Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tahun lalu, Baznas berhasil kumpulkan zakat sebesar Rp 5,12 triliun

Tahun lalu, Baznas berhasil kumpulkan zakat sebesar Rp 5,12 triliun zakat fitra. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Bambang Sudibyo menyebut di 2016 pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS) sebesar Rp 5,12 triliun. Jumlah ini meningkat 39,5 persen dari pengumpulan ZIS di 2015.

"Zakat telah disalurkan sesuai asnaf zakat melalui program-program di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial-kemanusiaan, dan dakwah dengan Allocation to Collection Ratio sebesar 80 persen," kata Bambang di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Rabu (4/10).

Dia menegaskan, tantangan terbesar saat ini dalam pengelolaan zakat nasional, yaitu meningkatkan pengumpulan zakat nasional minimal 10 persen, dari potensi zakat individu tahun ini sebesar Rp 138 triliun.

Baznas juga memiliki tantangan untuk memperluas objek zakat, termasuk zakat badan, zakat saham, zakat deposito, zakat hasil tambang, dan objek zakat kontekstual lainnya.

"Tantangan lainnya antara lain memperkuat kelembagaan Baznas dan LAZ sebagai tanggapan atas langkah Bappenas yang memasukkan Baznas dan LAZ ke dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia," katanya.

Dia menuturkan, masalah sinergi dan koordinasi pendistribusian dan pendayagunaan zakat dengan program-program pengentasan kemiskinan, yang dilakukan oleh Pemerintah juga masih menjadi tugas yang belum dituntaskan.

"Kami memohon dukungan Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh jajaran pemerintah pusat dan seluruh jajaran pemerintah daerah agar seluruh rencana kerja Baznas dapat terlaksana sehingga makin banyak umat yang menerima manfaatnya," tegas Bambang.

Dia menambahkan, rakornas tahunan ini bertujuan mendorong peningkatan koordinasi pengelolaan zakat nasional untuk mencapai kemajuan gerakan zakat yang semakin kuat dan unggul. Untuk mendukung tujuan tersebut, mengusung tema 'Pengarusutamaan Zakat Infak Sedekah dalam arsitektur keuangan syariah Indonesia, dan pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals)'.

Rakornas dihadiri 559 peserta dari Baznas. Baznas provinsi, Baznas kabupaten/kota, Kementerian Agama provinsi dan kabupaten/kota, perwakilan pemerintah daerah serta Lembaga Amil Zakat (LAZ).

"Tahun 2017 pencapaian Baznas telah signifikan dalam berbagai bidang, antara lain sejak Bulan November 2016 telah dilaksanakannya UU Nomor 23 tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat secara penuh, selepas masa transisi selama 5 tahun yang ditetapkan UU," jelas Bambang.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP