Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya

Etnosentrisme Adalah Bentuk Fanatisme, Ketahui Faktor Hingga Dampak Negatifnya Kirab Laku Bisu Pura Mangkunegaran. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Etnosentrisme hingga kini masih menjadi bahan yang cukup menarik untuk tersaji di ruang-ruang diskusi publik. Tak jarang, istilah etnosentrisme seringkali dikaitkan dengan berbagai isu politik hingga konflik berbagai daerah baik di dalam maupun luar negeri.

Istilah yang satu ini memang memiliki banyak persepsi dan rentan terjadi kesalahpahaman apabila tidak dimaknai dengan benar. Indonesia menjadi salah satu negara yang rentan mengalami resistensi sebagai akibat dari fanatisme berlebihan.

Seperti yang telah diketahui, Indonesia merupakan bangsa besar yang terdiri dari berbagai macam latar belakang berbeda-beda. Warga Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama hingga ras yang cukup berbeda.

Hal ini lah yang kemudian seringkali memicu gesekan secara horizontal antara satu identitas dengan yang lainnya. Padahal, salah satu pilar kebangsaan Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda namun tetap satu.

Keunikan yang terdapat dalam masing-masing identitas tersebut justru seharusnya mampu menjadi kekuatan dan kelebihan Bangsa Indonesia di mata dunia. Ada baiknya bagi kita selaku Bangsa Indonesia untuk menurunkan prinsip etnosentrisme demi tercapainya persatuan. Lantas, apa definisi hingga ciri-ciri dari etnosentrisme tersebut? Simak ulasan selengkapnya yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

Pengertian Etnosentrisme

Etnosentrisme merupakan salah satu istilah populer di kalangan akademis dan masyarakat secara umum terkait dengan ilmu sosiologi. Ilmu sosiologi sendiri merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang membahas tentang hubungan dan perilaku satu manusia ke manusia lainnya.

Secara lebih spesifik, etnosentrisme merupakan suatu pandangan atau persepsi yang dimiliki oleh seorang individu ataupun kelompok mengenai penilaian kebudayaan lain. Individu atau kelompok tersebut menganggap bahwa kebudayaan miliknya diyakini lebih unggul dan baik daripada budaya lainnya. Prinsip yang satu ini lebih merujuk pada rasa bangga seorang individu atau pun kelompok secara berlebihan.

 kirab laku bisu pura mangkunegaran

©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Unsur kebudayaan menjadi suatu hal yang seringkali diunggulkan oleh seseorang atau kelompok dengan menonjolkan sikap etnosentrisme. Beberapa unsur kebudayaan tersebut antara lain seperti bahasa, perilaku, kebiasaan, hingga agama. Meski seringkali mendapatkan pandangan yang negatif, namun etnosentrisme sebenarnya juga membawa beberapa pengaruh positif bagi suatu bangsa.

Faktor Terjadinya Etnosentrisme

Secara umum, etnosentrisme tidak serta merta muncul di dalam jiwa seorang individu. Etnosentrisme terjadi lantaran terdapat beberapa faktor penyebab sebagai pemicunya.

Faktor-faktor tersebut pada umumnya berasal dari lingkungan sosial seorang individu. Maka dari itu, kondisi lingkungan sosial merupakan salah satu pembentuk watak hingga perilaku seorang individu dalam bertindak di suatu sistem sosial. Beberapa faktor penyebab etnosentrisme tersebut antara lain yakni sebagai berikut:

  • Faktor Sejarah
  • Faktor penyebab etnosentrisme yang pertama adalah sejarah. Tatkala seorang individu memiliki kaitan erat dengan sejarah keluarga di masa lalu mengenai suatu peristiwa berupa perkembangan identitas, maka dirinya akan merasa memiliki kebudayaan tersebut. Berbagai identitas tersebut yakni berupa bahasa, kebiasaan, hingga peristiwa masa lalu yang berasal dari nenek moyang.

    kirab pusaka malam 1 suro

    ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

  • Multikulturalisme
  • Penyebab munculnya prinsip etnosentrisme yang berikutnya adalah multikulturalisme. Dengan kondisi lingkungan sosial yang beragam tersebut, terkadang timbul perasaan untuk membandingkan hingga terjadi konflik. Hal ini rentan terjadi saat beberapa kebudayaan saling bertemu.

  • Situasi Politik
  • Faktor penyebab etnosentrisme yang terakhir adalah adanya situasi politik. Saat seorang ataupun kelompok ingin mencapai suatu kekuasaan yang dilegitimasi, biasanya akan timbul dengan sendirinya perasaan fanatisme terhadap identitas yang melekat padanya. Hal ini lantaran politik seringkali dianggap sebagai suatu wadah yang tepat untuk melancarkan kepentingan pribadi hingga kelompok.

    Dampak Negatif Etnosentrisme

    Etnosentrisme memang seringkali dikaitkan dengan berbagai dampak negatif yang muncul apabila diterapkan secara berlebihan. Berbagai dampak negatif yang ditimbulkan tersebut secara tidak langsung dapat memecah belah persatuan bangsa. Beberapa dampak negatif dari etnosentrisme tersebut yakni antara lain sebagai berikut:

    1. Memicu Konflik Horizontal

    Melebih-lebihkan budaya sendiri atas budaya lainnya jelas dapat menyebabkan konflik antar sesama warga negara. Terlebih jika paham etnosentrisme tersebut tidak hanya melekat pada seorang individu saja.

    2. Menghambat Integrasi Budaya

    Saat terjadi konflik lantaran etnosentrisme, maka hal yang dapat terjadi selanjutnya adalah sulitnya proses integrasi berbagai budaya. Padahal, berbagai budaya tersebut dapat saling melengkapi antara satu sama lain sehingga tidak tercipta suatu konflik yang berarti.

    kirab budaya dan ruwat bumi di tangerang

    ©2019 Merdeka.com/Arie Basuki

    3. Mengurangi Tingkat Objektivitas Ilmu

    Tatkala seorang individu memiliki paham etnosentrisme di dalam jiwanya, maka hal tersebut juga dapat menurunkan kualitas perkembangan ilmu pengetahuan. Sebab, seorang individu tersebut akan lebih mengedepankan sisi subjektivitas dibandingkan dengan objektivitas.

    Dampak Positif Etnosentrisme

    Tak hanya melulu soal dampak negatif, etnosentrisme rupanya juga dapat mendatangkan banyak dampak positif. Tentu saja berbagai dampak positif tersebut dapat terjadi saat paham etnosentrisme tidak diterapkan secara berlebihan. Beberapa dampak positif tersebut antara lain:

    1. Menumbuhkan Jiwa Patriotisme

    Saat seorang individu berpaham etnosentrisme, maka secara otomatis dirinya akan memiliki jiwa yang kuat untuk membela identitasnya. Hal ini secara umum disebut dengan istilah patriotisme.

    2. Meningkatkan Kecintaan Terhadap Budaya Sendiri

    Etnosentrisme dibutuhkan agar tercipta suatu rasa yang utuh saat mengenal hingga memiliki suatu kebudayaan. Dengan sikap etnosentrisme, maka kebudayaan dapat dipertahankan sebab kini rentan tergilas oleh proses globalisme serta modernisme.

    mengenal tari rondang bulan tarian kegembiraan gadis mandailing

    indonesiakaya.com ©2020 Merdeka.com

    3. Menjaga Keutuhan Multikulturalisme di Tanah Air

    Dampak positif berikutnya adalah dapat menjaga multikulturalisme sebagai identitas suatu bangsa. Sebab, Indonesia tak lain berdiri dengan adanya falsafah berbeda tetapi tetap satu jua. (mdk/mta)

    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP