Bertemu Setnov, warga Rembang curhat soal pabrik semen

Merdeka.com - Puluhan warga Rembang mendatangi Gedung DPR RI di Kawasan Senayan, Jakarta, untuk berkeluh kesah terkait pembangunan pabrik semen di wilayahnya yang terus diganjal oleh berbagai pihak. Kelompok warga tersebut datang dari lima desa yang berbatasan langsung dengan lokasi pabrik, yaitu meliputi Desa Timbrangan, Tegaldowo, Kadiwono, Pasucen dan Kajar.
Menurut warga yang tinggal langsung di kawasan Ring 1 tersebut, kehadiran pabrik sudah terbukti membawa berbagai keuntungan bagi masyarakat. Bahkan, sebelum pabrik tersebut benar-benar beroperasi.
"Kami sudah merasakan betul betapa adanya pabrik semen ini benar-benar membawa manfaat untuk kesejahteraan desa kami. Makanya kami datang ke sini untuk meminta dukungan dari DPR agar bisa memperjuangkan aspirasi kami," ujar Sarki, salah satu perwakilan warga yang diterima langsung Ketua DPR RI Setya Novanto, di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (12/1).
Sarki menegaskan masyarakat Kota Rembang, khususnya yang tinggal langsung di kawasan Ring 1, tidak pernah menolak kehadiran pabrik semen di daerahnya. Justru, masyarakat Kota Rembang sangat berharap agar pabrik semen dapat sesegera mungkin beroperasi agar semakin cepat menimbulkan dampak lanjutan terhadap perekonomian dan kesejahteraan warga Kota Rembang.
Jika pun saat ini ada sebagian pihak yang menyatakan penolakan terhadap hadirnya pabrik semen, Sarki memastikan bahwa pihak-pihak yang kontra tersebut bukan datang dari Kota Rembang. Dalam pandangan Sarki, warga lain yang tinggal di Ring 1 pabrik semen berhak memiliki masa depan yang lebih baik.
Hal itu dapat diwujudkan salah satunya dengan dioperasikannya pabrik semen karena dengan begitu lapangan kerja terbuka luas bagi masyarakat dan aktifitas ekonomi juga bergerak semakin dinamis. Tak hanya mengandalkan bertani seperti sebelumnya, hadirnya pabrik membuat ragam bisnis baru bermunculan di daerah sekitar pabrik, seperti bisnis katering, warung-warung makan, kos-kosan karyawan dan sebagainya.
"Pekerjaan jadi lebih mudah, dengan begitu kan daya beli masyarakat membaik. Kalau sudah begitu, bisnis-bisnis lain juga pasti bermunculan karena pembelinya ada. Makanya kami benar-benar nggak rela, nggak ridho, kalau sampai ada pihak-pihak yang malah ingin pabrik ini batal beroperasi. Jangan matikan harapan kami," tegas Sarki.
Sementara itu, Setya Novanto mengaku akan terus memantau terhadap proses hukum yang tengah berjalan terkait keberadaan pabrik milik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Setnov juga menerima hasil kunjungan Komisi VI langsung ke kawasan pabrik di Rembang dan juga studi banding ke wilayah pabrik milik SMGR lainnya di kawasan Tuban, Jawa Timur. Studi banding dilakukan untuk memastikan apa saja yang telah dilakukan SMGR di kawasan pabrik yang telah dimilikinya dan telah beroperasi selama ini.
Hasil studi banding tersebut juga sekaligus menampik tudingan bahwa operasional pabrik semen bakal merusak lingkungan. Usai menerima hasil kunjungan dan studi banding serta berdialog dengan warga, Setnov mengimbau agar pihak Semen Indonesia untuk sementara waktu mendatangkan bahan baku dari pabriknya yang lain, misal dari Tuban, sembari menunggu proses hukum dan perizinan yang terus berjalan.
"Jadi datangkan dulu lah (bahan baku semen) dari tempat lain agar sambil proses (hukum dan perijinan) terus berjalan, operasional pabrik juga bisa terus berjalan sesuai roadmap perusahaan. Jadi (start operasional pabrik) jangan sampai mundur dan terkatung-katung gara-gara kasus (hukum) ini," pungkas Setnov.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya