CEO Gojek: Kami yakin jadi leader
Merdeka.com - Persaingan layanan jasa transportasi Gojek dan GrabBike semakin kentara. Pasalnya, dari segi model bisnis dan penerapannya keduanya saling berkompetisi.
Jika Gojek membagi porsi 80 persen untuk pengemudi dan 20 persen untuk pihak Gojek. Maka, GrabBike pun tak kalah saing. GrabBike hanya mengambil 10 persen dari ongkos pengemudinya. Artinya, pengemudi GrabBike mendapatkan 90 persen.
Tak hanya itu saja, kelengkapan seperti jaket dan helm yang memiliki warna sama. Namun ada hal yang berbeda dan mencolok dari itu semua yakni Gojek punya orang Indonesia, sementara GrabBike milik Malaysia. Keunggulan ini yang dijadikan CEO Gojek Nadiem Makarim pede. Apalagi Gojek merupakan pelopor ojek digital sejak 2011.
"Kami yakin akan menjadi leader meskipun mereka mendapat pendanaan besar," ujar Nadiem di Jakarta usai acara konferensi pers kerjasama Gojek dengan Rifat Drive Labs, Selasa (30/06).
Bahkan Nadiem mengatakan jika GrabBike cuma hanya bisa meniru pola bisnis yang dilakukan oleh Gojek.
"Layanan yang dari Malaysia itu, GrabBike, hanya bisa meniru. Bahkan warna helm dan jaketnya sama seperti kita," ujar Nadiem.
(mdk/bbo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya