Kisah Nyata 10 Tokoh Sejarah di Drama Korea, Ada yang Berakhir Tragis
Kisah nyata 10 tokoh sejarah di drama Korea, ada yang tragis. Ada Jang-geum, Shin Saimdang, Jenderal Choe Young dari Goryeo, Selir Jang dari Joseon, Hwang Jini, Raja Yeongjo dari Joseon, dan Maharani Myeongseong dari Kekaisaran Korea Raya.
Sempat ngefans dengan drama Dae Jang-geum? Atau kamu kepincut dengan kegagahan tokoh Choi Young yang diperankan oleh Lee Min-ho di drama Korea Faith? Keduanya merupakan tokoh nyata dalam sejarah Korea Selatan.
Lewat ide kreatif para penulis skenario, sosok para tokoh ini diramu menjadi kisah seru bergenre drama, petualangan, bahkan fantasi. Di layar kaca, kisah mereka tampak lebih glamor. Namun riwayat mereka yang sesungguhnya bisa jadi berbeda total. Bahkan ada yang berakhir tragis, tak seperti cerita dramanya.
-
Kenapa drama Korea thriller menarik? Drama Korea thriller menawarkan alur cerita yang intens, pengembangan karakter yang mendalam, dan plot twist yang sering kali tak terduga.
-
Kapan contoh kalimat opini tentang drama Korea muncul? Drama korea menjadi drama yang paling disukai oleh generasi muda saat ini karena ceritanya yang romantis serta para pemainnya yang tampan dan cantik.
-
Apa yang dibahas dalam drama Korea "What's Wrong with Secretary Kim"? "What's Wrong with Secretary Kim" menceritakan kisah cinta antara seorang CEO kaya raya dan sekretarisnya. Tanpa kehadiran antagonis, drama ini memfokuskan pada perkembangan hubungan karakter utama, menghadirkan komedi romantis yang menggigit dan menghangatkan hati.
-
Apa cerita utama dalam drama Korea "That Winter, the Wind Blows"? Drama yang dibintangi oleh Jo In Sung dan Song Hye Kyo ini bercerita tentang dua orang yang berpura-pura menjadi saudara kandung demi kepentingan masing-masing. Jo In Sung berperan sebagai Oh Soo, seorang penipu yang mencoba memperdaya Oh Young (Song Hye Kyo) dengan mengaku sebagai kakak kandungnya. Oh Young adalah seorang pewaris chaebol yang buta dan berhati dingin, karena terlalu sering dimanfaatkan orang-orang di sekitarnya
-
Siapa yang biasanya menjadi tokoh utama dalam drama Korea tentang perebutan warisan? Drama ini menceritakan tentang seorang aktris di dunia hiburan Korea yang rela melepas karirnya karena akan menikah dengan sosok putra kedua dari keluarga konglomerat Hyowon Group.
-
Apa makna dari kata bijak Korea "가장 중요한 것은 지금 이 순간이다"? "가장 중요한 것은 지금 이 순간이다" - "Hal terpenting adalah saat ini."
Sambil belajar bersama, yuk, kita ikuti kisah hidup para tokoh sejarah yang sempat dituangkan dalam drama Korea.
Choe Yeong - Faith
©SBS
Choe Yeong atau kadang ditulis Choi Young adalah seorang jenderal besar pada masa Goryeo. Jenderal Choe dikenal sebagai tokoh militer yang menentang hidup mewah, bahkan setelah menjadi jenderal besar.
Jenderal kepercayaan Raja Gongmin ini berhasil menumpas serangan-serangan para perompak Jepang dan digelari pahlawan negara setelah meredam pemberontakan Jo Il-shin di tahun 1352.
Jenderal Choe diasingkan ke Goyang dan kemudian dipenggal setelah dikhianati oleh tangan kanannya, Yi Seong-gye. Yi melakukan kudeta terhadap pemerintahan dan kemudian menahbiskan dirinya sebagai Raja Taejo, penguasa pertama Dinasti Joseon.
Sebelum eksekusi, konon sang jenderal bersumpah kuburannya tidak akan ditumbuhi rumput sebagai pertanda kalau kematiannya merupakan satu bentuk ketidakadilan. Kenyataannya, kuburan Jenderal Choe tidak pernah ditumbuhi tanaman apa pun hingga tahun 1976.
Raja Yeongjo dari Joseon - Jackpot/The Royal Gambler
Yeongjo merupakan salah satu raja terbesar dari masa kepemimpinan Dinasti Joseon. Sang raja diyakini memiliki wajah yang tampan oleh para sejarawan. Di masa muda, dia dikenal sebagai anak jenius yang menguasai ajaran Konfusianisme jauh lebih baik daripada para cendekiawan di negaranya.
Yeongjo adalah anak dari Raja Sukjong dan Selir Choe yang berasal dari kalangan rakyat jelata. Tahta kerajaan diwarisinya setelah Raja Gyeongjong, saudara seayahnya meninggal di usia muda. Penunjukannya sebagai penerus meletuskan pergolakan besar yang berujung pada pembantaian terhadap para bangsawan di istana.
Yeongjo disebut-sebut welas asih dan sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat. Satu-satunya noda dalam kepemimpinannya adalah insiden yang melibatkan putra mahkotanya, Pangeran Sado. Sado disebut mengalami gangguan kejiwaan, memerkosa para dayang dan membunuhi orang-orang di istana tanpa sebab. Akibat kejadian itu, Sado dieksekusi dengan dikurung di dalam peti sampai mati lemas.
Ratu Seondeok dari Silla - Great Queen Seondeok
Ratu Seondeok tercata sebagai penguasa wanita pertama dari Dinasti Silla. Penguasa ke-27 Silla ini hidup pada masa Tiga Kerajaan Korea, lahir dengan nama Putri Deokman.
Deokman dipilih sebagai pewaris tahta karena ayahnya, Raja Jinpyeong tak memiliki anak lelaki. Ada teori yang menyebutkan kalau Deokman adalah putri tertua Jinpyeong. Ada pula yang berspekulasi kalau Deokman adalah anak kedua setelah Putri Cheonmyeong.
Di bawah pemerintahan Seondeok, kesenian dan sastra berkembang pesat. Sayangnya, pemerintahan sang ratu juga diwarnai konflik politik dan pemberontakan. Salah satunya adalah upaya kudeta yang dilancarkan oleh Bidam, pejabat sangdaedeung di istananya.
Choe Suk-bin - Dong Yi
Tak banyak fakta sejarah mengenai Choe Suk-bin yang berhasil diungkap. Sejarah hanya menyebutkan dirinya terlahir dalam keluarga dari kasta cheonmin, strata sosial terendah pada masa Dinasti Joseon. Versi cerita yang paling populer menyebutkan kalau Choe adalah musuri, budak yang bertugas menyiapkan air di istana.
Setelah diangkat menjadi selir, Choe mulai terlibat dalam perebutan kekuasaan sebagai pendukung Ratu Inhyeon. Kehadirannya perlahan memudarkan pengaruh Jang Hui-bin, selir yang tengah menguasai istana. Pada akhirnya, Choe dan para sekutunya berhasil mengembalikan Ratu Inhyeon ke istana. Dia juga melahirkan Pangeran Yeoning yang kelak bergelar Yeongjo, salah satu raja terbesar dalam sejarah Korea.
Hwang Jini - Hwang Jini
Nama resmi yang dia sandang sebagai gisaeng (wanita penghibur pada masa) adalah Myeongwol, namun sejarah tetap lebih mengenalnya sebagai Hwang Jini atau Hwang Jin-yi. Dia disebut-sebut sebagai salah satu wanita dengan kecantikan legendaris. Kisah hidupnya dituliskan dalam berbagai literatur dan naskah teater.
Hwang Jini adalah seorang gisaeng yang sangat tersohor pada masa Dinasti Joseon. Hwang Jini hidup pada masa pemerintahan Raja Jungjong. Dia diperkirakan lahir pada 1506 di Kaesong (sekarang bagian Korea Utara). Konon dia adalah anak haram antara seorang pejabat dengan gisaeng. Kabarnya kecantikan Jini membuat salah satu pemuda desanya sampai mati karena patah hati.
Meskipun berasal dari kasta terendah di Dinasti Joseon, Hwang Jini disebut memiliki intelektualitas dan keanggunan yang setara dengan kalangan bangsawan. Dia cakap dalam berbicara dan memiliki pemikiran yang bebas, berbeda dengan perempuan-perempuan lain pada masa itu.
Maharani Gi - Empress Ki
Maharani Ki atau Maharani Gi adalah selir Raja Toghon Temur dari Dinasti Yuan dan ibu dari Biligtu Khan Ayushiridara, raja pertama Dinasti Yuan Utara.
Maharani Gi lahir di wilayah kekuasaan Dinasti Goryeo dengan nama Gi Jao. Meskipun berasal dari kelas bangsawan, keluarga Gi hanya menduduki posisi rendah dalam sistem kasta Dinasti Goryeo. Gi dikirimkan ke Mongolia sebagai upeti tiga tahunan untuk Toghon Temur. Dalam waktu singkat Gi segera menjadi wanita kesayangan sang raja berkat kecantikan dan kecerdasan yang luar biasa.
Gi menggantikan posisi Maharani Danashri yang dihukum mati karena pemberontakan kakaknya. Dia mendapat gelar Oljei Khutughu. Pemilihan Gi sebagai permaisuri sempat menuai kontroversi karena idealnya permaisuri harus dipilih dari selir pertama yang berasal dari Mongolia. Setelah putranya merebut tahta, Maharani Gi menghilang. Namanya tak disebutkan lagi dalam sejarah Korea.
Jang Hui-bin - Jang Ok-jung: Living by Love
Jang Hui-bin yang lahir dengan nama Jang Ok-jeong adalah selir dari masa Dinasti Joseon Korea. Berangkat dari dayang istana, posisi Jang menanjak hingga dia menjadi selir kesayangan Raja Sukjong dan kemudian ratu Kerajaan Korea.
Jang Hui-bin disebut-sebut sebagai salah satu wanita tercantik pada era Joseon. Dia berhasil menggulingkan Ratu Inhyeon dengan bantuan para sekutunya dari faksi Namin.
Setelah perselisihan sengit antara faksi Namin dan Sukjong, akhirnya Jang Hui-bin harus turun tahta. Posisinya diturunkan kembali ke tingkat selir kerajaan, sementara Ratu In-won menggantikan posisinya sebagai permaisuri. Akhirnya, Jang Hui-bin dan seluruh keluarganya tewas dalam eksekusi yang diperintahkan oleh Sukjong sendiri.
Putranya, Putra Mahkota Hwiso sempat mewarisi tahta dan memerintah dengan gelar Raja Gyeongjong. Namun sang raja tak sempat memerintah lama karena masalah kesehatan serius yang dimilikinya. Kelak Gyeongjong digantikan oleh Yeoning-geum, putra Raja Sukjong dan Selir Choe Suk-bin.
Jang-geum - Dae Janggeum
Dae Jang-geum adalah dokter wanita pertama dalam sejarah Korea. Tak banyak yang bisa ditelusuri dari kisah hidup wanita ini. Kemungkinan besar, nama Jang-geum sendiri hanya julukan belaka. Yang jelas, Dae Jang-geum bermarga asli Seo.
Jang-geum merupakan tabib wanita pertama yang diakui oleh kerajaan. Namanya disebut sampai lebih dari tujuh kali dalam manuskrip Sejarah Dinasti Joseon. Di sana disebutkan kalau Raja Jungjong terkesan dengan keahlian medis Jang-geum dan mempercayainya sebagai tabib bagi anggota keluarga kerajaan. Berkat keahliannya ini Jang-geum mendapat jabatan sebagai pejabat tingkat ketiga di kerajaan.
"Tabib wanita Jang-geum, yang asal-usulnya tidak dapat ditelusuri, menerima hak untuk disebut 'Dae Jang Geum' di bawah dekrit yang dikeluarkan oleh Raja ke-11 Korea, Jungjong, pada tahun ke-18 pemerintahannya [1524-1525]."
Maharani Myeongseong - Empress Myeongseong
Maharani Myeongseong atau lebih dikenal dengan nama Ratu Min adalah permaisuri Raja Gojong, raja ke-26 Joseon dan penguasa pertama Kekaisaran Korea Raya. Sang ratu disebut-sebut sebagai penguasa di balik layar selama pemerintahan suaminya.
Ratu Min awalnya dipilih oleh Taewongun, ayah mertuanya sebagai menantu karena memiliki pendidikan rendah dan latar belakang yang dianggap tidak akan membahayakan status politiknya. Namun belakangan sang menantu justru enggan berpesta dan lebih memilih belajar ilmu politik, sejarah, filsafat, dan sains. Pengaruh Ratu Min yang begitu besar di istana kelak menjadi sumber perselisihan dengan sang ayah mertua.
Ratu Min berupaya melakukan modernisasi di Korea dengan perombakan militer, peningkatan pendidikan, dan toleransi dalam beragama. Tindakan diplomatisnya membuat sang ratu dianggap sebagai ancaman besar oleh Kekaisaran Meiji yang bertahta di Jepang.
Pada tahun 1895, Ratu Min dibunuh oleh segerombol ronin (samurai tak bertuan) utusan Jepang yang bekerjasama dengan Hullyeondae pimpinan Taewongun. Jasadnya diperkosa dan dibakar di depan umum.
Shin Saimdang - Saimdang, The Lights Diary
Shin Saimdang adalah seorang pelukis dan ahli kaligrafi ternama dari masa Dinasti Joseon. Dia dikenang karena karya seni buatannya yang indah, pengabdiannya terhadap negara, dan ketangguhannya sebagai seorang ibu. Wajahnya bahkan tergambar di lembaran uang 50.000 won di Korea Selatan.
Shin Saimdang menciptakan sederet lukisan dan kaligrafi puisi yang indah sambil merawat orang tua dan tujuh anaknya. Shin bisa dikatakan seperti RA Kartini pada masanya, sebab kala itu emansipasi wanita masih belum diakui seperti sekarang.
Itulah deretan tokoh sejarah yang pernah muncul dalam drama Korea dan kisah nyata mereka.©
Sumber: ThoughtCo., AminoApps, KpopStarz, 10Magazine
(mdk/tsr)