Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Orangtua Memasukkan Anak ke Sekolah Kurikulum Montessori, Orangtua Perlu Tahu
Pada saat ini, banyak sekolah menawarkan metode Montessori. Ketahui apa itu, serta kelebihan, dan kekurangannya untuk anak.

Pendidikan adalah investasi terbesar bagi masa depan anak. Salah satu metode pendidikan yang semakin populer belakangan ini adalah metode Montessori. Dikembangkan oleh Dr. Maria Montessori pada awal abad ke-20, metode ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada anak, di mana anak diberi kebebasan untuk memilih aktivitas belajarnya sendiri. Namun, sebelum memutuskan untuk memasukkan anak ke sekolah Montessori, penting bagi orangtua untuk memahami kelebihan dan kekurangannya.
Apa Itu Metode Montessori?
Dilansir dari Rasmussen, metode Montessori adalah pendekatan pendidikan yang dirancang untuk mendorong kemandirian, kreativitas, dan rasa ingin tahu anak. Dalam kelas Montessori, anak-anak diberi kebebasan untuk memilih aktivitas atau "pekerjaan" yang ingin mereka lakukan dari berbagai stasiun kegiatan yang disediakan. Guru berperan sebagai fasilitator yang mengamati dan membimbing, bukan sebagai sumber utama informasi. Kelas Montessori juga biasanya terdiri dari anak-anak dengan usia yang bervariasi, yang memungkinkan pembelajaran antar teman sebaya.
Dr. Montessori percaya bahwa anak-anak belajar lebih baik ketika mereka memilih apa yang ingin dipelajari. Filosofi ini tercermin dalam desain kelas Montessori, yang penuh dengan alat peraga edukatif yang dirancang khusus untuk merangsang perkembangan sensorik, kognitif, dan motorik anak.
Kelebihan Pendidikan Montessori
Banyak orangtua dan pendidik yang memuji metode Montessori karena kemampuannya dalam mengembangkan potensi anak secara holistik. Berikut adalah beberapa kelebihan utama dari pendidikan Montessori:
1. Penekanan pada Pembelajaran Mandiri dan Praktis
Salah satu ciri khas kelas Montessori adalah lingkungan belajarnya yang dirancang indah dan menenangkan. Karen Ricks, pendiri sekolah Montessori internasional di Jepang, menjelaskan, "Menciptakan lingkungan yang indah dan mudah diakses sangat penting, karena anak-anak mengarahkan pembelajaran mereka sendiri dengan bantuan alat peraga yang dirancang dengan cermat." Alat-alat ini membantu anak memahami konsep abstrak melalui pengalaman langsung dengan benda-benda konkret.
Anitra Jackson, seorang pendidik Montessori, menambahkan, "Hal terbaik tentang lingkungan Montessori adalah memungkinkan anak untuk bekerja, berkembang, dan belajar sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Anak-anak terpapar pada pelajaran, aktivitas, dan materi yang membangun keterampilan mereka—mereka berkembang sebagai individu."

2. Interaksi Sosial yang Lebih Baik
Kelas Montessori biasanya terdiri dari anak-anak dengan usia yang bervariasi. Hal ini memungkinkan anak-anak untuk belajar dari satu sama lain dan mengembangkan keterampilan sosial seperti inklusi dan penerimaan. Melissa Stepien, seorang guru di Sunnyside Micro-School, mengatakan, "Kelompok usia campuran ini memungkinkan anak-anak untuk saling belajar, mengajar, dan mengembangkan keterampilan hidup."
3. Kemandirian sebagai Fokus Utama
Metode Montessori mendorong anak untuk menjadi mandiri dan percaya diri. Lexi Montgomery, seorang alumni Montessori, mengatakan, "Saya menghargai rasa percaya diri dan kebebasan kreatif yang dikembangkan melalui pendidikan Montessori. Saya pikir latar belakang Montessori lebih baik untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan." Anak-anak yang belajar di lingkungan Montessori cenderung lebih mampu mengelola diri sendiri dan berpikir secara mandiri.
4. Menumbuhkan Rasa Cinta pada Belajar
Pendidikan Montessori bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta belajar seumur hidup. Karen Ricks menjelaskan, "Dampak jangka panjang terbesar yang saya lihat adalah bahwa anak-anak Montessori tetap penasaran tentang dunia di sekitar mereka, melihat belajar sebagai proses yang menyenangkan, bukan beban yang berakhir ketika bel sekolah berbunyi."
5. Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Metode Montessori sejak awal dirancang untuk mencakup anak-anak berkebutuhan khusus. Dr. Montessori sendiri mempelajari disabilitas intelektual dan perkembangan, dan metode ini memungkinkan anak-anak untuk belajar sesuai dengan kecepatan mereka sendiri. Kelas yang stabil dan guru yang sama selama tiga tahun membantu anak-anak berkebutuhan khusus merasa aman dan didukung.

Kekurangan Pendidikan Montessori
Meskipun memiliki banyak kelebihan, metode Montessori juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan oleh orangtua:
1. Biaya yang Relatif Mahal
Salah satu tantangan terbesar dari pendidikan Montessori adalah biayanya yang tinggi. Karen Ricks menjelaskan, "Pembelian alat peraga yang berkualitas tinggi dan pelatihan guru yang mendalam membutuhkan biaya yang besar. Inilah mengapa sebagian besar program Montessori yang sepenuhnya diimplementasikan membutuhkan biaya yang mahal." Meskipun ada upaya untuk membuat pendidikan Montessori lebih terjangkau, seperti yang dilakukan oleh Jeff Bezos, akses ke sekolah Montessori masih terbatas bagi keluarga berpenghasilan rendah.
2. Kurang Terjangkau untuk Semua Orang
Sayangnya, pendidikan Montessori sering kali dikaitkan dengan privilege dan keluarga berkecukupan. Sebagian besar sekolah Montessori adalah sekolah swasta yang memungut biaya tinggi, sehingga sulit diakses oleh anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Meskipun ada beberapa sekolah Montessori negeri, jumlahnya masih sangat terbatas.
3. Kurikulum yang Terlalu Fleksibel
Kurikulum Montessori yang fleksibel bisa menjadi kelebihan sekaligus kekurangan. Bagi sebagian anak, kurangnya struktur dapat membuat mereka kesulitan dalam mempelajari mata pelajaran tertentu. Lexi Montgomery mengakui, "Saya merasa kurang siap untuk pelajaran matematika dan sains, tetapi terlalu siap untuk pelajaran bahasa dan seni."

4. Kemandirian Bukan Segalanya
Meskipun kemandirian adalah nilai utama dalam pendidikan Montessori, hal ini bisa menjadi tantangan ketika anak harus bekerja dalam tim atau di bawah otoritas yang ketat. Montgomery menambahkan, "Sekolah Montessori mengajarkan Anda untuk berpikir mandiri, tetapi dunia kerja lebih menekankan kerja tim."
5. Lingkungan Kelas yang Terbuka Bisa Menakutkan
Beberapa anak mungkin merasa tidak nyaman dengan lingkungan kelas Montessori yang terbuka dan kurang terstruktur. Bagi anak-anak yang lebih nyaman dengan rutinitas dan struktur tradisional, kelas Montessori bisa terasa menantang.
Memilih sekolah untuk anak adalah keputusan penting yang memengaruhi masa depan mereka. Metode Montessori menawarkan banyak kelebihan, seperti penekanan pada kemandirian, interaksi sosial, dan cinta belajar. Namun, orangtua juga perlu mempertimbangkan kekurangannya, seperti biaya yang tinggi dan kurangnya struktur kurikulum.
Sebelum memutuskan, orangtua disarankan untuk mengunjungi sekolah Montessori, berbicara dengan guru, dan mengamati lingkungan belajarnya. Yang terpenting, pilihlah metode pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian anak. Dengan pemahaman yang mendalam, orangtua dapat memastikan bahwa anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik untuk masa depan yang cerah.