Pertamina Lakukan Eksplorasi Terbesar se-Asia Pasifik dan Australia

Merdeka.com - Pertamina melakukan pencarian potensi minyak dan gas bumi (migas) di laut melalui survei seismik 2D, sepanjang 30.000 Kilometer (Km) dari Bangka sampai Papua. Eksplorasi ini menjadi survei terbesar se-Asia Pasifik dan Australia.
Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H Samsu, mengatakan survei seismik 2D tersebut merupakan pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) kontrak bagi hasil gross split wilayah Kerja Jami Merang yang dioperatori Pertamina Hulu Energi (PHE).
"Pertamina melalui kontrak bagi hasil gross split Jami Merang telah melaksanakan KKP kegiatan eksplorasi di wilayah terbuka, salah satu survei sesmik laut 2D dengan menggunakan teknologi terkini," kata Dharmawan, saat menghadiri peluncuran survei 2D di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/11).
Survei tersebut dilakukan secara terbuka di laut dari wilayah Barat Indonesia tepatnya Bangka hingga Timur di Papua, lintasan survei tersebut mencapai 30.000 Km. Menurut Dharmawan, survei 2D ini merupakan terbesar di kawasan Asia Pasifik dan Australia.
"Panjang lintasan 30.000 Km, menjadikan survey terbesar di wilayah Indonesia dan region Asia Pasific Australia," tuturnya.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengungkapkan survei 2D tersebut dikerjakan oleh salah satu anak perusahaan Pertamina (Persero) yaitu Elnusa Tbk (Elnusa), menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, Elnusa.
Lintasan seismik 2D lepas pantai tersebut akan melewati beberapa cekungan yang diindikasikan memiliki potensi sumber daya migas yang besar (giant discovery) di antaranya Bangka Offshore area - Makassar Strait dan Buton Offshore.
Selain survei Seismik 2D lepas pantai tersebut, juga tengah berlangsung pelaksanaan survei seismik 3D di dalam wilayah kerja Jambi Merang seluas 237 km2 yang meliputi dua provinsi yaitu Sumatera Selatan dan Jambi, serta tiga kabupaten yaitu Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Muaro Jambi.
"Kita semua optimistis pemenuhan KKP di WK Jambi Merang ini akan berdampak positif dalam mendukung ketahanan energi nasional," tutup Dwi.
Menteri ESDM Minta Pertamina Tingkatkan Produksi Migas Blok Mahakam
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif meninjau North Processing Unit (NPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM) fasilitas produksi di wilayah paling utara dari Blok Mahakam. Kedatangannya kali ini sekaligus menemui seluruh karyawan yang bekerja di Pertamina Hulu Mahakam.
"Hari ini saya mengunjungi North Processing Unit Pertamina Hulu Mahakam. Fasilitasi produksi yang dibangun sejak tahun 1998 ini terawat dengan baik dan saat ini seluruh karyawan yang bekerja adalah warga negara Indonesia," ujar Arifin dikutip dari keterangannya, Sabtu (9/11).
Kepada seluruh karyawan yang bekerja di Pertamina Hulu Mahakam, Menteri Arifin meminta agar bisa meningkatkan produksi migas yang ada di lapangan untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk negara.
"Mereka semuanya mempunyai semangat yang tinggi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas Blok Mahakam, dan kita berharap bahwa di tangan mereka-mereka inilah kejayaan produksi migas nasional kita dapat kembali," lanjut Arifin.
General Manager PHM, Jon Anis menyampaikan bahwa fasilitas NPU saat ini dioperasikan oleh sekitar 900 anak bangsa, mereka bekerja menangani produksi dari sekitar 400 sumur, dengan mengedepankan pengelolaan tekanan sumur, untuk menjaga produksi tetap optimal.
Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu juga menambahkan, bahwa efisiensi dan biaya dan attention on detail menjadi fokus bagi semua pekerja di lapangan Blok Mahakam, sehingga kegiatan operasi terus efektif.
"Value creation in managing upstream operation menjadi hal berikut yang menonjol di Blok Mahakam, yang di harapkan dapat di ikuti oleh unit hulu migas lainnya di grup Pertamina," katanya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya