Waspada Kolesterol Rendah, ini Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Berikut penyebab, gejala dan cara mengatasi kolesterol rendah.

Kolesterol sering dianggap sebagai musuh kesehatan. Namun, tahukah Anda bahwa kadar kolesterol yang terlalu rendah juga dapat menimbulkan masalah? Meski jarang dibahas, kondisi kolesterol rendah perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak negatif pada tubuh.
Kolesterol rendah atau hipokolesterolemia adalah kondisi di mana kadar kolesterol dalam darah berada di bawah ambang batas normal. Secara umum, seseorang dikatakan memiliki kolesterol rendah jika:
- Kadar kolesterol total dalam darah kurang dari 120 mg/dL
- Kadar kolesterol LDL (Low-Density Lipoprotein) kurang dari 50 mg/dL
- Kadar kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein) kurang dari 40 mg/dL
Penting untuk dipahami bahwa kolesterol sebenarnya memiliki peran vital dalam tubuh. Zat ini diperlukan untuk pembentukan sel, produksi hormon, dan membantu proses pencernaan. Oleh karena itu, kadar kolesterol yang terlalu rendah dapat mengganggu fungsi-fungsi penting tersebut.
Berbeda dengan kolesterol tinggi yang sering menjadi fokus perhatian kesehatan, kolesterol rendah cenderung kurang diperhatikan. Namun, kondisi ini dapat memiliki dampak serius pada kesehatan jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa saja penyebab, gejala dan cara mengatasi kolesterol rendah? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (19/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Penyebab Kolesterol Rendah
Kolesterol rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang bersifat genetik maupun yang terkait dengan gaya hidup dan kondisi kesehatan tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab utama kolesterol rendah:
1. Faktor Genetik: Beberapa kelainan genetik dapat menyebabkan tubuh kesulitan memproduksi atau memproses kolesterol dengan baik. Contohnya termasuk:
- Abetalipoproteinemia
- Hypobetalipoproteinemia
- Penyakit Anderson
- Tangier disease
2. Malnutrisi: Kekurangan gizi, terutama pada orang yang mengalami anoreksia nervosa atau malnutrisi berat, dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol.
3. Penyakit Kronis: Beberapa kondisi medis dapat mempengaruhi metabolisme kolesterol, seperti:
- Hipertiroidisme
- Penyakit hati kronis
- Penyakit celiac
- Kanker (leukemia, kanker kolorektal, kanker prostat, myeloma)
4. Penggunaan Obat-obatan: Beberapa jenis obat dapat menurunkan kadar kolesterol secara signifikan, terutama jika digunakan dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu lama. Contohnya:
- Statin
- Niacin
- Fibrat
5. Infeksi Kronis: Infeksi jangka panjang seperti tuberkulosis dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol.
6. Gangguan Penyerapan Nutrisi: Kondisi yang mengganggu penyerapan nutrisi di usus, seperti penyakit Crohn atau sindrom malabsorpsi, dapat menyebabkan kolesterol rendah.
7. Stres Fisik atau Emosional: Kondisi stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi produksi dan metabolisme kolesterol dalam tubuh.
8. Diet Ekstrem: Pembatasan asupan lemak yang terlalu ketat dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol yang signifikan.
9. Aktivitas Fisik Berlebihan: Olahraga yang terlalu intens dan berkepanjangan tanpa asupan nutrisi yang memadai dapat menurunkan kadar kolesterol.
10. Konsumsi Alkohol Berlebihan: Meskipun konsumsi alkohol moderat dapat meningkatkan HDL, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol total.
Gejala Kolesterol Rendah
Gejala kolesterol rendah seringkali tidak spesifik dan dapat bervariasi dari satu individu ke individu lainnya. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali, sementara yang lain mungkin mengalami berbagai keluhan. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin muncul pada seseorang dengan kolesterol rendah:
1. Gangguan Mood:
- Depresi
- Kecemasan
- Perubahan suasana hati yang tidak dapat dijelaskan
- Perasaan putus asa
2. Gangguan Kognitif:
- Kesulitan berkonsentrasi
- Masalah dengan memori jangka pendek
- Kebingungan
- Kesulitan dalam pengambilan keputusan
3. Gangguan Neurologis:
- Tremor atau gemetar
- Kesemutan pada tangan atau kaki
- Gangguan keseimbangan
4. Gangguan Tidur:
- Insomnia
- Kualitas tidur yang buruk
- Perubahan pola tidur
5. Gangguan Pencernaan:
- Penurunan nafsu makan
- Mual
- Gangguan penyerapan nutrisi
6. Kelelahan:
- Merasa lelah secara terus-menerus
- Kurang energi
- Kelemahan otot
7. Gangguan Hormonal:
- Penurunan libido
- Gangguan menstruasi pada wanita
- Masalah kesuburan
8. Masalah Kulit:
- Kulit kering
- Eksim
- Penyembuhan luka yang lambat
9. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh:
- Rentan terhadap infeksi
- Penyembuhan yang lambat dari penyakit
10. Masalah Kardiovaskular:
- Tekanan darah rendah
- Denyut jantung tidak teratur
Cara Mengatasi Kolesterol Rendah
Mengatasi kolesterol rendah memerlukan pendekatan yang komprehensif dan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi kondisi kolesterol rendah:
1. Modifikasi Diet:
Meningkatkan asupan lemak sehat, seperti yang terdapat dalam:
- Minyak zaitun
- Alpukat
- Kacang-kacangan
- Biji-bijian
- Ikan berlemak (salmon, makarel, sarden)
- Konsumsi makanan yang kaya akan kolesterol sehat, seperti:
- Telur
- Daging tanpa lemak
- Produk susu rendah lemak
- Menambah asupan serat larut, yang dapat membantu meningkatkan kadar HDL
2. Evaluasi dan Penyesuaian Obat-obatan:
- Jika kolesterol rendah disebabkan oleh efek samping obat (seperti statin), dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat
- Jangan pernah menghentikan atau mengubah penggunaan obat tanpa konsultasi dengan dokter
3. Pengobatan Penyakit yang Mendasari:
- Jika kolesterol rendah disebabkan oleh kondisi medis tertentu (seperti hipertiroidisme atau malnutrisi), fokus utama adalah mengobati kondisi tersebut
4. Suplementasi:
Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan suplemen tertentu, seperti:
- Vitamin larut lemak (A, D, E, K)
- Asam lemak omega-3
- Suplemen nutrisi lainnya sesuai kebutuhan
5. Modifikasi Gaya Hidup:
- Mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan jika ini menjadi penyebab
- Manajemen stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau yoga
- Menjaga pola tidur yang teratur
6. Terapi Khusus untuk Kondisi Genetik:
- Untuk kasus yang disebabkan oleh kelainan genetik, mungkin diperlukan terapi khusus yang ditentukan oleh spesialis
7. Pemantauan Rutin:
- Melakukan pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala
- Evaluasi gejala dan kondisi kesehatan secara teratur
8. Pendekatan Holistik:
- Mempertimbangkan aspek kesehatan mental, terutama jika ada gejala depresi atau kecemasan
- Konsultasi dengan ahli gizi untuk perencanaan diet yang seimbang
9. Edukasi Pasien:
- Memahami pentingnya kolesterol bagi kesehatan tubuh
- Mengenali gejala dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai
10. Pertimbangan Khusus untuk Wanita Hamil:
- Pemantauan ketat kadar kolesterol selama kehamilan
- Konsultasi dengan dokter kandungan untuk manajemen yang tepat