Potensi Masalah Akibat Fintech Ilegal, Jual Beli Data Hingga Penagihan Tak Etis

Merdeka.com - Vice President Digital Banking Development and Operation Division Bank Rakyat Indonesia Kholis Amhar membeberkan sejumlah resiko yang akan dihadapi apabila terjebak dalam penggunaan fintech ilegal. Sejumlah resiko tersebut bisa terjadi apabila masyarakat tak waspada.
"Potensi masalah akibat fintech ilegal, misalnya karena adanya akuisisi dan merger menimbulkan adanya resiko data nasabah itu diperjualbelikan. Ada yang merger makanya ada resiko seperti itu," ujar Kholis, Jakarta, Selasa (13/4).
Kholis melanjutkan, potensi resiko selanjutnya adalah adanya kecurangan data (fraud) dan pelanggaran penggunaan data (breach). Hal ini karena banyak fintech yang tidak mengikuti aturan pendirian fintech.
"Kemudian masih terkait data adanya data fraud atau data breach. Fintech ilegal banyak yang tidak mengikuti code of conduct penyelenggaraan fintech. Sehingga banyak terjadi kasus fintech mengakses data nasabah berupa foto dan kontak," jelasnya.
Resiko selanjutnya adalah penagihan yang tidak etis sesuai dengan kaidah penagihan perbankan. Apabila resiko-resiko ini dibiarkan maka bisa memunculkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan.
"Data nanti kemudian disalahgunakan atau digunakan untuk alat penagihan yang tidak etis. Perlindungan ke konsumen kurang bagus sehingga berpotensi menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya