Deretan Seleb Ikut Geram dengan Konten 200 KG Rendang Sapi Willie Salim yang Hilang di Palembang, Ada Bobon Santoso hingga Chef Arnold
Aksi Willie Salim yang memasak 200 kg daging rendang di Palembang mengejutkan banyak orang.

Aksi Willie Salim yang memasak daging sapi seberat 200 Kg menjadi rendang di Palembang, Sumatra Selatan telah mengejutkan seluruh Indonesia. Hal ini terjadi setelah daging rendang yang belum matang tersebut hilang dalam waktu singkat, hanya beberapa menit setelah ditinggalkan.
Dalam sebuah video, Willie Salim tampak terkejut saat menemukan wadah yang sebelumnya berisi rendang kini kosong tanpa sisa. Spekulasi pun berkembang di masyarakat. Ada yang menganggap warga mengambilnya secara sembunyi-sembunyi, sementara yang lain menduga aksi tersebut merupakan sebuah rekayasa.
Ketegangan semakin meningkat ketika polisi disebut-sebut akan menyelidiki kejadian ini. Dalam situasi tersebut, Willie Salim pun mengunggah video permohonan maaf.
Berbagai komentar muncul dari kalangan selebritas, termasuk dari Bobon Santoso dan Helmy Yahya, yang juga berasal dari Palembang. Di platform Twitter, Chef Arnold diduga memberikan komentar yang menyentil insiden hilangnya daging rendang seberat 200 Kg tersebut.
Berikut ini rangkuman 6 artis yang memberikan tanggapan atau kritik terkait kejadian hilangnya daging rendang milik Willie Salim.
Fenita Arie

Fenita Arie aktris asal Palembang ini menyampaikan kritik melalui Instagram Stories pada Sabtu (22/3) lalu mengenai hilangnya 200 kg daging rendang milik Willie Salim. Ia mempertanyakan tujuan memasak daging dalam jumlah besar tersebut; apakah untuk dibagikan atau hanya untuk konten media sosial.
"Dan ternyata ini malah masyarakatnya juga diundang ke sana biar kerumumannya dapat. Sudah itu, masak kreatornya. Tiba-tiba kreator ini katanya pamit ke toilet. Cuma ada yang bilang nih, yang ada di situ, ternyata bukan di toilet, tapi nunggu di mobil," ungkapnya.
Fenita juga menyoroti tentang sistem keamanan dan penanganan yang diterapkan selama acara berlangsung. Dia menilai ini bukan pertama kalinya Willie Salim mengadakan acara dengan banyak penonton.
Ironisnya, yang menjadi viral justru adalah insiden hilangnya 200 kg daging rendang tersebut di Palembang.
"Yang diviralkan adalah, si kreator ini datang, langsung teriak-teriak raib raib raib, dagingku 200 kg hilang," kata Fenita Arie.
Ia menekankan pentingnya menjaga sopan santun di kalangan masyarakat lokal.
"Enggak. Aku orang Palembang, aku enggak kayak begitu. Enggak bisa dipukul rata dong," ungkapnya
Helmy Yahya

Sejak jauh sebelum Willie Salim mengadakan acara yang melibatkan banyak orang, Raja Kuis Helmy Yahya sudah melakukan inovasi dengan program-program ikonik seperti Uang Kaget dan Bedah Rumah.
Selama periode tersebut, tidak pernah terjadi insiden kehilangan barang. Helmy Yahya kemudian memberikan kritik tajam kepada Willie Salim.
"Masalahnya, orang banyak menduga ini settingan. Ekspresi mukamu, enggak terlalu kaget juga," kata Helmy Yahya.
"Mungkin Anda tidak sadar atau mungkin sadar, apa yang dilakukan sekarang itu mempermalukan sebagian orang Palembang. Enggak segitunya kali," sambungnya.
Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pekan ini, Helmy Yahya mengungkapkan penyesalannya terhadap citra yang terbentuk di masyarakat. Sebab insiden tersebut menunjukkan warga lokal tidak dapat diatur dan cenderung mengambil barang orang lain.
Ini adalah konsekuensi yang perlu dipikirkan saat menyelenggarakan acara yang melibatkan banyak orang atau masyarakat setempat.
"Wah orang Palembang enggak bisa diatur. Rakus, begitu yang belum matang saja diserbu habis. Ada yang bilang bawa ember, dan sebagainya sehingga orang banyak menduga ini settingan. Silakan melakukan kreativitas apapun, tapi pikirkan dampaknya," imbaunya.
Bobon Santoso

Setelah insiden viral mengenai 200 kg daging rendang milik Willie Salim, akun Instagram terverifikasi Bobon Santoso kebanjiran pesan langsung atau DM dari ratusan pengikut. Menanggapi hal ini, ia pun mengeluarkan pernyataan melalui Instagram Stories pekan ini, dan menyoroti beberapa kejanggalan yang terjadi.
"Sebenarnya kita sudah membedah dan menemukan beberapa kejanggalan di video yang berdampak pada reputasi negatif warga kota Palembang," tulis Bobon Santoso.
"Begitulah kalau orang cuma niatan buat konten, enggak dari hati. Buat masyarakat kota Palembang, sabar ya," ungkap Chef Bobon yang dikenal sering membuat konten memasak dalam jumlah besar.
Chef Arnold

Dalam sebuah pernyataan, Chef Arnold mengingatkan proses memasak dalam jumlah besar yang kemudian dibagikan bukanlah hal yang mudah. Selama ini, hanya satu orang yang mampu melaksanakan tugas tersebut dengan baik dan tepat waktu.
"Butuh team - Time planning - Masaknya apa - Atur pembagian supaya ga rusuh. Ya masa percaya sama 200 kg daging buat masak rendang dalam 3 jam. Kasihan malah dikontenin warga setidak aturan begitu," kata Chef Arnold diakun Twitter pada Sabtu (22/3).
Chef Arnold menekankan keberhasilan dalam memasak dalam skala besar sangat bergantung pada kerjasama tim dan pengaturan waktu yang tepat. Ia juga menunjukkan kekhawatirannya mengenai potensi masalah yang dapat muncul jika tidak ada pembagian tugas yang jelas.
Hard Gumay

Hard Gumay tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya ketika mengetahui daging seberat 200 kg milik Willie Salim hilang saat persiapan acara di Palembang. Ia secara terbuka menyebut nama Willie Salim dan mengungkapkan kemarahannya dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram terverifikasinya pada tanggal 22 Maret 2025.
"Karena kau, kota Palembang yang aku cintai ini menjadi tercemar, dihina, dan dibully di seluruh Indonesia. Kami telah berusaha keras untuk memperbaiki citra Palembang, tetapi semua itu hancur karena tindakanmu," ungkap Hard Gumay dalam video tersebut.
Rasa kesal yang ditunjukkan Hard Gumay mencerminkan betapa pentingnya reputasi sebuah daerah. Ia merasa usaha yang telah dilakukan untuk meningkatkan nama baik Palembang kini terancam akibat insiden tersebut.
Dalam video itu, ia berusaha menyampaikan perasaannya dengan jelas, menunjukkan betapa seriusnya situasi ini bagi masyarakat Palembang.
"Kota ini adalah rumah kami, dan kami tidak ingin namanya tercoreng hanya karena satu kesalahan," kata Gumay dengan nada penuh penyesalan.
Eddy Siswanto

YouTuber dengan 2 juta subscribers, Eddy Siswanto, mengungkapkan pendapatnya setiap orang yang mengambil daging rendang seharusnya meminta maaf karena telah ikut berkontribusi dalam memicu kerusuhan. Pendapat ini disampaikannya melalui kolom komentar pada video Willie Salim yang meminta maaf di media sosial.
"Ayo siapa yang kemarin ikut cedok rendang? Cepat ngakuuu! Masa habis cedok rendang diam-diam bae? Sepertinya sebagian orang yang cedok rendang masih menyimpan rendangnya deh!" ungkap Eddy Siswanto.