Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Cara Menghitung Inflasi Disertai Contohnya, Ketahui Definisi hingga Penyebabnya

Cara Menghitung Inflasi Disertai Contohnya, Ketahui Definisi hingga Penyebabnya ilustrasi inflasi. investmentu.com

Merdeka.com - Bagi pakar atau mahasiswa ilmu ekonomi, cara menghitung inflasi mungkin tak lagi terdengar asing. Namun bagi banyak pihak, cara menghitung inflasi menjadi salah satu hal baru yang perlu dipelajari secara mendalam.

Sekilas jika mendengar kata inflasi, mungkin yang terbayang di benak banyak orang adalah mengenai harga barang dan jasa yang mengalami kenaikan secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut memang cukup menggambarkan inflasi secara umum.

Namun, secara mendalam inflasi merupakan suatu peristiwa yang menjadi bagian dari kondisi ekonomi negara. Yang perlu diketahui adalah tingkat harga yang tinggi belum tentu menunjukkan jika negara tersebut sedang mengalami inflasi.

Selayaknya peristiwa ekonomi lainnya, inflasi pun juga memiliki jenis beserta penyebabnya. Kedua hal tersebut rasanya juga perlu untuk dipahami oleh banyak pihak selain cara menghitung inflasi.

Lantas, apa sebenarnya yang disebut dengan inflasi? Lalu apa saja jenis hingga cara menghitung inflasi dengan benar?

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (26/10/22), berikut ulasan selengkapnya untuk Anda mengenai pengertian hingga cara menghitung inflasi sesuai pedoman yang berlaku.

Pengertian Inflasi

Sebelum mengetahui cara menghitung inflasi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan memahami pengertiannya terlebih dahulu. Dengan begitu, maka proses pemahaman kita mengenai inflasi dapat dilakukan secara runtut dan baik.

Melansir dari laman bi.go.id, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang terjadi dalam jangka waktu tertentu. Sementara itu, inflasi juga memiliki kondisi kebalikannya yakni deflasi.

012 siti rutmawati

www.ivandimitrijevic.com 

Deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa secara umum yang berlaku terus-menerus. Sehingga, nampak menghasilkan garis yang konsisten apabila digambarkan ke dalam pola tertentu.

Sementara itu, penghitungan inflasi dapat dikaitkan dengan sejumlah pos pengeluaran pribadi. Di antaranya yakni berupa bahan makanan, makanan jadi, minuman, tembakau, perumahan, sandang, kesehatan, pendidikan dan olahraga, serta transportasi dan komunikasi.

Jenis-jenis Inflasi

ilustrasi ekonomi

©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Sergey Nivens

1. Inflasi dari Sifatnya
  • Inflasi Ringan: Inflasi yang satu ini memiliki ciri-ciri lajunya yang cukup rendah. Biasanya yakni pada kisaran kurang dari 10% dalam satu tahun.
  • Inflasi Sedang: Inflasi sedang umumnya lebih tinggi daripada inflasi ringan. Lajunya yakni pada kisaran angka 10 hingga 30% setahun.
  • Inflasi Berat: Inflasi berat memiliki angka pada kisaran 30 hingga 100 % dalam satu tahun. Tandanya yakni harga barang dan jasa naik serta cukup sulit dikendalikan.
  • Inflasi Sangat Berat: Inflasi sangat berat yakni pada kisaran angka lebih dari 100% setahun. Hal ini ditandai dengan kondisi ekonomi suatu negara yang cukup parah.
  • 2. Inflasi dari Asalnya
  • Domestic Inflation: Inflasi yang satu ini tak lain bersumber dari dalam negeri. Biasanya kondisi tersebut diawali dengan defisit APBN.
  • Imported Inflation: Sebaliknya, imported inflation justru berasal dari luar negeri. Cirinya yakni munculnya kenaikan harga barang kebutuhan yang berasal dari luar negeri.
  • 3. Inflasi dari Sebabnya
  • Demand Pull Inflation: Inflasi yang terjadi akibat adanya sebuah permintaan yang tidak imbang dengan peningkatan jumlah penawaran produksi.
  • Cost Push Inflation: Penyebabnya adalah kenaikan biaya produksi yang disebabkan oleh kenaikan biaya input atau biaya faktor produksi.
  • Bottle Neck Inflation: Penyebabnya adalah faktor permintaan atau faktor penawaran. 
  • Penyebab Inflasi

    ilustrasi ekonomi melambat

    ©2021 Merdeka.com/rdk.fidkom.uinjkt.ac.id

    1. Meningkatnya Permintaan

    Penyebab inflasi yang pertama adalah meningkatnya permintaan terhadap suatu barang tertentu. Biasanya, muncul keinginan berlebih dari kelompok masyarakat tertentu yang ingin mendapatkan barang atau jasa tersebut. Akibatnya, permintaan yang berlebih dapat membuat harga menjadi semakin meningkat.

    2. Bertambahnya Uang yang Beredar

    Penyebab inflasi yang kedua adalah meningkatnya jumlah uang yang beredar di masyarakat. Apabila jumlah barang tetap namun jumlah uang yang beredar lebih besar dua kali lipat, maka harga barang menjadi lebih mahal dua kali lipat.

    3. Meningkatnya Biaya Produksi

    Sementara itu, penyebab inflasi yang selanjutnya adalah meningkatnya biaya produksi dari suatu barang tertentu. Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi biasanya terjadi di negara dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang berkembang atau tumbuh pesat disertai angka pengangguran yang cukup rendah.

    4. Dapat Terjadi Oleh Inflasi Campuran

    Selain itu, inflasi juga dapat disebabkan oleh terjadinya inflasi campuran. Hal ini membuat adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.

    5. Inflasi Ekspektasi

    Penyebab inflasi di Indonesia adalah adanya inflasi ekspektasi. Penyebab inflasi di Indonesia ini terjadi sebagai akibat dari perilaku masyarakat yang berpendapat bahwa kondisi ekonomi di masa yang akan datang akan menjadi lebih baik lagi.

    Cara Menghitung Inflasi

    ilustrasi uang koin

    © pixabay.com/moritz320

    Langkah terakhir untuk memahami inflasi adalah dengan mengetahui cara menghitung inflasi. Adapun rumus untuk menghitung inflasi yakni sebagai berikut.

    Laju Inflasi (LI) = (IHK bulan ini - IHK bulan sebelumnya) / (IHK bulan sebelumnya x 100 persen)

    Sementara itu, contoh soal dan cara menghitung inflasi tersebut yakni sebagai berikut.

    Di sebuah negara diketahui nilai IHK per Februari pada tahun 2021 adalah 120. Sementara itu, pada Januari tahun 2022, Diketahui bahwa nilai IHK-nya adalah 140. Maka, berapakah nilai inflasi tahunan pada negara tersebut?

    Jawaban:

    Laju Inflasi = [(140 - 120) : (110)] x 100%

    Laju Inflasi = [(20) : (120)] x 100%

    Laju Inflasi = 0,16 x 100%

    Laju Inflasi = 16% (mdk/mta)

    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP