Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tafsir Mimpi Menurut Islam Terbagi 3 Jenis dalam AlQuran dan Hadis, Patut Diketahui

Tafsir Mimpi Menurut Islam Terbagi 3 Jenis dalam AlQuran dan Hadis, Patut Diketahui Ilustrasi mimpi. ©2015 lifehacker.com

Merdeka.com - Setiap manusia pasti pernah mengalami mimpi. Mimpi bisa menyenangkan, menakutkan, membuat frustrasi, menenangkan, membosankan, atau benar-benar aneh.

Setiap malam, manusia diperkirakan bisa bermimpi dari satu hingga lima atau enam mimpi. Namun hal itu tergantung pada berapa lama Anda tidur dan berapa banyak siklus rapid-eye movement (REM).

Baca juga: Arti Mimpi Tentang Sekolah Jadi Pertanda Mendapat Kesuksesan

Satu konsep yang diterima secara umum ialah bahwa bermimpi adalah proses yang sangat emosional dari amigdala (pusat emosional di otak), yang aktif selama tidur.

Jika Anda pernah terbangun dari mimpi yang sangat meresahkan atau aneh, mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa bisa memimpikan hal-hal itu. Banyak tafsir mimpi yang berusaha menjelaskan makna yang terkandung dalam mimpi.

Meski begitu, tafsir mimpi dalam Islam sudah menjadi penguak rahasia sejak zaman nabi. Tak jarang para nabi menerima petunjuk dari Allah SWT melalui mimpi. Namun begitu jangan sampai mimpi membuat kita menjadi percaya tahayul. Sebab ada juga mimpi yang berasal dari setan dan jin.

Lalu, bagaimanakah tafsir mimpi dalam Islam sebenarnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini, seperti dilansir dari NU online.

Tafsir Mimpi Menurut Islam Dibagi 3

Tafsir mimpi termasuk disiplin ilmu pengetahuan yang paling sulit dipelajari jika dibandingkan dengan ilmu-ilmu lain. Sebab tidak semua mimpi bisa ditafsirkan dan tidak semua orang berkompeten untuk bisa menafsirkan arti sebuah mimpi sebenarnya.

ilustrasi mimpi

©shutterstock.com/Fer Gregory

Nabi Muhammad mengelompokkan jenis mimpi menjadi tiga bagian. Hal ini berdasarkan dalam salah satu hadits, beliau bersabda:

وَالرُّؤْيَا ثَلَاثٌ، الحَسَنَةُ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ، وَالرُّؤْيَا يُحَدِّثُ الرَّجُلُ بِهَا نَفْسَهُ، وَالرُّؤْيَا تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ رُؤْيَا يَكْرَهُهَا فَلَا يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا وَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ

Artinya: "Mimpi itu ada tiga. Mimpi baik yang merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi karena bawaan pikiran seseorang (ketika terjaga), dan mimpi menyedihkan yang datang dari setan. Jika kalian mimpi sesuatu yang tak kalian senangi, maka jangan kalian ceritakan pada siapa pun, berdirilah dan shalatlah!." (HR Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, dipahami bahwa tidak semua mimpi yang dialami dapat dijadikan sebagai petunjuk. Lantaran ada kemungkinan mimpi yang dialami, bukan berasal dari Allah. Tapi karena bisikan setan atau tersibukkannya kita dalam memikirkan suatu objek tertentu, hingga objek itu terbawa dalam mimpi.

Tafsir Mimpi yang Menjadi Petunjuk Menurut Islam

ilustrasi mimpi

Ilustrasi mimpi  ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Evgeny Atamanenko

Tafsir mimpi yang dapat dijadikan pijakan atau petunjuk ialah yang betul-betul berasal dari petunjuk Allah SWT. Dalam kitab suci Al-Quran disampaikan dalam ayat berikut:

لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ "Bagi mereka berita gembira dalam kehidupan dunia dan di akhirat." (QS. Yunus: 64).

Mengutip dari NU online, makna 'berita gembira' dalam ayat di atas, ialah mimpi baik yang dialami oleh seorang muslim. Yang kemudian dijelaskan pula dalam hadits Nabi SAW:

هِيَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ، يَرَاهَا الْمُسْلِمُ، أَوْ تُرَى لَهُ

"Yang dimaksud kegembiraan dalam ayat di atas adalah mimpi yang baik yang terlihat oleh orang Muslim atau yang diperlihatkan padanya." (HR Ibnu Majah).

Contoh Mimpi yang Datang dari Allah SWT

Salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab pernah bermimpi. Mimpi mereka pernah dijadikan sebagai dasar penentu pensyari'atan adzan. Rasulullah SAW menjadikan dasar penetapannya dari sebuah mimpi. Ini menjadi salah satu contoh tafsir mimpi petunjuk dari Allah SWT.

ilustrasi tidur menggunakan guling

©europeanbedding.sg/

Mimpi yang dinilai bukan berasal dari bisikan setan, salah satunya dengan menandai waktu terjadinya mimpi tersebut. Bila mimpi terjadi pada dini hari atau saat waktu sahur. Maka kemungkinan besar mimpi itu adalah mimpi yang benar dan dapat ditafsirkan.

