4 Mantan Karyawan Bongkar Alasan Resign dari Google

Merdeka.com - Tak dipungkiri lagi, bekerja di Google mungkin menjadi mimpi setiap orang. Bagaimana tidak, Google rutin masuk dalam daftar tempat kerja terbaik di Amerika Serikat (AS).
Ini memang tidak mengherankan. Dengan gaji rata-rata di atas USD 160 ribu (Rp 2,3 miliar), tunjangan yang tak kalah menarik, dan fasilitas-fasilitas seperti makanan gratis, kursi pijat, dan kelas musik, bekerja di Google terdengar begitu menyenangkan.
Namun demikian, ada saja orang yang ingin keluar dari Google. Mengutip Business Insider, ini alasan 4 mantan karyawan Google keluar dari salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia.
1. Liz Wessel
Liz Wessel dulunya bekerja di Google sebagai manajer pemasaran produk. Saat ini, dia merupakan CEO dari WayUp, perusahaan situs dan aplikasi seluler pencarian kerja bagi mahasiswa dan lulusan baru yang dia dirikan.
Wessel mengaku dirinya memutuskan untuk keluar dari Google saat dia tidak bisa berhenti memikirkan langkah karier selanjutnya.
"Jika Anda tidak bisa lagi melakukan pekerjaan dengan baik karena menghabiskan waktu memikirkan peluang pekerjaan yang lain, itu menjadi sebuah pertanda," ujarnya.
2. Michael Lynch
Lynch dulunya merupakan teknisi software Google. Dua tahun pertamanya bekerja di Google merupakan masa-masa menyenangkan bagi Lynch.
Namun rasa frustasinya terhadap politik internal Google dan kesulitannya untuk mendapat promosi membuatnya mengambil keputusan untuk keluar.
Pada unggahan blognya, Lynch menjelaskan bahwa keputusan promosi di Google tidak ditangani langsung oleh manajer melainkan oleh sebuah komite kecil yang tidak mengenalnya. "Karier saya didiktekan oleh tim anonim yang hanya memikirkan saya selama satu jam dalam hidup mereka," jelas Lynch.
Dia meneruskan, yang paling buruk bahwa dia merasa tidak bangga atas hasil kerjanya.
"Alih-alih bertanya pada diri sendiri ‘Bagaimana saya bisa menyelesaikan masalah yang menantang ini?’, saya malah bertanya: ‘Bagaimana saya bisa menggunakan masalah ini untuk mendapat promosi?’ Saya benci itu,” lanjutnya.
Karyawan lain menyebut alasan resign dari Google karena ingin keluar dari zona nyaman. Silakan klik selanjutnya. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya