9 Barang yang Harus Dibersihkan Setiap Minggu untuk Rumah yang Bersih dan Bebas Kuman
Sembilan barang rumah tangga yang wajib dibersihkan tiap minggu agar tetap higienis, dari kuas makeup hingga botol minum, demi kesehatan dan kenyamanan.

Banyak dari kita cenderung segera membersihkan benda-benda yang terlihat kotor, seperti peralatan makan yang menumpuk di wastafel atau noda membandel pada pakaian. Namun, bagaimana dengan benda-benda yang tampak bersih? Sering kali, kita mengabaikan barang-barang yang tidak terlihat kotor secara kasat mata, padahal sebenarnya bisa menjadi sarang kuman dan bakteri.
Tanpa disadari, barang-barang yang kita gunakan setiap hari—seperti keset kamar mandi, mainan anak-anak, hingga botol minum—dapat menyimpan banyak kotoran dan mikroorganisme berbahaya. Bahkan, dalam beberapa kasus, benda-benda ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan, mulai dari iritasi kulit hingga penyakit yang lebih serius.
Terlebih lagi, selama musim flu dan pilek, kebersihan barang-barang di rumah memainkan peran penting dalam mencegah penyebaran virus dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan seluruh anggota keluarga.
Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari pentingnya membersihkan benda-benda ini secara rutin, sehingga kotoran dan kuman terus menumpuk tanpa disadari. Dilansir dari Homes To Love, menjaga kebersihan rumah bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang sehat dan aman untuk ditinggali.
Untuk membantu Anda menerapkan kebiasaan yang lebih higienis, para ahli kebersihan dari Mattress Online membagikan daftar barang-barang rumah tangga yang wajib dibersihkan setidaknya seminggu sekali. Beberapa dari daftar ini mungkin akan mengejutkan Anda, tetapi begitu Anda mengetahui alasan di baliknya, Anda mungkin akan berpikir ulang tentang seberapa bersih rumah Anda sebenarnya!
1. Kuas Makeup
Ya, Anda tidak salah baca. Kuas makeup sebaiknya dicuci setidaknya seminggu sekali menggunakan pembersih khusus atau sampo lembut. Banyak orang tidak menyadari bahwa kuas yang sering digunakan untuk mengaplikasikan foundation, bedak, atau eyeshadow bisa menjadi sarang kuman dan bakteri jika tidak dibersihkan secara rutin.
Sisa makeup yang menumpuk pada bulu kuas tidak hanya membuat hasil aplikasi menjadi kurang halus, tetapi juga dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan masalah kulit seperti jerawat, iritasi, dan reaksi alergi. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa kuas makeup yang kotor bisa mengandung bakteri berbahaya seperti Staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan infeksi kulit jika digunakan terus-menerus tanpa pembersihan yang tepat.
- Wajib Waspada! Sederet Bahan Kimia dalam Kosmetik Ini Berbahaya Bagi Kulit
- 4 Barang Penting yang Wajib Dimiliki Pasangan Baru di Rumah, Yuk Lengkapi!
- Barang yang Wajib Dimiliki Para Ibu yang Sibuk Hadapi Tantangan Tugas Rumah Tangga
- 15 Barang yang Wajib Dimiliki Anak Kos, Salah Satunya Bikin Kamar Jadi Rapi!
Jika Anda benar-benar tidak memiliki banyak waktu, ada cara cepat untuk membersihkan kuas tanpa harus repot. Anda bisa mencucinya dengan cepat menggunakan air hangat dan sedikit sampo saat mandi, lalu biarkan mengering di tempat yang bersih dan berventilasi baik.
Selain itu, ada juga semprotan pembersih instan yang bisa digunakan untuk membersihkan kuas dalam hitungan detik tanpa perlu dibilas. Yang penting, jangan biarkan kuas makeup Anda kotor terlalu lama, karena selain berisiko bagi kesehatan kulit, kuas yang kotor juga akan mengurangi kualitas riasan Anda. Jadi, pastikan membersihkan kuas secara rutin agar kulit tetap sehat dan hasil makeup lebih flawless!
2. Seprai dan Sarung Bantal
Kita menghabiskan sepertiga dari hidup kita di tempat tidur, jadi menjaga kebersihannya adalah hal yang sangat penting. Tanpa disadari, seprai dan sarung bantal menyerap keringat, minyak tubuh, sel kulit mati, hingga debu yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya tungau dan bakteri.
Jika dibiarkan terlalu lama tanpa dicuci, hal ini dapat memicu reaksi alergi, iritasi kulit, atau bahkan gangguan pernapasan, terutama bagi penderita asma. Oleh karena itu, para ahli kebersihan merekomendasikan untuk mencuci seprai dan sarung duvet setidaknya seminggu sekali menggunakan air hangat untuk membunuh bakteri dan tungau debu yang menempel.
Selain itu, sarung bantal sebaiknya dicuci lebih sering, yaitu setiap dua hari sekali, karena wajah kita bersentuhan langsung dengan permukaannya setiap malam. Sarung bantal yang kotor dapat memicu jerawat dan memperparah kondisi kulit sensitif akibat bakteri serta minyak yang menumpuk. Selain mencuci seprai dan sarung bantal secara rutin, jangan lupa untuk menyedot debu kasur setiap dua minggu sekali agar tetap bersih dan bebas dari alergen.
Jika memungkinkan, jemur kasur di bawah sinar matahari untuk membunuh kuman dan menjaga kesegarannya. Dengan kebiasaan sederhana ini, Anda dapat menciptakan lingkungan tidur yang lebih sehat, nyaman, dan bebas dari gangguan kesehatan akibat debu serta bakteri.
3. Lap Dapur dan Kain Pencuci Piring
Lap dapur dan kain pencuci piring adalah alat yang sering digunakan setiap hari, namun justru sering kali terabaikan kebersihannya. Padahal, kedua benda ini dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, dan bahkan virus jika tidak dibersihkan secara rutin. Sisa makanan, minyak, dan kelembapan yang terserap dalam serat kain menciptakan lingkungan yang sempurna bagi mikroorganisme berbahaya.
Oleh karena itu, para ahli kebersihan merekomendasikan untuk mencuci lap dapur dan kain pencuci piring setiap hari atau setidaknya setiap dua hari, terutama jika sering digunakan untuk membersihkan tumpahan makanan dan minuman. Menggunakan air panas dan deterjen adalah cara efektif untuk membunuh bakteri dan menghilangkan bau tak sedap yang mungkin muncul akibat kotoran yang menumpuk.
Selain mencuci secara teratur, penting juga untuk menggunakan lap yang berbeda untuk berbagai keperluan guna mencegah kontaminasi silang. Sebaiknya Anda memiliki beberapa lap dapur dengan fungsi khusus: satu untuk menyiapkan makanan, satu untuk mengeringkan peralatan makan, dan satu lagi untuk membersihkan permukaan meja dapur. Menggunakan kain mikrofiber juga bisa menjadi pilihan terbaik karena lebih efektif dalam menyerap kotoran dan lebih mudah dibersihkan.
Selain itu, biasakan untuk menjemur atau menggantung lap di tempat yang kering setelah digunakan agar tidak menjadi lembap dan berbau. Dengan perawatan yang tepat, lap dapur dan kain pencuci piring akan tetap higienis, membantu menjaga kebersihan dapur, dan mencegah penyebaran bakteri yang dapat membahayakan kesehatan keluarga.
4. Keyboard Komputer
Keyboard komputer adalah salah satu benda yang sering digunakan, tetapi jarang dibersihkan. Setiap hari, jari-jari kita menyentuh tombol keyboard setelah menyentuh berbagai permukaan lain, seperti ponsel, meja, bahkan makanan. Akibatnya, keyboard menjadi sarang bakteri dan kotoran tanpa disadari. Penelitian telah menunjukkan bahwa keyboard bisa lebih kotor daripada dudukan toilet karena banyaknya bakteri yang berkembang di sela-sela tombol.
Oleh karena itu, membersihkannya secara rutin sangat penting, terutama jika Anda sering makan atau minum di dekat komputer. Gunakan tisu disinfektan untuk mengusap permukaan tombol setidaknya sekali seminggu guna mengurangi penyebaran kuman dan menjaga kebersihan tangan Anda saat bekerja.
Untuk pembersihan yang lebih menyeluruh, Anda dapat menggunakan udara bertekanan untuk meniup debu, remah makanan, atau kotoran lain yang terselip di antara tombol. Jika memungkinkan, lepaskan beberapa tombol untuk membersihkan bagian bawahnya, terutama jika sudah lama tidak dibersihkan.
Selain itu, jika keyboard Anda menggunakan mekanisme khusus atau berbahan sensitif, pastikan untuk mengikuti petunjuk perawatan dari produsen agar tidak merusak perangkat. Dengan menjaga kebersihan keyboard secara rutin, Anda tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang lebih higienis tetapi juga memperpanjang umur perangkat yang sering menjadi alat kerja utama ini.
5. Mainan Anak
Anak-anak cenderung bermain dengan mainan mereka setiap hari tanpa memikirkan kebersihannya. Mainan sering kali berpindah dari lantai ke mulut, ke tempat tidur, dan ke berbagai sudut rumah lainnya, membuatnya mudah terpapar debu, bakteri, dan bahkan virus. Jika tidak rutin dibersihkan, mainan dapat menjadi sarang kuman yang berisiko menyebabkan penyakit, terutama saat anak sedang dalam masa pertumbuhan dengan sistem kekebalan yang belum sekuat orang dewasa.
Oleh karena itu, mencuci mainan anak setiap minggu adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mereka. Mainan berbahan plastik atau silikon yang tahan air bisa dicuci dengan air sabun hangat, sementara mainan yang lebih kecil dan tahan panas bisa langsung dimasukkan ke dalam mesin pencuci piring untuk pembersihan yang lebih praktis.
Untuk mainan berbahan kain seperti boneka atau bantal karakter, mencucinya di mesin cuci dengan siklus lembut adalah cara terbaik agar tetap bersih tanpa merusak bahan. Sebagai tambahan, Anda bisa menjemur mainan di bawah sinar matahari setelah mencuci untuk membantu membunuh bakteri secara alami.
Jika anak Anda memiliki mainan elektronik atau berbaterai, cukup lap permukaannya dengan kain lembap yang sudah dibasahi cairan disinfektan agar tetap higienis. Dengan menjaga kebersihan mainan secara rutin, Anda tidak hanya melindungi kesehatan anak tetapi juga memastikan bahwa mereka dapat bermain dengan aman tanpa risiko paparan kuman berbahaya.
6. Keset Kamar Mandi dan Handuk
Kamar mandi adalah lingkungan yang lembap, yang menjadikannya tempat ideal bagi pertumbuhan jamur, lumut, dan bakteri. Keset kamar mandi sering kali terabaikan, padahal benda ini menyerap air dari kaki kita setiap kali keluar dari kamar mandi, menjadikannya sarang kuman jika tidak rutin dibersihkan. Untuk menjaga kebersihannya, keset kamar mandi sebaiknya dikeringkan setelah setiap penggunaan dengan cara digantung di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik.
Selain itu, mencucinya setidaknya seminggu sekali dengan air hangat dapat membantu menghilangkan bakteri serta bau tidak sedap yang mungkin menempel. Jika memungkinkan, jemur keset di bawah sinar matahari setelah dicuci, karena sinar matahari efektif dalam membunuh mikroorganisme yang menempel pada serat kain.
Sementara itu, handuk mandi dan handuk tangan memerlukan perhatian lebih karena langsung bersentuhan dengan kulit kita. Para ahli menyarankan mencuci handuk setiap dua hari sekali menggunakan air bersuhu sekitar 40 derajat Celcius untuk memastikan kebersihannya. Handuk yang tidak dicuci secara rutin dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan bahkan menyebabkan iritasi kulit atau jerawat.
Namun, penting untuk tidak menggunakan deterjen terlalu banyak saat mencuci handuk, karena residu deterjen yang menumpuk dapat membuat handuk terasa kasar dan menyebabkan bau tidak sedap. Selain itu, menghindari penggunaan pelembut kain berlebihan juga disarankan, karena dapat mengurangi daya serap handuk. Pastikan handuk benar-benar kering sebelum digunakan kembali agar tetap segar dan higienis.
7. Sakelar Lampu
Sakelar lampu adalah salah satu benda yang paling sering disentuh dalam kehidupan sehari-hari, tetapi sering kali diabaikan saat membersihkan rumah. Padahal, karena sering bersentuhan dengan tangan, sakelar lampu bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri dan virus, terutama saat musim flu atau saat ada anggota keluarga yang sedang sakit. Kotoran, minyak dari jari, dan debu juga bisa menempel pada permukaan sakelar, membuatnya terlihat kusam seiring waktu.
Oleh karena itu, membersihkan sakelar lampu secara rutin setidaknya seminggu sekali sangat disarankan. Gunakan kain mikrofiber yang sedikit dibasahi dengan cairan disinfektan atau tisu antibakteri untuk menyeka permukaannya dengan lembut. Hindari menyemprotkan cairan pembersih langsung ke sakelar untuk menghindari risiko korsleting listrik.
Tidak hanya sakelar lampu, benda-benda lain dengan kontak tinggi seperti gagang pintu, remote TV, ponsel, dan keyboard juga perlu mendapatkan perhatian serupa. Ponsel, misalnya, sering kali dibawa ke berbagai tempat dan bisa menjadi sarang bakteri jika tidak rutin dibersihkan. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa ponsel dapat mengandung lebih banyak bakteri dibandingkan dudukan toilet!
Oleh karena itu, gunakan tisu desinfektan atau alkohol 70% untuk membersihkan permukaan ponsel dan perangkat lain yang sering digunakan. Dengan menjaga kebersihan benda-benda ini, Anda bisa mengurangi risiko penyebaran kuman dalam rumah dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh anggota keluarga.
8. Sofa
Sofa adalah salah satu perabot rumah tangga yang paling sering digunakan, baik untuk bersantai, menerima tamu, atau bahkan bekerja dari rumah. Karena sering digunakan, sofa mudah mengumpulkan debu, remah makanan, bulu hewan peliharaan, serta kotoran lain yang tidak terlihat. Jika tidak rutin dibersihkan, kotoran ini dapat menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.
Oleh karena itu, penting untuk membersihkan sofa setidaknya seminggu sekali dengan menggunakan penyedot debu yang dilengkapi sikat kain. Selain itu, bantalan atau sarung sofa yang dapat dilepas sebaiknya dicuci secara berkala untuk menjaga kebersihannya.
Untuk pembersihan yang lebih mendalam, Anda bisa menggunakan semprotan disinfektan atau pembersih kain yang sesuai dengan bahan sofa. Jika sofa terkena noda, segera bersihkan dengan kain lembap dan sedikit sabun lembut agar noda tidak membandel.
Bagi yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan, pertimbangkan untuk berinvestasi pada pembersih noda berkualitas tinggi yang dapat membantu menghilangkan kotoran dengan lebih efektif. Dengan perawatan rutin, sofa tidak hanya akan terlihat lebih bersih dan segar, tetapi juga menjadi tempat yang lebih higienis untuk berkumpul bersama keluarga.
9. Botol Minum
Meskipun tampak bersih karena hanya digunakan untuk air, botol minum sebenarnya bisa menjadi sarang bakteri dan jamur jika tidak dibersihkan secara rutin. Kelembapan di dalam botol menciptakan lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang, terutama jika botol sering digunakan tanpa dicuci setiap hari.
Selain itu, residu dari air atau minuman lain yang tertinggal di dalam botol dapat menyebabkan bau tak sedap. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencuci botol minum setiap hari dengan air panas dan sabun untuk memastikan kebersihannya.
Jika botol memiliki bagian-bagian kecil seperti sedotan atau corong, gunakan sikat khusus untuk menjangkau area yang sulit dibersihkan. Untuk pembersihan lebih menyeluruh, sesekali rendam botol dalam campuran air hangat dan cuka putih guna membunuh bakteri serta menghilangkan bau yang membandel.
Selain menjaga kebersihan, rutin mencuci botol minum juga membantu menjaga kesehatan dan mencegah kemungkinan tertelannya kuman berbahaya. Jadi, jangan biarkan botol minum Anda hanya dibilas dengan air—beri perhatian lebih agar tetap higienis dan aman digunakan setiap hari.
Meskipun beberapa barang ini mungkin tampak bersih secara kasat mata, kenyataannya mereka bisa menjadi tempat berkumpulnya debu, kuman, dan bakteri yang berpotensi membahayakan kesehatan. Kuman yang menumpuk di benda-benda yang sering kita gunakan sehari-hari dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari alergi, iritasi kulit, hingga penyakit akibat bakteri dan virus.
Oleh karena itu, penting untuk tidak hanya fokus pada kebersihan yang terlihat, tetapi juga memperhatikan benda-benda yang sering luput dari perhatian. Dengan menjaga kebersihan secara rutin, Anda tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, tetapi juga mengurangi risiko penyebaran penyakit di rumah.
Membiasakan diri untuk membersihkan barang-barang ini setiap minggu mungkin terdengar merepotkan pada awalnya, tetapi dengan konsistensi, ini bisa menjadi bagian dari kebiasaan yang tidak terasa membebani. Anda bisa menjadwalkan waktu tertentu untuk membersihkan setiap kategori barang, misalnya mencuci seprai setiap akhir pekan atau membersihkan keyboard setiap Jumat sebelum mengakhiri pekerjaan.
Dengan sedikit usaha dan manajemen waktu yang baik, Anda dapat menjaga rumah tetap bersih, sehat, dan lebih nyaman untuk ditinggali. Lagipula, lingkungan yang bersih tidak hanya baik untuk kesehatan fisik, tetapi juga memberikan ketenangan pikiran dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.