Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

CEK FAKTA: Disinformasi Kabar Tiga RSUD Ditutup Karena Karyawan Positif Covid-19

CEK FAKTA: Disinformasi Kabar Tiga RSUD Ditutup Karena Karyawan Positif Covid-19 RSUD Depok Ditetapkan Sebagai Rumah Sakit Khusus Covid-19. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Informasi sejumlah rumah sakit ditutup karena karyawannya positif Covid-19 beredar di aplikasi pesan instan WhatsApp. Informasi itu menyebutkan tiga rumah sakit yang ditutup, yakni RSUD Kalideres, RSUD Pasar Rebo, dan RSUD Depok.

kabar tiga rsud ditutupKominfo

"Assalamualaikum wr wbTemen2 spesialis....

Just Info...Beberapa rumah sakit terpaksa ditutup karena karyawan positifCobtoh1. Rsud Kalideres, 8 karyawan positif, sementara rumah sakit ditutup 1 mg2. Rsud pasar rebo, 20 karyawan positif, beberapa poli ditutup3. Rsud Depok...12 karyawan positif... semua poli tutup

Berdasarkan evaluasi..... Ternyata mereka yang positif didapat waktu makan bergerombol tanpa masker,

Mohon kita saling mengingatkanPerawat2 kita, yg masih sering bergerombol makan bareng dan ngobrol...."

Penelusuran

- Penjelasan RSUD Kalideres Ditutup Sepekan dan 8 Karyawan Positif Covid-19

Dalam artikel sumbar.antaranews.com berjudul "RSUD Kalideres disterilisasi setelah temuan delapan positif COVID-19" pada 10 Juli 2020, dijelaskan bahwa RSUD tidak ditutup seluruhnya dan hanya melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalideres Jakarta Barat disterilisasi mulai 7-13 Juli dan layanan poliklinik dialihkan sementara ke RSUD Cengkareng, setelah temuan delapan pegawai positif COVID-19.

"Pegawai umum yang terpapar ada delapan," kata Direktur RSUD Kalideres dr M Bal'an Kamali Rangkuti di Jakarta, Jumat.

Dalam artikel tersebut dijelaskan penutupan sementara untuk memutus rantai penularan dan mengamankan warga yang ingin berobat ke RSUD Kalideres.

"Namun karena ada pegawai yang terpapar, maka jadwal kami percepat untuk memastikan rantai penularan bisa diputus dan mengamankan warga yang berkunjung berobat," kata dia.

Sterilisasi dengan cairan disinfektan dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kalideres, Jakarta Barat, selama tujuh hari pada 7-13 Juli 2020.

Untuk sementara waktu masyarakat yang akan menjangkau sejumlah layanan kesehatan di RSUD Kalideres dialihkan ke RSUD Cengkareng, Jakarta Barat.

"Enggak tutup semuanya. Tapi masih dapat melayani untuk kasus penanganan pasien dalam keadaan darurat," ujar Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini.

- Penjelasan Poli di RSUD Pasar Rebo Ditutup karena 20 Karyawan Positif Covid-19

Pihak RSUD Pasar Rebo memberikan klarifikasi terkait kabar penutupan rumah sakit. Klarifikasi itu dijelaskan dalam artikel tribunnews berjudul "Beredar Info Tutup Pelayanan Kesehatan Imbas Covid-19, Begini Klarifikasi Pihak RSUD Pasar Rebo" pada 9 Juli 2020.

Direktur RSUD Pasar Rebo, dr Isnindyarti secara resmi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 32/SE/2020 yang berisikan pernyataan klarifikasi.

"Terkait informasi tersebut, kami mengklarifikasi dan memastikan bahwa RSUD Pasar Rebo tetap membuka pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap dan rawat khusus bagi pasien umum atau pasien JKN," katanya di Jakarta Timur, Kamis (9/7/2020).

Apadun isi surat edaran tersebut secara rinci sebagai berikut:

Sehubungan dengan adanya informasi yang beredar terkait pelayanan dilingkungan RSUD Pasar Rebo yang akan ditutup akibat banyaknya pegawai yang terjangkit virus covid-19, maka dengan ini kami memberitahukan bahwa:

1. RSUD Pasar Rebo benar merupakan salah satu Rumah Sakit Rujukan Penanganan Covid-19

2. RSUD Pasar Rebo sebagai rumah sakit rujukan covid-19 telah menerapkan SOP yang ketat, baik dalam penggunaan APD bagi petugas kesehatan dan penanganan virus covid-19 terhadap pasien yang diduga terjangkit virus covid. Sehingga penyebaran dilingkungan RSUD Pasar Rebo dapat dicegah semaksimal mungkin

3. RSUD Pasar Rebo tetap membuka pelayanan kesehatan rawat jalan, rawat inap, dan rawat khusus bagi pasien umum dan/atau pasien JKN

- Penjelasan Poli di RSUD Depok Ditutup karena 12 Karyawan Positif Covid-19

Dalam artikel merdeka.com berjudul "Tenaga Kesehatan Diduga Terpapar Corona, Poliklinik RSUD Depok Ditutup Sementara" pada 22 Mei 2020, dijelaskan bahwa poli di RSUD Depok memang tutup selama 14 hari untuk sterilisasi.

Layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok terpaksa ditutup sementara. Penutupan itu menyusul kabar adanya sejumlah tenaga kesehatan di RSUD yang positif Covid-19. Pengumuman tutupnya RSUD Depok dituangkan dalam Surat Edaran nomor 445/1031-UPEP yang ditandatangani oleh Direktur RSUD Depok, Devi Maryori.

Pelayanan poliklinik ditutup selama 14 hari sejak 22 Mei hingga 7 Juni. Selama layanan poliklinik ditutup selanjutnya RSUD akan dilakukan sterilisasi general dan isolasi para tenaga kesehatan.

"Polinya saja yah ditutup sementara kita sudah jadi RS Covid-19. Di SK masih membuka poli dengan pembatasan untuk rawat inap masih menerima pasien Covid-19. Untuk rawat jalan saja yang ditutup. Ya kalau yang rawat inap kita tutup non Covid-19 sudah tidak menerima," kata Devi, Jumat (22/5).

Kesimpulan

Informasi yang menyebutkan tiga rumah sakit ditutup karena karyawannya positif Covid-19 tidak sepenuhnya benar. Meski tiga rumah sakit itu ditutup, namun masih ada beberapa pelayanan tertentu yang tetap buka.

Kemudian, tiga rumah sakit ditutup karena akan dilakukan proses sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP