Ramadhan Pohan bantah ditangkap Polda Sumatera Utara
Ramadhan mengakui memang ada kasus yang sedang bergulir di Polda Sumut.
Mantan Walikota Medan Ramadhan Pohan disebut telah ditangkap oleh Polda Sumatera Utara di kediamannya di Jakarta pada Selasa (17/9). Namun, Ramadhan Pohan langsung membantah kabar dirinya telah ditangkap dalam kasus yang disebut berkaitan dengan dugaan penipuan tersebut.
"Nggak benar isu itu," kata Ramadhan melalui pesan singkatnya, Rabu (20/7) dini hari.
Wakil Sekjen Partai Demokrat ini mengakui ada kasus yang sedang ditangani oleh Polda Sumatera Utara. Kasus tersebut berkaitan dengan pencalonannya sebagai Walikota Medan pada Pilkada Desember tahun lalu.
"Ini cuma ada donatur minta ganti rugi kalah Pilkada saya. Dia kasihnya ke teman istri saya, padahal saya nggak perintah utang, juga nggak terima uang sepeserpun dan tak ada perjanjian utang piutang antara saya dengan mereka atau siapapun," katanya.
Ramadhan mengaku semua keterangan yang dibutuhkan telah ia berikan ke pihak kepolisian. Maka dari itu, ia mengaku heran telah disebut melakukan penipuan.
"Orang melapor haknya. Saya dalam posisi membantahnya dan minta bukti-bukti. Sudah saya sampaikan dalam pemeriksaan polisi lalu. Ini ada orang mau memeras saja, dengan menyebarkan info bohong. Saatnya saya akan kasi keterangan lagi ke polisi,"paparnya.
Sebelumnya, kabar ditangkapnya Ramadhan Pohan tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Rina Sari Ginting. Bahkan, Rina menyebut Ramadhan Pohan telah berada di Medan untuk diperiksa lebih lanjut.
"Ditangkap di Jakarta terkait kasus penipuan," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting saat dikonfirmasi, Rabu (20/7).
"Yang bersangkutan sudah berada di Medan dan masih diperiksa," sambungnya.
Mantan Kapolres Binjai ini tidak merinci kasus penipuan yang membelit Ramadhan Pohan tersebut. Namun, beredar informasi, mantan Anggota DPR tersebut dijemput paksa setelah mangkir dari dua kali pemanggilan dalam kasus penipuan terkait dana miliaran rupiah. Uang itu disebut-sebut berkaitan dengan pencalonannya sebagai wali kota Medan pada Pilkada lalu.
"Detil kasusnya akan dirilis," ujarnya.