Sedangkan mimpi yang dianggap berasal dari bisikan setan, adalah mimpi yang terjadi pada awal-awal malam atau saat petang. Ketentuan ini seperti yang dijabarkan oleh Ibnu al-Jauzi:

وَأَصْدَقُ الرُّؤْيَا: رُؤْيَا الْأَسْحَارِ، فَإِنَّهُ وَقْتُ النُّزُولِ الْإِلَهِيِّ، وَاقْتِرَابِ الرَّحْمَةِ وَالْمَغْفِرَةِ، وَسُكُونِ الشَّيَاطِينِ، وَعَكْسُهُ رُؤْيَا الْعَتْمَةِ، عِنْدَ انْتِشَارِ الشَّيَاطِينِ وَالْأَرْوَاحِ الشَّيْطَانِيَّةِ

"Mimpi yang paling benar adalah di waktu sahur, sebab waktu tersebut adalah waktu turunnya (isyarat) ketuhanan, dekat dengan rahmat dan ampunan, serta waktu diamnya setan. Kebalikannya adalah mimpi di waktu petang (awal waktu malam)." (Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Madarij as-Salikin, juz 1, hal. 76).

Menafsirkan Mimpi Menurut Islam Tidak Terlarang

Menjadi sebuah keistimewaan jika memiliki kemampuan menafsirkan mimpi. Hal ini dibuktikan dengan kelebihan yang diperoleh Nabi Yusuf AS. Tertuang dalam AlQuran surat Yusuf ayat 21 yang artinya:

"Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik kepada Yusuf di negeri (Mesir), dan agar Kami ajarkan kepadanya takwil mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti."

ilustrasi mimpi buruk

Ilustrasi mimpi buruk ©©2012 Shutterstock/NinaMalyna

Dengan demikian, mempelajari ilmu tentang tafsir mimpi, tidak dilarang dalam Islam. Bahkan oleh sebagian ulama, ilmu tafsir mimpi ini dimasukkan dalam kategori ilmu syariat. Salah satu yang berpandangan demikian ialah antropolog terkemuka Muslim, Ibnu Khaldun. Berikut pandangannya tentang ilmu tafsir mimpi:

"Ilmu Tafsir Mimpi. Ilmu ini merupakan bagian dari ilmu syariat dan merupakan ilmu yang baru dalam agama tatkala ilmu-ilmu dijadikan sebuah pekerjaan dan manusia menuliskan tentang ilmu. Sedangkan mimpi dan tafsir mimpi sebenarnya telah wujud di zaman salaf (terdahulu) seperti halnya juga wujud di zaman khalaf (masa kini)." (Ibnu Khaldun, Muqaddimah Ibnu Khaldun, hal. 288).

Hendaknya dalam mempelajari ilmu tafsir mimpi terlebih dahulu menguasai ilmu-ilmu syariat yang bersifat fardlu 'ain, seperti ilmu tauhid, ilmu fiqih, dan ilmu-ilmu syariat lainnya. Hal ini supaya memiliki fondasi ilmu agama yang mumpuni serta tidak mudah tertipu dengan hal-hal gaib yang ternyata bisikan setan atau khayalan pribadi semata.

Bagaimana Islam dalam Pandangan Islam?

Mimpi itu ada tiga macam seperti dilansir dari hadis al-nafsi, yakni:

1. Berasal dari (bisikan jiwa) ketakutan yang bersumber dari setan

2. Kabar gembira dari Allah SWT

3. Mimpi yang masuk kategori ketiga adalah mimpi yang benar dan memiliki arti yang berasal dari Allah SWT dan mimipi -mimpi inilah yang diangkat dalam al-Quran.

Hadist Tentang Mimpi

Mimpi yang dilihat orang adalah mimpi baik, atau berasal dari Allah SWT. Biasanya ini menjadi refleksi dari hal-hal yang dipikirkan dan diharapkan oleh seseorang.

Seperti diketahui bahwa setiap manusia pasti pernah mengalami mimpi, baik saat tidur siang atau pun pada malam hari. Sebuah hadis mengatakan, jika mimpi adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian 

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:“Menjelang akhir zaman, hampir tidak ada mimpi yang dilihat Muslim tidak akan menjadi kenyataan. Orang yang mimpinya paling jujur adalah orang yang ucapannya paling jujur. Mimpi Muslim merupakan salah satu dari empat puluh lima bagian Nubuat. Mimpi ada tiga jenis: mimpi baik yang merupakan kabar baik dari Allah; mimpi yang menyebabkan kesusahan, yang datang dari Syaitan; dan mimpi tentang hal-hal yang sedang dipikirkan seseorang… ”(HR. Muslim, 2263) (mdk/kur)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP