpretasi Hasil Tes Asam Urat
Setelah melakukan tes asam urat, penting untuk memahami bagaimana membaca dan menginterpretasikan hasilnya. Kadar asam urat normal dapat bervariasi tergantung pada jenis kelamin dan usia, namun secara umum:
- Untuk pria dewasa: 3,4 – 7,0 mg/dL
- Untuk wanita dewasa: 2,4 – 6,0 mg/dL
- Untuk anak-anak: 2,0 – 5,5 mg/dL
Jika hasil tes menunjukkan kadar asam urat di atas nilai normal, ini dapat mengindikasikan hiperurisemia atau kadar asam urat tinggi.
Namun, penting untuk diingat bahwa diagnosis penyakit asam urat tidak hanya berdasarkan hasil tes laboratorium semata, tetapi juga mempertimbangkan gejala klinis dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Berikut adalah beberapa interpretasi umum dari hasil tes asam urat:
1. Kadar Asam Urat Normal
Jika hasil tes berada dalam rentang normal, ini menunjukkan bahwa metabolisme purin dalam tubuh berjalan dengan baik dan ginjal mampu mengeluarkan asam urat secara efektif. Namun, ini tidak menjamin bahwa seseorang tidak akan mengalami serangan gout di masa depan, terutama jika ada faktor risiko lain.
2. Kadar Asam Urat Tinggi (Hiperurisemia)
Kadar asam urat di atas nilai normal menunjukkan hiperurisemia. Ini bisa disebabkan oleh produksi asam urat yang berlebihan atau penurunan ekskresi melalui ginjal. Hiperurisemia tidak selalu menyebabkan gejala, tetapi meningkatkan risiko serangan gout dan pembentukan batu ginjal.
3. Kadar Asam Urat Sangat Tinggi
Kadar asam urat yang jauh di atas normal (misalnya, di atas 10 mg/dL) dapat mengindikasikan risiko yang lebih tinggi untuk serangan gout akut atau komplikasi lainnya. Dalam kasus seperti ini, intervensi medis mungkin diperlukan untuk menurunkan kadar asam urat.

4. Kadar Asam Urat Rendah
Meskipun jarang, kadar asam urat yang terlalu rendah juga bisa menjadi masalah. Ini mungkin mengindikasikan gangguan metabolisme atau kondisi medis tertentu yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
5. Fluktuasi Kadar Asam Urat
Penting untuk dicatat bahwa kadar asam urat dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu. Faktor-faktor seperti diet, hidrasi, dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi hasil tes. Oleh karena itu, dokter mungkin merekomendasikan tes berulang untuk memantau tren jangka panjang.